Penulis: admin

10 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Wanita Tentang Keputihan (Wajib Tahu Jawabannya!)

10 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Wanita Tentang Keputihan (Wajib Tahu Jawabannya!)

Banyak wanita yang langsung cemas dan waswas begitu tahu ia keputihan. Katanya, vagina keputihan itu tanda infeksi bahkan kanker serviks. Pada beberapa kasus, memang benar bahwa infeksi bisa jadi penyebab keputihan. Meski begitu, tidak semua cairan putih yang keluar dari vagina Anda merupakan tanda bahaya. Bagi Anda yang masih bertanya-tanya, “Apakah keputihan itu normal?”, jawabannya mudah saja: Keputihan itu sebenarnya normal, kok! Asalkan Anda tahu bedanya dengan yang tidak normal. Berikut semua informasi yang wajib semua perempuan tahu seputar keputihan — mulai dari penyebab, ciri keputihan normal dan tidak normal, penyebab keputihan saat hamil, hingga cara mengatasi keputihan yang berlebihan.

Apa penyebab keputihan?

Keputihan adalah cairan dan sel yang keluar dari vagina.Keluarnya keputihan biasanya dipengaruhi oleh siklus menstruasi Anda. Namun, Anda sebenarnya tidak perlu takut dan khawatir ketika mengalami keputihan.

Keputihan adalah hal yang normal dan lumrah terjadi pada setiap wanita, karena keputihan adalah cara alami tubuh membersihkan vagina dan menjaganya tetap sehat. Keputihan juga berfungsi sebagai pelumas vagina alami untuk melindunginya dari infeksi dan iritasi.

Meski begitu, ada juga keputihan yang tidak normal. Penyebab keputihan tidak normal bisa bermacam-macam, mulai dari infeksi bakteri seperti bacterial vaginosis, infeksi jamur vagina, hingga penyakit menular seksual, seperti gonore, klamidia, dan trikomoniasis. Maka, penting untuk mengetahui bedanya antara cairan keputihan yang normal dan tidak normal.

Bagaimana caranya tahu kalau keputihan yang saya alami itu normal?

Seberapa sering dan seberapa banyak keputihan yang keluar, serta warna dan tekstur kekentalan cairan bisa berbeda-beda untuk setiap wanita. Beberapa wanita hanya mengalaminya sesekali dan hanya sedikit yang keluar, sementara lainnya lebih sering dan lebih banyak. Cairan keputihan biasanya lebih banyak keluar saat Anda sedang ovulasi, menyusui, terangsang secara seksual, menggunakan pil KB, atau saat Anda sedang stress.

Pada umumnya, cairan keputihan yang normal berwarna jernih transparan dan tidak mengeluarkan bau menyengat (bahkan tidak berbau sama sekali). Ada juga yang cair seperti air, dan yang kental lengket seperti jeli.

Lalu, seperti apa keputihan yang tidak normal?

Normal tidaknya cairan keputihan Anda bisa dilihat dari warna, volume, bau, dan konsistensi (keenceran atau kekentalan) cairan tersebut. Tanda cairan keputihan tidak normal adalah:

  • Berbau menyengat, seperti bau amis atau bau busuk.
  • Tekstur lebih kental, berbusa, atau menggumpal seperti keju cottage.
  • Cairan berwarna abu-abu, kehijauan, kekuningan.
  • Cairan yang keluar dari vagina disertai dengan darah.
  • Jumlahnya sangat banyak dan lengket, sehingga mudah menempel pada pakaian dalam.

Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas beserta gejala lain yang menyertai, misalnya vagina gatal atau terasa panas dan perih saat buang air kecil atau berhubungan seks, biasanya penyebab keputihan tidak normal itu adalah infeksi bakteri.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalaminya. Pasalnya, keputihan akibat infeksi bisa menyebabkan berbagai komplikasi jika tidak diobati dengan baik.

Apa penyebab keputihan yang tidak normal?

Cairan dari vagina yang tidak normal biasanya timbul akibat infeksi bakteri, jamur, atau parasit di vagina. Dilansir dari laman MSD Manual, tiga penyakit yang paling sering jadi penyebab keputihan yang tidak normal adalah:

  • Bacterial vaginosis. Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri anaerob dalam vagina. Kondisi ini biasanya muncul dengan ciri-ciri berwarna putih atau keabuan, tidak kental, berbau amis, dan dalam jumlah banyak. Vagina juga terasa gatal.
  • Candidiasis. Penyebab keputihan satu terjadi karena infeksi jamur Candida albicans pada vagina. Kondisi ini muncul dengan ciri-ciri berwarna putih dan kental. Vagina terasa gatal dan panas, area kemaluan juga bisa menjadi kemerahan dan bengkak.
  • Trichomoniasis. Trichomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Kondisi ini biasanya memiliki ciri-ciri berwarna kekuningan atau kehijauan, terkadang berbusa, berbau amis, dan dalam jumlah banyak. Vagina Anda juga terasa gatal dan kemerahan. Selain trichomoniasis, gonorea dan infeksi klamidia merupakan dua penyakit menular seksual lainnya yang sering jadi penyebab keputihan tidak normal.

Dalam beberapa kasus, penyebab keputihan yang tidak normal pada wanita juga bisa karena penyakit radang panggul (PID). Penyakit radang panggul disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang rahim, serviks, ovarium (indung telur), atau tuba fallopi. Radang panggul ditularkan melalui hubungan seksual.

Jika Anda memperhatikan ada yang tidak biasa, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab keputihan tidak normal. Semakin dini Anda mengetahui penyebabnya, maka semakin mudah pula pengobatannya.

Apa keputihan saat hamil itu normal?

Ketika Anda hamil, tubuh Anda akan mengalami banyak perubahan. Salah satu perubahan pertama yang mungkin akan Anda alami adalah keputihan. Ya, keputihan saat hamil adalah hal yang umum. Keputihan bahkan akan lebih sering terjadi saat hamil. Itu sebabnya, Anda tidak perlu khawatir jika mengalami keputihan saat hamil.

Keputihan saat hamil jadi lebih sering karena tubuh memproduksi lebih banyak estrogen untuk melembutkan leher rahim (serviks) dan dinding vagina. Selain itu, aliran darah sekitar area vagina juga lebih lancar selama hamil. Hal tersebutlah yang jadi penyebab keputihan saat hamil.

Anda bahkan masih mungkin mengalami hal ini di trimester ketiga kehamilan, sebagai tanda tubuh sedang mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Keputihan saat hamil tua juga bisa terjadi akibat kepala bayi yang menekan leher rahim Anda. Penampilan cairan di masa ini sedikit berbeda dari biasanya, yaitu menyerupai putih telur mentah, atau seperti ingus yang biasanya Anda keluarkan saat Anda pilek.

Kapan cairan vagina yang keluar saat hamil perlu diwaspadai?

Meskipun keputihan saat hamil adalah hal yang normal, bukan berarti Anda boleh lepas tangan ketika menyadari ada yang tidak biasa. Sebaiknya segera periksakan kondisi Anda, bila:

  • Anda ragu apakah cairan tersebut keputihan atau air ketuban pecah.
  • Cairan yang keluar dari vagina sangat cair, berlendir, atau bahkan bercampur darah, saat Anda bahkan belum memasuki minggu ke 37 kehamilan.
  • Munculnya gejala penyerta seperti rasa nyeri, gatal, panas, bahkan bibir vagina terlihat seperti meradang. Ini bisa saja pertanda Anda terserang infeksi jamur.
  • Cairan yang keluar dari vagina berwarna berwarna putih keabu-abuan dan beraroma amis seperti ikan setelah Anda berhubungan seksual.
  • Cairan yang keluar dari vagina berwarna kuning atau bahkan hijau, dengan aroma yang tidak menyengat. Hal ini bisa jadi gejala Anda terserang trikomoniasis, salah satu penyakit menular seksual.

Bagaimana cara mengatasi keputihan?

Kunci mengatasi keputihan adalah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan vagina Anda setiap saat. Vagina yang bersih mampu menjaga kesimbangan bakteri baik yang ada di dalam vagina untuk mencegah risiko infeksi.

Menjaga kebersihan vagina dapat dilakukan dengan banyak cara. Berikut ini beberapa cara dapat Anda lakukan untuk mengatasi keputihan:

  • Jika cairan yang keluar terlalu banyak, gantilah celana dalam sesering mungkin. Hal ini dilakukan untuk menjaga vagina tetap kering sehingga mengurangi risiko terjadinya infeksi. Pilihlah celana dalam yang terbuat dari 100 persen katun menyerap keringat dan hindari pakai celana yang terlalu ketat.
  • Hindari pemakaian sabun wangi, gel, antiseptik, serta douching karena bisa memengaruhi keseimbangan pH serta bakteri di dalam vagina. Jika Anda ingin menggunakan sabun, pilihlah sabun yang polos tanpa pewangi.
  • Cuci area kewanitaan Anda secara lembut dengan air hangat. Selalu basuh dari bagian depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina.
  • Setelah buang air kecil, jangan lupa selalu keringkan vagina Anda menggunakan tisu atau handuk yang lembut dan tepuk-tepuk pelan hingga kering. Ingat, jangan menggosok atau mengusap vagina terlalu keras karena bisa menimbulkan iritasi.
  • Jika disebabkan oleh infeksi jamur, maka Anda bisa mengatasinya dengan obat antijamur dalam bentuk krim atau gel. Konsultasikan terlebih dulu sebelum Anda menggunakan obat antijamur untuk mengatasi keputihan.
  • Gunakan kondom atau tunda hubungan seksual hingga seminggu setelah pengobatan untuk mencegah infeksi semakin parah.
  • Konsumsi yogurt bila Anda sedang dalam pengobatan antibiotik agar menurunkan risiko terkena infeksi jamur.
  • Bila kondisi Anda tidak juga membaik selah melakukan cara-cara yang sudah di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Apa saja pilihan obat keputihan dengan atau tanpa resep dokter?

Pada dasarnya pilihan obat akan bergantung pada penyebabnya. Selalu konsultasi ke doker jika Anda ingin menggunakan atau mengonsumsi obat tertentu untuk mengatasi keputihan.

Obat keputihan karena infeksi jamur

Jika disebabkan oleh jamur, maka obat keputihan antijamur adalah pilihan terbaik. Obat keputihan jenis ini bisa Anda beli tanpa resep di apotek atau toko obat terdekat. Biasanya obat keputihan antijamur berbentuk krim, gel, ataupun supositoria yang dimasukkan lewat vagina atau uretra. Obat jenis ini mudah meleleh, melunak, dan larut pada suhu tubuh.

Beberapa obat keputihan antijamur yang dapat dibeli di toko obat tanpa resep dokter adalah klotrimazol, miconazole nitrat, dan tioconazole. Meski dapat dibeli tanpa resep dokter, pastikan Anda membaca petunjuk pemakaian yang tertera di kemasan produk. Jika perlu, bertanyalah kepada petugas apotek.

Sementara jika Anda sering mengalami infeksi jamur yang parah, Anda mungkin memerlukan obat antijamur vagina dengan resep. Obat keputihan antijamur yang harus menggunakan resep dokter di antaranya butoconazole dan terconazole.

Dokter Anda mungkin juga meresepkan krim steroid selama beberapa hari untuk meredakan peradangan, kemerahan, dan nyeri yang lebih parah pada bibir vagina dan jaringan di sekitarnya.

Obat keputihan karena infeksi bakteri

Jika disebabkan karena infeksi bakteri, penggunaan krim atau antibiotik minum bisa membantu mengatasi cairan vagina yang keluar berlebihan dan berbau. Obat ini biasanya harus menggunakan resep dokter.

Beberapa obat keputihan karena infeksi bakteri vagina yang biasanya diresepkan dokter di antaranya:

  • Metronidazole (Flagyl, Metrogel-Vaginal, lainnya)
  • Metronidazole
  • Clindamycin (Cleocin, Clindesse, lainnya)
  • Tinidazole (Tindamax)

Jika Anda hamil dan mengalami kondisi ini, sangat penting bagi Anda untuk segera mengobatinya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi seperti kelahiran prematur atau berat badan bayi lahir rendah. Minumlah obat Anda atau gunakan krim atau gel selama dokter meresepkannya – bahkan jika gejala Anda sudah hilang. Menghentikan pengobatan lebih awal dapat meningkatkan risiko kekambuhan di kemudian hari.

Bagaimana cara mencegah keputihan?

Untuk menghindari keluarnya cairan dari vagina yang tidak normal, berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda dilakukan:

  • Cuci tangan sebelum maupun sesudah menyentuh area vagina.
  • Setelah buang air kecil, selalu basuh vagina Anda dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina dan menyebabkan infeksi.
  • Pastikan vagina sudah cukup basah sebelum Anda melakukan hubungan seksual untuk mencegah infeksi.
  • Gunakan detergen tanpa pewangi untuk mencuci pakaian Anda. Selain itu, pastikan Anda membilas pakaian sampai benar-benar bersih.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan hindari pakaian yang berbahan ketat.
  • Hindari penggunaan tisu dengan pewangi, sabun wangi, atau bedak pada vagina karena bisa mengiritasi kulit dan menganggu keseimbangan bakteri alami dalam vagina.
  • Sangat penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan vagina saat sedang menstruasi. Untuk itu, Anda perlu mengganti pembalut beberapa kali dalam sehari untuk menjaga vagina Anda dari infeksi.

Lantas, bagaimana cara mengatasi kondisi ini saat hamil?

Cara mengatasi keputihan saat hamil pada dasarnya sama dengan cara mengatasi keputihan secara keseluruhan. Kuncinya, selalu menjaga kebersihan vagina Anda. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi keputihan saat hamil di antaranya:

  • Saat dibersihkan, selalu usap area vagina dari depan ke belakang.
  • Hindari penggunaan celana yang terlalu ketat dan paparan cairan maupun spray beraroma pada vagina.
  • Sebaiknya, gunakan dalaman dengan bahan katun.
  • Jaga area kemaluan tetap kering. Ganti celana dalam saat terasa lembab.
  • Hindari melakukan douching vagina di bagian dalam vagina.
  • Hindari menggunakan sabun mandi untuk membersihkan vagina. Sebagai gantinya pakai pembersih kewanitaan khusus yang mengandung povidone-iodine pada bagian luar vagina yang dapat mengatasi dan meringankan gejala iritasi vagina

Baca Juga:

  • Cari Tahu Kapan Anda Sedang Ovulasi, Berdasarkan Warna Keputihan
  • Berbagai Penyebab Keputihan dan Gatal Pada Vagina
  • 7 Langkah Mencegah Keputihan

Sumber

3 Keuntungan dan Kerugian Jika Berpacaran Dengan Pria yang Lebih Muda

3 Keuntungan dan Kerugian Jika Berpacaran Dengan Pria yang Lebih Muda

Bagi sebagian besar wanita, pasangan ideal adalah pria yang usianya lebih tua beberapa tahun dari mereka. Namun, tidak sedikit wanita yang justru memiliki pasangan pria yang usianya lebih muda. Jika pria lebih muda bisa membuat nyaman, mengapa tidak?

Pada dasarnya, usia hanyalah sebuah angka yang tidak menentukan tingkat kedewasaan seseorang, tapi tak jarang Anda merasa bimbang apakah perlu melanjutkan hubungan ini atau tidak karena minder dan takut dianggap pasangan tidak ideal. Tenang, pertimbangkan dulu baik-buruknya pacaran dengan pria lebih muda lewat artikel berikut ini.

Kelebihan menjalin hubungan dengan pria lebih muda

Perbedaan usia terkadang membuat Anda bimbang untuk melanjutkan atau mengakhiri hubungan, terlebih bila Anda memiliki pacar yang berusia lebih muda. Anda mungkin berpikir pria lebih muda biasanya memiliki pemikiran yang belum dewasa dan mengharuskan Anda untuk lebih ngemong. Belum lagi hubungan asmara dengan pria lebih muda sering kali dipandang sebelah mata oleh orang lain.

Dibalik itu semua, ternyata ada beberapa kelebihan jika Anda memiliki hubungan asmara dengan pria lebih muda, di antaranya:

1. Pacaran jadi lebih menyenangkan

hubungan asmara

Menjalin hubungan asmara dengan pria lebih muda akan menghadirkan suasana baru dalam hidup Anda. Ya, gaya pacaran dengan pria lebih muda tentu akan berbeda bila Anda berpacaran dengan pria yang usianya lebih tua dari Anda.

Dilansir dari laman Shape, pria usia muda lebih suka berpetualang dan mengeksplor banyak hal, termasuk saat berpacaran. Pria usia muda cenderung memiliki ide-ide kreatif untuk menyenangkan hati Anda saat berpacaran, baik secara fisik dan emosional.

Dengan demikian, menjalin hubungan dengan pria lebih muda justru bisa membuat kisah asmara Anda semakin romantis dan harmonis. Tidak hanya itu, Anda akan merasa sangat diutamakan dan dihargai olehnya.

2. Lebih terbuka

mencari pasangan mirip orangtua

Dengan siapapun Anda menjalin hubungan, tentunya Anda ingin tahu seluk-beluk kehidupan pasangan, termasuk soal mantan pacar dan kehidupan asmaranya di masa lalu.

Menurut Samantha Daniels, seorang ahli jodoh profesional sekaligus pemimpin Samantha’s Table Matchmaking, semakin muda usia pasangan, maka ia akan semakin terbuka dengan Anda, baik itu tentang masa lalunya, mantan pacarnya, dan sebagainya.

Akan tetapi, Anda tetap perlu berkompromi dengan pasangan tentang hal ini untuk mencegah segala konflik. Ambil contoh, saat Anda dan pasangan dilanda konflik, mungkin Anda membutuhkan waktu sendiri untuk menenangkan diri, sementara pasangan mungkin ingin segera menyelesaikannya saat itu juga.

Hal-hal seperti itu yang harus didiskusikan bersama supaya hubungan asmara terus langgeng dan awet.

3. Jadi awet muda

Menghabiskan banyak waktu dengan pasangan yang lebih muda dapat membantu memunculkan aura jiwa muda Anda.Pasalnya, tidak menutup kemungkinan pasangan Anda akan mengajak Anda melakukan aktivitas yang mungkin belum pernah atau jarang Anda lakukan sebelumnya.

Misalnya saja menjelajah tempat-tempat menarik yang belum pernah Anda kunjungi. Ya, berpacaran dengan pria lebih muda dapat membuat Anda tersenyum lebih banyak dan membuat Anda awet muda.

Tetapi, pertimbangkan ini dulu saat ingin berhubungan dengan pria lebih muda

Dilansir dari Psychology Today, wanita sukses cenderung memilih untuk menjalin hubungan dengan pria lebih muda. Pasalnya, wanita sukses menjadi lebih terbuka untuk membantu pasangannya agar lebih semangat dan saling mendukung satu sama lain.

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan ketika berpacaran dengan pria yang usianya lebih muda dari Anda.

1. Perbedaan gaya hidup

memamerkan hubungan asmara

Hal yang bisa jadi hambatan saat menjalin hubungan dengan pria lebih muda adalah perbedaan gaya hidup. Pasalnya, tak jarang pria yang lebih muda cenderung memilih untuk berkumpul dengan teman-temannya ketimbang jalan dengan Anda. Ini mungkin akibat cara berpikirnya masih tak sedewasa Anda.

Sebelum hal ini memicu pertengkaran, baiknya Anda diskusikan dengan pasangan untuk menyesuaikan gaya hidup masing-masing. Buatlah komitmen dengan pasangan tentang pembagian waktu, kapan saatnya untuk hang out dengan teman-teman dan kapan waktunya berkencan dengan Anda.

2. Pria lebih muda cenderung takut berkomitmen

jarak usia pasangan

Saat Anda memilih untuk berpacaran dengan pria lebih muda, itu artinya Anda harus siap dengan cara dia berkomitmen. Pasalnya, pria yang berusia lebih muda cenderung takut untuk berkomitmen. Nah, hal ini akan menyulitkan hubungan asmara Anda berdua bila Anda menginginkan komitmen dalam hubungan.

Menurut Robi Ludwig yang merupakan seorang psikoterapis, pria yang berusia lebih muda cenderung belum siap dengan tekanan dan tanggung jawab pada sebuah komitmen.

Ini karena mereka belum cukup matang secara emosional, dengan kata lain bisa jadi pria tersebut belum siap untuk menuju ke jenjang selanjutnya. Artinya, Anda harus siap untuk menunggunya sampai dia siap untuk berkomitmen.

3. Sulitnya penerimaan dari pihak keluarga atau teman

hubungan tidak bahagia

Ketika ada perbedaan usia yang cukup jauh, biasanya pihak keluarga atau teman cenderung meragukan hubungan asmara Anda. Bahkan, bisa saja mereka tidak merestui hubungan Anda.

Salah satu contohnya, Anda menjadi sulit untuk bersosialisasi dengan teman-teman pasangan Anda, begitu juga sebaliknya. Akibatnya, kehidupan sosial Anda berdua menjadi canggung dan tidak mudah mendapatkan penerimaan dari kedua belah pihak.

Oleh karena itu, Anda berdua perlu berdiskusi satu sama lain untuk menemukan solusi terbaik guna mengatasi jurang perbedaan tersebut. Sebab, bukan hal yang mustahil untuk bisa mendapatkan restu dari pihak keluarga dan teman dari kedua belah pihak bila Anda berdua memang serius menjalani hubungan asmara ini.

Baca Juga:

  • Secara Psikologis, Laki-laki Lebih Senang Pamer Pasangan Dibanding Wanita
  • Siapa yang Lebih Cepat Move On Setelah Putus Cinta, Pria Atau Wanita?
  • Siapa yang Jatuh Cinta Duluan, Pria Atau Wanita? Ini Hasil Penelitiannya!

Sumber

4 Bahaya Kesehatan Akibat Punya Perut Buncit

4 Bahaya Kesehatan Akibat Punya Perut Buncit

Memiliki perut buncit ternyata bisa jadi akar dari segala masalah kesehatan lho! Apa saja masalah kesehatan yang bisa muncul akibat perut buncit? Simak ulasannya seputar perut buncit di bawah ini.

Kenapa perut bisa buncit?

Di dalam tubuh terdapat 2 jenis lemak, yakni lemak viseral (dalam rongga perut) dan lemak subkutan (berada di balik kulit). Seseorang bisa memiliki perut buncit karena terjadi tumpukan jenis lemak viseral yang berlebihan.

Lemak ini membungkus organ-organ di dalam rongga perut seperti pankreas, hati, dan usus. Menumpuknya lemak viseral ini bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari berat badan yang berlebih, kurangnya bergerak, kurang tidur, mengalami stres, kebiasaan makan yang buruk terutama sering makan makanan tinggi gula dan lemak trans, kondisi genetik, dan juga kondisi penuaan.

Bahayanya, lemak ini berbeda dengan lemak subkutan di balik kulit. Lemak viseral dapat memengaruhi fungsi hormon dalam tubuh. Itu mengapa, lemak viseral ini memiliki dampak yang lebih berbahaya bagi kesehatan.

Perut buncit mudahnya dapat diukur dari lingkar pinggang. Kalau lingkar pinggang sudah lebih dari 88 cm bagi perempuan, dan 102 cm bagi laki-laki, maka Anda perlu berhati-hati.

Kalau mau #HidupEnak sebaiknya jauhi perut buncit ini. Semakin tingginya lemak viseral dalam perut atau semakin besarnya lingkar pinggang, maka Anda kian berisiko untuk mengalami berbagai penyakit kronis tertentu.

Risiko penyakit yang bisa terjadi jika punya perut buncit

1. Serangan jantung, penyakit jantung, dan stroke

Lemak viseral ternyata bisa memicu terjadinya peradangan sehingga berisiko menimbulkan penyakit jantung. Dilansir dalam laman Web MD, Samuel Dagogo-Jack, MD, presiden dari American Diabetes Associattion mengatakan, lemak viseral yang membuat perut buncit adalah lemak pengahasil racun tubuh yang bekerja aktif, bukan hanya disimpan.

Di antara lemak-lemak viseral terdapat komponen kimiawi yang disebut dengan sitokin. Sitokin ini adalah zat yang meningkatkan risiko orang mengalami penyakit jantung. Selain itu, tingginya lemak viseral juga berkaitan dengan tingginya kolesterol LDL (lemak jahat) di dalam tubuh.

Kolesterol LDL yang terlalu berlebihan dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak di pembuluh darah. Plak ini bisa menyumbat aliran darah di pembuluh darah jantung sehingga menimbulkan gangguan pada jantung bahkan serangan jantung. Selain itu, kolesterol LDL yang juga bisa menyumbat bagian pembuluh darah di otak, sehingga dapat menimbulkan stroke.

2. Diabetes tipe 2

Perut buncit akibat tumpukan lemak viseral dapat menggangu kerja insulin dan akhirnya risiko diabetes tipe 2. Hal ini bisa saja terjadi meskipun Anda tidak memiliki riwayat keluarga yang diabetes melitus.

Dilansir dari laman Healthline, tumpukan lemak viseral menghasilkan retinol-binding protein yang dapat meningkatkan resistensi insulin. Sehingga, orang yang buncit memiliki risiko mengalami diabetes melitus yang lebih tinggi.

3. Tekanan darah tinggi

Lemak viseral juga dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat. Dilansir dalam American College of Cardiology, para peneliti menemukan bahwa keberadaan lemak viseral meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi lebih besar 22% dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki lemak viseral atau tidak memiliki perut buncit.

Dalam laman American Heart Association dijelaskan bahwa lemak viseral ini dapat meningkatkan tekanan darah dengan memengaruhi kondisi ginjal. Lemak viseral adalah lemak yang berada di sekitar organ-organ dalam di rongga perut, termasuk di sekitar ginjal dan kelenjar adrenal.

Kedua komponen ini adalah organ penting yang mengatur tekanan darah. Sehingga penekanan dari lemak viseral di sekitar ginjal dan kelenjar adrenal dapat memengaruhi peningkatan tekanan darah.

4. Kanker

Di antara tumpukan-tumpukan lemak viseral akan dihasilkan senyawa bernama sitokin. Sitokin ini akan menimbulkan peradangan di dalam tubuh. Peradangan ini yang memicu berubahnya sel sehat menjadi sel kanker.

Jenis kanker yang paling sering terjadi akibat perut buncit adalah kanker payudara dan kolorektal. Dilansir dalam laman Medical News Today, para peneliti menemukan bahwa lemak viseral juga menghasilkan zat yang bernama fibroblast growth factor-2 (FG2) lebih banyak dibandingkan dengan lemak subkutan.

Keberadaan FG2 yang banyak ini akan mendorong sel-sel tubuh yang masih normal berubah menjadi sel kanker. Oleh karena itu, lemak viseral si pembuat perut buncit ini dianggap jenis lemak yang paling berbahaya.

Lalu bagaimana solusi untuk mencegahnya?

Pastinya Anda tidak ingin penyakit-penyakit berbahaya itu menghampiri Anda karena perut buncit, bukan? Oleh karena itu, mulailah dari hal sederhana saja seperti memilih camilan yang sehat.

Nah, salah satu camilan yang bukan hanya sehat tetapi juga enak dan mudah didapatkan adalah kacang kedelai.

Bukan hanya sebagai sumber protein nabati yang dibutuhkan tubuh, kandungan serat kacang kedelai juga cukup tinggi . Dalam data komposisi pangan dari Kementrian Kesehatan RI, 100 gram kacang kedelai mengandung 2.9 gram serat. Kandungan serat inilah yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan saluran pencernan dan juga menjaga berat badan.

Ditambah lagi, kacang kedelai memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga bisa membantu mengontrol rasa lapar Anda.

Nah, oleh karena itu, menjadikan kacang kedelai sebagai camilan sehari-hari tentunya akan membuat Anda #HidupEnak tanpa perlu berurusan dengan perut buncit lagi. Penyakit pun akan pergi menjauh dari tubuh Anda.

Baca Juga:

  • Tips Mudah Mengecilkan Perut Buncit
  • 9 Penyebab Perut Buncit Meski Badan Tidak Gemuk
  • 5 Kebiasaan yang Diam-diam Menyebabkan Perut Buncit

Sumber

Apakah Pembengkakan Prostat Bikin Seks Tak Menggairahkan Lagi?

Apakah Pembengkakan Prostat Bikin Seks Tak Menggairahkan Lagi?

Pembengkakan prostat yang terjadi bukan akibat kanker disebut dengan benign prostatic hyperlapsia (BPH). Kondisi ini biasanya terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Gejalanya antara lain jadi sering buang air kecil dan kencing tidak tuntas. Selain itu, pembengkakan prostat ternyata juga berpengaruh pada kehidupan seksual pria. Wah, apa saja efeknya yang perlu diwaspadai? Bisakah kondisi ini dikendalikan? Baca terus penjelasan di bawah ini untuk mencari tahu jawabannya.

Bagaimana pembengkakan prostat memengaruhi kehidupan seks Anda?

Efek pembengkakan prostat pada kehidupan seks setiap pria berbeda-beda. Ini tergantung dari seberapa parah kondisi Anda, pengobatan yang diberikan dokter, dan ketahanan tubuh masing-masing. Akan tetapi, hal-hal berikut ini sangat mungkin terjadi sebagai efek dari pembengkakan prostat.

1. Impotensi (disfungsi ereksi)

Efek dari pembengkakan prostat yang pertama adalah impotensi. Impotensi atau disebut juga disfungsi ereksi merupakan kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi (penis mengeras saat terangsang). Meskipun kondisi ini umumnya disebabkan oleh masalah kesehatan lain seperti penyakit jantung, diabetes, kadar testosteron yang rendah, serta masalah psikologis tertentu, pembengkakan prostat bisa jadi salah satu pemicunya.

Selain itu, kondisi ini biasanya diakibatkan oleh prosedur transurethral resection of the prostate (TURP). Prosedur bedah ini memang biasanya dilakukan pada pasien BPH. Dikutip dari Healthline, sekitar 5-10 pria mengalami impotensi setelah menjalani pembedahan ini.

Selain prosedur TURP, obat untuk mengobati pembengkakan prostat yakni alpha blocker juga dapat menyebabkan kesulitan ejakulasi dan disfungsi ereksi. Alpha blocker seperti doxazosin (Cardura) dan terazosin (Hytrin) membuat pria lebih susah berejakulasi karena cara kerja obat ini yaitu mengendurkan kandung kemih dan sel-sel otot prostat.

2. Ejakulasi retrogade

Tak hanya itu, prosedur TURP juga menyebabkan ejakulasi retrogade atau yang disebut juga dengan orgasme kering. Hal ini membuat air mani (sperma) yang seharusnya keluar saat orgasme malah masuk kembali ke kandung kemih, bukan keluar melalui penis seperti seharusnya.

Menurut Harvard Medical School, sebanyak 50-75 persen pria yang menjalani TURP mengalami ejakulasi retrograde. Kondisi ini tidak berbahaya, hanya saja bisa membuat pria tidak subur. Selain itu, hal ini juga bisa mengurangi kepuasan seksual pasangan Anda.

3. Gairah seksual menurun

Inhibitor alpha reductase seperti dutasteride dan finasteride merupakan obat yang sering diresepkan oleh dokter untuk pasien pembengkakan prostat. Sayangnya, obat ini memiliki efek samping yaitu menyebabkan penurunan gairan seksual pada pria. Pria yang mengonsumsi obat-obatan ini juga dapat mengalami jumlah sperma yang lebih rendah, volume sperma berkurang, dan gerakan sperma yang lebih lambat.

pijat prostat mengatasi disfungsi ereksi

Cegah dan atasi pembengkakan prostat dengan cara berikut

Untuk menghindari dampak negatif pembengkakan prostat pada kehidupan seksual Anda, lakukan cara-cara di bawah ini untuk mencegah dan mengatasi permasalahan prostat yang Anda miliki.

1. Menerapkan gaya hidup sehat

Dosen urologi di Southern Illinois University School of Medicine, dr. Kevin T. McVary menyatakan beberapa faktor risiko pembengkakan prostat dan impotensi sama dengan faktor risiko untuk penyakit jantung dan diabetes. Oleh karena itu, ubah gaya hidup Anda dengan menerapkan pola makan serta pola hidup yang sehat untuk menjaga keseluruhan tubuh yang menghindari Anda dari masalah seksual.

Lebih jauh, dr. Y. Mark Hong, pakar urologi di Phoenix, Amerika Serikat menyarankan pria untuk menghindari makanan kemasan yang sudah diproses berkali-kali di pabrik. Usahakan untuk memilih makanan yang masih segar. Ikan salmon, misalnya, merupakan makanan antiradang yang kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan prostat. Selain itu, sayuran seperti brokoli, bayam, dan kembang kol juga baik untuk kesehatan prostat.

Tak hanya itu, Anda juga perlu menjaga berat badan tetap ideal dan sehat. Untuk itu, lakukan olahraga secara rutin dan teratur. Konsultasikan pada dokter Anda jenis olahraga apa yang baik untuk pasien pembengkakan prostat.

2. Minum obat untuk impotensi

Obat untuk impotensi juga bisa membantu meringankan pembengkakan prostat. Akan tetapi, obat ini tidak bisa digunakan untuk semua orang dengan pembengkakan prostat. Orang dengan BPH yang memiliki riwayat serangat jantung, stroke, dan hipertensi tidak disarankan untuk mengonsumi pil ini. Lebih jelasnya, tanyakan langsung pada dokter yang menangani Anda.

3. Pembedahan

Jika obat-obatan tidak mempan, dokter biasanya akan menganjurkan operasi. Berikut empat jenis pembedahan yang biasanya dilakukan.

  • TURP (transurethral resection of the prostate), pembedahan dengan menghilangkan beberapa jaringan prostat. Sayangnya, prosedur ini sering berdampak masalah ejakulasi dan impotensi.
  • TUIP (transurethral incision of the prostate), yaitu pembuatan alur di prostat.
  • TUMT (thermotherapy microwave transurethral), yakni penghancuran jaringan prostat berlebih menggunakan gelombang mikro.
  • Pengangkatan uretra prostat, di mana jaringan prostat dipindahkan jauh dari uretra.

Baca Juga:

  • Kenali Bedanya Gejala Kanker Prostat dan Prostat Bengkak Akibat BPH
  • 4 Obat Herbal Paling Ampuh untuk Mengatasi Prostat Bengkak
  • Rutin Berlari Bagi Pria Dapat Mencegah Disfungsi Ereksi (Impotensi)
  • 5 Tanaman Herbal Terbaik untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi

Sumber

Apa Itu Gangguan Autoimun dan Bagaimana Mencegahnya?

Apa Itu Gangguan Autoimun dan Bagaimana Mencegahnya?

Gangguan autoimun adalah sebuah gangguan yang terjadi akibat gagalnya sistem pertahanan tubuh dalam mengenali tubuh sendiri, sehingga sistem imun bergerak menyerang tubuh yang sehat karena dianggap sebagai benda asing yang harus dihancurkan. Bila kegagalan ini dibiarkan berlarut-larut, maka fungsi tubuh akan terganggu dan rusak karena serangan sistem imun tersebut.

Apa saja penyakit yang disebabkan gangguan autoimun?

Dulu, gangguan dan penyakit autoimun jarang disebut-sebut karena memang penyebab dan prosesnya masih membingungkan. Banyaknya penelitian mengenai autoimun menyebabkan penyakit ini semakin dikenal.

Kini, sudah lebih dari 100 penyakit yang termasuk dalam gangguan autoimun. Beberapa di antaranya adalah penyakit yang sudah tak asing lagi di telinga, yaitu diabetes pada anak, diabetes tipe 1, demam rematik, psoriasis, endometrosis, lupus, dan banyak lainnya.

Siapa yang berisiko mengalami gangguan autoimun?

Ternyata wanita memiliki risiko sebesar 75% untuk terkena gangguan autoimun. Kondisi autoimun juga diturunkan secara genetik, dan penyakit autoimun yang diderita tidak selalu sama.

Contohnya saja, seorang wanita yang memiliki penyakit autoimun berupa penyakit tiroid hashimoto, anaknya mungkin memiliki diabetes anak, sementara ibunya menderita psoriasis.

Autoimun juga lambat untuk dikenali dan didagnosis, sehingga kondisi tersebut dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan sudah telanjur parah sampai akhirnya didiagnosis dan ditangani.

Bagaimana cara mengurangi risiko terkena gangguan autoimun?

Nyatanya, belum diketahui apa saja hal-hal yang memicu risiko gangguan autoimun. Namun, ada beberapa hal yang dapat diterapkan dalam keseharian untuk mencegah penyakit ini, di antaranya:

1. Temukan metode relaksasi yang tepat untuk mengatasi stres

Tak diragukan lagi jika stres dapat mengganggu keseimbangan dan kesehatan tubuh. Gangguan kesehatan yang berlarut-larut akan menurunkan kemampuan sistem imun tubuh, dan dapat berkembang menjadi penyakit autoimun. Maka dari itu, cari cara-cara yang nyaman bagi Anda untuk relaksasi dan mencegah stres dalam aktivitas sehari – hari.

2. Cukupi kebutuhan tubuh akan omega 3

Omega 3 dikenal akan kebaikannya untuk perkembangan dan fungsi otak. Namun, ternyata omega 3 juga merupakan anti peradangan alami yang berperan untuk mengatasi radang pada tubuh.

Asupan omega 3 yang cukup akan membantu sistem imun untuk tetap aktif dan bekerja optimal sehingga terhindar dari kegagalan fungsi yang dapat berkembang menjadi penyakit autoimun.

3. Perkuat sistem imun dengan olahraga rutin

Olahraga selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kesehatan tubuh. Begitupun dengan gangguan autoimun. Olahraga dan aktivitas fisik yang rutin dilakukan sehari-hari akan mengatur sistem hormon, enzim dan sel-sel tubuh untuk bekerja secara optimal.

Baca Juga:

  • Waspada, 3 Jenis Penyakit Autoimun Ini Paling Sering Menyerang Wanita
  • 6 Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum (dan Mungkin Anda Idap)
  • Apa Itu Penyakit Lupus? Benarkah Tak Bisa Disembuhkan?

Sumber

Tak Hanya Lemak, Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

Tak Hanya Lemak, Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

Saat melihat orang yang bertubuh gemuk, mungkin yang terlintas dalam pikiran Anda adalah orang tersebut pasti terlalu banyak makan makanan berlemak. Namun ternyata, tubuh gemuk atau obesitas tidak selalu disebabkan oleh makanan tinggi lemak, tapi juga bisa akibat kebanyakan makan garam alias makanan asin. Kok bisa, ya? Berikut penjelasannya.

Awas gemuk jika kebanyakan makan garam

Makanan tanpa diberikan garam sama sekali tentu tidak sedap. Garam sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan serta meningkatkan fungsi otot dan saraf. Namun, bukan berarti Anda bisa menggunakan garam sebanyak-banyaknya. Bila Anda penggemar makanan asin, hati-hati dengan risiko hipertensi, serangan jantung, stroke, hingga obesitas.

Pada tahun 2015, para peneliti asal Inggris dan Cina melaporkan bahwa anak-anak dan orang dewasa yang menjalani diet tinggi garam ternyata mengalami kenaikan lemak tubuh.

Hasil riset menunjukkan bahwa setiap satu gram garam dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak-anak sebesar 28 persen dan pada orang dewasa sebesar 26 persen. Para ahli menduga hal ini disebabkan karena kebanyakan makan garam dapat mengubah cara tubuh dalam membakar lemak.

Lalu, kenapa garam bisa bikin tubuh jadi gemuk?

Tubuh memiliki mekanisme alami yang memberi tahu Anda kapan harus berhenti makan dan kapan harus mulai makan. Saat Anda kebanyakan makan garam, tubuh akan jadi tidak peka dan tak mendeteksi tanda harus berhenti makan. Hal ini yang kemudian membuat Anda jadi lebih banyak makan.

Selain itu, kebanyakan makan garam juga membuat Anda menjadi lebih cepat haus dan banyak minum. Akibatnya, tubuh menahan lebih banyak air sehingga otomatis berat badan ikut bertambah.

Hal ini diperparah dengan kemampuan garam yang menahan air di dalam tubuh. Semakin banyak cairan yang Anda minum maka semakin banyak pula cairan yang menumpuk akibat tingginya kadar garam.

Bahkan, tambahan satu gram garam meja yang setara dengan 400 miligram natrium dapat menambah berat badan hingga 1 kilogram. Namun perlu dicatat bahwa berat badan yang bertambah bukanlah karena timbunan lemak, tetapi karena air.

Kabar baiknya, penambahan berat badan ini bersifat sementara. Ketika Anda mengurangi makan makanan asin, maka air yang tertahan di tubuh akan keluar sehingga berat badan Anda ikut berkurang. Jadi, ada baiknya Anda menghindari kebanyakan makan garam kalau ingin tubuh tetap langsing.

Menurut Lisa Moscovitz, R.D., ahli gizi sekaligus pendiri NY Nutrition Group, garam tidak bekerja sendirian dalam membuat berat badan bertambah, seperti dilansir dari Women’s Health. Faktanya, makanan asin biasanya juga banyak mengandung lemak dan gula, contohnya pada keripik, sosis, dan kornet.

Saat Anda makan makanan asin, maka otomatis kandungan lemak dan gula dalam tubuh Anda akan bertambah sehingga berat badan Anda akan ikut naik lebih cepat.

Dalam sehari, berapa banyak garam yang boleh dikonsumsi?

Kalau Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, sebaiknya hindari konsumsi makanan asin dan makanan kemasan yang tinggi garam. Ketimbang menambahkan banyak garam agar makanan menjadi lebih gurih, gunakan bumbu lainnya seperti bawang putih atau lada hitam yang memberikan rasa asin yang lebih alami. Semakin banyak rasa yang Anda tambahkan, maka semakin sedikit garam yang Anda butuhkan.

Walau begitu, bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi garam sama sekali. Menurut Kementerian Kesehatan, batas maksimal dari makan garam dalam satu hari adalah 1 sendok teh atau setara dengan 5 gram (2000 miligram natrium) untuk orang dewasa. Sementara untuk usia yang lebih muda atau anak-anak, maka kebutuhan garam per harinya tentu lebih sedikit dari orang dewasa.

Jangan lupa untuk selalu membaca label informasi gizi pada kemasan yang dapat membantu Anda mengendalikan kadar garam. Untuk mengetahui berapa kadar garam dalam makanan kemasan, Anda bisa melihat kandungan natrium pada produk tersebut. Pilihlah jenis makanan yang kadar natriumnya rendah atau bahkan tidak ada sama sekali.

Sebagai gantinya, Anda juga bisa memilih bahan makanan alami yang rendah natrium, seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan yang tentunya lebih sehat untuk Anda.

Baca Juga:

  • Bingung Kenapa Rambut Rontok? Mungkin Anda Kurang Garam
  • Mana yang Lebih Bahaya: Kebanyakan Gula Atau Kebanyakan Garam?
  • Sering Kencing di Malam Hari? Coba Kurangi Makanan Bergaram

Sumber

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Munculnya bintik atau bercak putih di puting susu mungkin akan membuat Anda khawatir. Terkadang bintik-bintik ini membuat area payudara Anda sakit atau nyeri. Sebenarnya apa penyebab munculnya bintik-bintik atau bercak putih di sekitar puting payudara? Apakah bisa hilang? Temukan jawabannya di sini.

Penyebab bercak putih di puting susu

Sumber: Australian Breastfeeding Association

Bintik atau bercak putih di puting susu payudara bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari yang sepele hingga yang perlu perhatian khusus.

Kenapa bisa muncul bercak putih ini di area puting susu? Berikut penyebab bercak putih di puting susu dan cara mengatasinya.

1. Kehamilan dan perubahan hormon

Puting susu mengalami beberapa perubahan selama kehamilan, seperti munculnya benjolan kecil di sekitar areola Anda. Benjolan ini disebut dengan tuberkel Montgomery, yaitu kelenjar yang melepaskan zat berminyak untuk menjaga puting tetap lembut dan lentur.

Kelenjar ini juga berfungsi melumasi puting Anda dan memberitahu bayi Anda untuk menyusui dengan aroma khusus yang dikeluarkan. Aroma zat berminyak ini mendorong dan membantu bayi dalam menemukan puting susu ketika pertama kali menyusui.

Perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan kelenjar ini membesar. Namun, kondisi ini bisa juga terjadi saat seorang wanita tidak hamil atau menyusui. Perubahan hormon lainnya dapat menimbulkan hal yang sama pada puting susu Anda.

Penyebab perubahan hormon wanita yang paling umum antara lain siklus menstruasi, minum pil KB, atau memasuki masa menopause.

Bagaimana cara mengatasinya?

Tuberkel Montgomery tidak berbahaya dan tidak perlu perawatan khusus. Kondisi ini umumnya akan kembali normal begitu kadar hormon Anda juga sudah stabil. Akan tetapi, bintik-bintik ini tidak boleh dipencet karena ini dapat menyebabkan infeksi.

2. Pori-pori puting susu tersumbat

Saat Anda menyusui buah hati Anda, susu mengalir keluar dari puting melalui lubang yang disebut pori-pori. Terkadang, pori-pori puting ini dapat tersumbat oleh gumpalan susu.

Jika kulit Anda menutup pori-pori puting, terbentuklah lepuhan susu. Saluran di belakang puting juga bisa tersumbat.

Lepuhan susu dapat menimbulkan bintik atau bercak putih di puting susu Anda, yang bisa sangat menyakitkan seperti terasa tertusuk. Lepuhan ini bisa berwarna kuning muda atau merah jambu, dan kulit di sekitarnya berubah menjadi merah.

Saat menyusui, tekanan yang diberikan bayi untuk mengisap puting biasanya akan menghilangkan sumbatan. Namun, jika sumbatan tidak hilang, Anda bisa mengalami infeksi payudara yang disebut dengan mastitis.

Bagaimana cara mengatasinya?

Jika pori-pori puting tidak hilang dengan sendirinya, Anda dapat melakukan beberapa hal ini untuk membantu mengatasinya.

  • Kompres air hangat pada payudara dan puting susu sebelum menyusui.
  • Kompres air dingin setelah menyusui untuk mengurangi ketidaknyamanan.
  • Mandi air hangat dan usap lembut puting susu yang tersumbat dengan handuk.
  • Arahkan bayi untuk menyusui dari payudara yang pori-pori putingnya tersumbat terlebih dahulu.
  • Posisikan rahang bawah bayi dekat dengan benjolan yang disebabkan oleh saluran yang tersumbat.
  • Minum obat pereda nyeri (acetaminophen atau ibuprofen), untuk mengurangi ketidaknyamanan.

Ketika tumbuh kulit di atas pori-pori puting dan lepuhan susu, perawatan di atas mungkin tidak selalu berhasil untuk membuka pori-pori yang tersumbat.

Anda perlu mengunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Dokter mungkin akan menggunakan jarum steril untuk membuka pori-pori puting yang tersumbat.

3. Abses subareolar

Abses subareolar adalah penumpukan nanah di jaringan payudara yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini sering diakibatkan oleh mastitis yang tidak ditangani dengan baik sampai tuntas.

Abses ini tidak selalu terjadi ketika wanita menyusui, melainkan juga bisa disebabkan oleh bakteri yang masuk ke jaringan payudara melalui luka, seperti adanya jerawat atau tindik puting.

Bagaimana cara mengatasinya?

Abses subareolar biasanya diobati dengan menggunakan antibiotik. Namun, terkadang jika abses tidak sembuh, dokter mungkin akan menyarankan operasi untuk mengeluarkan nanah dari jaringan payudara.

4. Infeksi jamur

Infeksi jamur yang sering disebut thrush disebabkan oleh Candida albicans. Anda bisa memiliki kondisi ini jika Anda atau bayi baru saja mengonsumsi antibiotik atau mengalami infeksi jamur vagina.

Selain menimbulkan bintik-bintik atau bercak putih di puting susu, puting Anda juga akan jadi merah dan terasa sangat menyakitkan. Infeksi jamur ini sangat menular, jadi Anda bisa menyebarkannya ke bayi Anda dan sebaliknya.

Bagaimana cara mengatasinya?

Dokter akan memberikan obat antijamur untuk Anda dan bayi Anda, berupa krim atau juga obat minum. Selain itu, cuci bra Anda sesering mungkin dan jagalah agar payudara tetap kering selama masa perawatan.

5. Herpes

Meskipun virus herpes simpleks biasanya menginfeksi mulut dan alat kelamin, ini juga dapat memengaruhi payudara. Biasanya, herpes di payudara berpindah ke ibu dari bayinya yang baru terinfeksi selama menyusui.

Herpes tampak seperti benjolan kecil yang dipenuhi cairan dan kemerahan pada puting. Ketika benjolan sembuh, mereka membentuk scabs. Bayi Anda mungkin memiliki benjolan yang sama pada kulit mereka.

Bagaimana cara mengatasinya?

Jika Anda curiga Anda kena herpes, segera temui dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Umumnya, dokter akan menyarankan Anda dan bayi minum obat antivirus selama sekitar seminggu untuk membersihkan infeksi.

Selain itu, pompa ASI juga perlu dilakukan sampai bintik-bintik putih hilang.

Baca Juga:

  • Puting Susu Sakit Saat Menyusui? Coba Kompres Pakai Cara Mudah Ini
  • Mengatasi Puting Susu Lecet Pada Ibu Menyusui
  • Kenapa Pria Punya Puting Susu dan Apa Fungsinya

Sumber

5 Langkah Perawatan di Rumah untuk Kulit Berminyak

5 Langkah Perawatan di Rumah untuk Kulit Berminyak

Minyak di kulit wajah manusia sebenarnya berfungsi untuk melindungi kulit. Namun, ketika terlalu banyak, kulit jadi tersumbat sehingga memicu jerawat. Ada juga faktor lain yang menyebabkan jerawat, termasuk stres dan perubahan aktivitas hormon, wanita hamil, dan mereka yang menggunakan pil kontrasepsi.

Namun, kulit berminyak untungnya lebih sedikit memunculkan keriput sehingga membuat Anda terlihat lebih muda, dibanding dengan orang yang punya kulit normal atau kering. Meski begitu, jenis kulit ini membutuhkan perhatian lebih, karena perlu lebih menjaga kebersihan dibanding jenis kulit lain. Berikut tips-tips yang dapat Anda coba di rumah. Pastikan Anda tidak memiliki alergi pada bahan-bahan di bawah ini sebelum mencoba.

Bagaimana cara merawat kulit berminyak di rumah?

1. Cuci muka dengan benar

  • Sebagai cara merawat kulit berminyak yang paling dasar, silakan cuci muka Anda dengan air hangat. Air hangat dapat mengangkat minyak lebih baik dari air dengan suhu normal.
  • Setelahnya, pilih produk pembersih yang tepat. Apakah Anda lebih menyukai pembersih cair atau pembersih sabun batangan, semua boleh dipakai, yang penting hindari produk pembersih yang mengandung pelembap. Sabun batang sebenarnya lebih efektif tapi ada banyak juga sabun cair yang diformulasikan untuk kulit berminyak.
  • Jika Anda memiliki kulit berminyak dan berjerawat, pilih sabun antibakteri yang diformulasikan dengan benzoil peroksida atau triclosan. Zat ini mencegah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.
  • Gunakan produk pembersih yang mengandung asam alpha-hidroxy (AHA) seperti asam sitrat, asam laktat, atau asam glikolat. AHA dapat membantuk mengelupas sel-sel kulit mati serta mengurangi minyak di pori pori.

2. Buat toner Anda sendiri

  • Setelah mencuci muka, Anda bisa merendam kapas dengan minyak yang mengandung witch hazel sebagai cara merawat wajah berminyak. Setelah direndam, oleskan di wajah. Gunakan dua kali sehari selama dua sampai tiga minggu. Setelah minggu ketiga, gunakan sekali sehari. Witch hazel mengandung tanin, yang memiliki efek astringent, membuat pori-pori jadi lebih kencang, minyak pun keluar lebih sedikit.
  • Daun mint juga dapat menjadi bahan untuk membuat toner sendiri yang tentunya bisa menjadi cara merawat kulit berminyak. Coba rendam herbal tersebut dengan air mendidih, biarkan selama 30 menit, kemudian saring dan ambil cairannya saja. Setelah dingin, oleskan secara merata pada wajah Anda. Jika ada cairan yang tersisa, cairan tersebut dapat disimpan selama tiga hari ke depan di dalam suhu ruangan, bahkan lima hari jika dimasukkan ke dalam kulkas.

3. Pijat lembut wajah Anda

Serbuk dengan butiran halus (scrub) dapat membantu menyerap minyak dan menyingkirkan sel-sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Anda bisa melakukan scrubbing pada kulit wajah dengan rutin sebagai salah satu cara merawat kulit berminyak. Caranya, giling dan saring 2 sendok teh oatmeal kering, kemudian kemudian campurkan dengan minyak witch hazel agar menjadi sebuah adonan kental. Pijat wajah Anda menggunakan adonan ini dengan lembut, kemudian bilas bersih dengan air hangat.

4. Gunakan masker wajah antiminyak

  • Masker telur putih diyakini dapat mengencangkan kulit dan menyerap minyak. Anda bisa mencoba menggunakan masker telur putih ini sebagai cara merawat wajah berminyak dari bahan alami. Coba campurkan satu sendok teh madu dengan putih telur, aduk rata. Kemudian tambahkan tepung secukupnya agar membentuk adonan kental. Oleskan masker ke wajah Anda, hindari daerah mata. Biarkan kering sekitar 10 menit kemudian bilas dengan air hangat.
  • Jus lemon digunakan untuk masker antiminyak, bersama dengan zat lain seperti apel. Masukkan apel ke dalam panci, lalu didihkan sampai lembut, hancurkan apel, tambahkan satu sendok teh jus lemon dan satu sendok teh minyak lavender,atau minyak peppermint. Oleskan campuran ini ke wajah Anda, biarkan selama 5 menit, lalu bilas dengan air hangat.

5. Pilih makeup yang benar

  • Jika Anda menggunakan makeup, gunakan bedak loose face powder pada wajah Anda. Hindari menggunakan pressed powder karena dapat memunculkan noda, bahkan memicu terjadinya jerawat pada kulit berminyak
  • Sediakan blotting paper atau kertas minyak untuk menyerap minyak pada wajah. Anda dapat membelinya di toko yang menjual produk perawatan kulit sebagai pertolongan pertama untuk membersihkan wajah Anda.

Baca Juga:

  • 8 Langkah Mencuci Muka Dengan Benar Jika Punya Kulit Berminyak
  • Bagaimana Cara Memilih Sabun Pembersih Wajah yang Cocok Buat Saya?
  • 3 Makanan yang Bisa Membuat Kulit Makin Berminyak

Sumber

Muncul Benjolan di Payudara Saat Hamil, Wajar Atau Tidak?

Muncul Benjolan di Payudara Saat Hamil, Wajar Atau Tidak?

Kehamilan akan mengubah banyak hal pada tubuh Anda, termasuk payudara Anda. Selain bertambah besar, Anda mungkin akan puting susu Anda mungkin jadi lebih sensitif dari biasanya. Perubahan lainnya berkaitan dengan kelenjar yang berada di sekitar area payudara, tepatnya di areola. Perubahan ini adalah munculnya benjolan di payudara saat hamil dan menyusui. Tenang, kondisi yang dikenal dengan istilah tuberkel Montgomery ini tergolong normal, kok.

Apa itu tuberkel Montgomery?

Tuberkel Montgomery adalah benjolan kecil pada puting susu dan areola (area sekitar puting yang berwarna gelap). Hal ini wajar terjadi selama kehamilan dan menyusui. Kelenjar Montgomery bertugas mengeluarkan kelenjar minyak (sebasea) yang membantu melumasi aerola dan puting susu selama kehamilan dan menyusui. Karena itu, kelenjar ini akan membesar dan mempersiapkan ibu menghadapi masa menyusui.

Jumlah benjolan pada setiap orang berbeda-beda. Beberapa mungkin hanya memiliki sedikit, sementara yang lain mungkin punya lebih banyak. Wanita hamil mungkin memiliki antara 2-28 benjolan pada setiap puting susu, bisa juga lebih.

Benjolan di payudara ini kadang menjadi lebih menonjol ketika puting mendapatkan stimulasi atau selama kehamilan dan menyusui. Benjolan serta areola bisa menjadi lebih berwarna gelap dan lebih besar. Penelitian telah menemukan antara 30-50 persen wanita hamil mengalami tuberkel Montgomery.

Benjolan di payudara ini akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika benjolan tampak meradang atau nyeri, mungkin kelenjar ini mengalami infeksi atau sedang tersumbat. Segera periksa ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Anda bisa mengenali tuberkel Montgomery dengan mencari benjolan di payudara yang kecil dan timbul di sekitar areola. Namun, benjolan kecil ini juga bisa muncul di puting susu. Benjolan biasanya terlihat seperti beruntusan.

perawatan payudara saat hamil

Apa saja penyebab tuberkel Montgomery?

Perubahan hormon sering menjadi penyebab tuberkel Montgomery membesar di sekitar puting, terutama selama masa kehamilan, sekitar pubertas, dan pada saat menstruasi.

Perubahan payudara sering merupakan gejala awal kehamilan. Jadi, tuberkel Montgomery di sekitar puting susu mungkin merupakan salah satu gejala pertama kehamilan. Jika Anda melihat benjolan ini dan memiliki gejala kehamilan lainnya, Anda harus melakukan tes kehamilan di rumah. Jika positif, dokter dapat mengonfirmasi kehamilan Anda.

Kemudian pada kehamilan, Anda mungkin melihat peningkatan benjolan pada puting Anda saat tubuh bersiap untuk menyusui. Puting Anda bisa menjadi lebih gelap dan lebih besar saat kehamilan Anda berlanjut. Ini benar-benar normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Tuberkel Montgomery memungkinkan Anda untuk menyusui dengan lancar dan dilumasi. Kelenjar ini mengeluarkan minyak yang bersifat antibakteri, sehingga menjaga payudara dari kuman selama menyusui. Sekresi kelenjar ini dapat membuat air susu ibu (ASI) tidak terkontaminasi sebelum tertelan oleh bayi.

Selain itu, aroma yang dikeluarkan dari kelenjar ini dapat dideteksi oleh bayi sehingga membantu mengarahkan bayi ke payudara untuk menempel saat menyusui.

Penting bagi ibu menyusui untuk tidak mencuci puting mereka dengan sabun. Juga hindari disinfektan atau zat lain yang bisa mengeringkan atau merusak area di sekitar puting susu. Sebaliknya, bilas payudara Anda dengan air selama mandi.

Penyebab umum lainnya termasuk:

  • Stres berlebihan.
  • Kadar hormon tidak seimbang.
  • Kanker payudara.
  • Perubahan fisik tubuh, seperti kenaikan atau penurunan berat badan.
  • Obat-obatan tertentu.
  • Stimulasi puting susu.
  • Menggunakan pakaian atau bra yang ketat.

Meski begitu, tidak semua wanita hamil mengalami benjolan payudara atau tuberkel Montgomery. Jadi jangan khawatir kalau Anda belum melihat adanya benjolan di payudara pada saat hamil.

Benjolan di payudara yang perlu perawatan khusus

Tuberkel Montgomery atau benjolan di payudara ini bisa menjadi tersumbat, meradang, atau terinfeksi. Jika Anda mengalami beberapa kondisi di bawah ini, segera hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

  • Benjolan payudara menjadi kemerahan atau bengkak yang menyakitkan di sekitar area puting.
  • Perubahan payudara yang tidak biasa lainnya.
  • Mengalami keputihan dan Anda tidak sedang menyusui.
  • Mengalami gatal dan ruam pada payudara.
  • Terdapat darah pada benjolan di payudara.
  • Benjolan berisi nanah (abses).

Dalam kasus yang jarang terjadi, perubahan penampilan di sekitar area puting mungkin merupakan gejala kanker payudara. Beri tahu dokter Anda segera jika Anda melihat gejala lain kanker payudara, termasuk benjolan keras di payudara, perubahan bentuk atau ukuran payudara atau puting susu, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, penurunan berat badan yang tidak terkendali, dan keluar cairan di puting susu.

Apa yang harus dilakukan pada benjolan tuberkel Montomery?

Benjolan di payudara karena tuberkel Montgomery biasanya normal dan payudara Anda tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Benjolan biasanya akan mengecil atau hilang sendiri setelah kehamilan dan menyusui.

Jika Anda tidak hamil atau menyusui dan ingin menghilangkan benjolan ini, dokter mungkin merekomendasikan operasi. Ini adalah tindakan operasi kosmetik, dan mungkin disarankan jika benjolan payudara ini menyebabkan rasa sakit atau peradangan.

Jangan menghilangkan benjolan dengan memencetnya hingga pecah. Ini justru akan meningkatkan risiko infeksi pada puting susu Anda. Selain itu, juga akan menyebabkan rasa nyeri dan sakit yang lebih buruk.

Jika Anda ingin mengurangi ukuran benjolan Montgomery di rumah dan Anda tidak sedang hamil atau menyusui, Anda dapat mencoba pengobatan rumah berikut:

  • Tekan handuk yang telah dicelupkan ke dalam air hangat ke puting susu Anda selama sekitar 20 menit setiap malam.
  • Oleskan gel lidah buaya, shea butter, atau cocoa butter di sekitar puting Anda.
  • Perbanyak minum air putih dan kurangi asupan gula.
  • Makan makanan yang sehat, dan kurangi gula dan garam untuk mengurangi kondisi sumbatan pada kelenjar yang dapat meningkatkan ukuran benjolan di payudara.

Anda juga bisa menjaga kebersihan dan kesehatan area payudara Anda termasuk puting susu dan areola. Berikut tips untuk menjaga puting dan areola tetap bersih dan lembap selama kehamilan dan menyusui.

  • Cuci payudara dengan air bersih, hindari sabun dan disinfektan yang menyebabkan kulit kering dan iritasi.
  • Jangan gunakan astringen karena dapat mengganggu produksi minyak dari kelenjar Montgomery.
  • Anda dapat mengoleskan beberapa tetes air susu (ASI) setelah menyusui ke puting dan areola untuk tambahan kelembapan.
  • Jika kulit puting susu dan areola pecah-pecah atau sakit, gunakan lanolin yang dimodifikasi untuk mempercepat penyembuhan. Pastikan untuk membersihkannya sebelum menyusui buah hati Anda.
  • Anda dapat menggunakan breast shells yang dapat membantu melindungi puting susu dari rasa sakit saat menyusui. Atau nipple shields untuk melindungi puting susu selama menyusui.

Baca Juga:

  • 5 Jenis Benjolan Payudara yang Bukan Kanker
  • Kenali 5 Tanda Perubahan Puting Payudara yang Harus Anda Waspadai
  • 6 Fakta Menggoda Tentang Puting Payudara yang Mungkin Belum Anda Tahu

Sumber

Batasan Makan Udang dan Kepiting yang Aman, Agar Kolesterol Tidak Naik

Batasan Makan Udang dan Kepiting yang Aman, Agar Kolesterol Tidak Naik

Rasa udang dan kepiting yang gurih serta tekstur dagingnya yang lembut membuat orang suka lupa diri saat makan. Nah, udang dan kepiting digadang-gadang tinggi akan kandungan kolesterol yang perlu diwaspadai. Namun, apakah ini benar? Lalu seberapa banyak batasan makan udang dan kepiting agar kadar kolesterol darah tetap stabil? Ini dia ulasannya.

Berapa batas asupan kolesterol yang aman?

Kolesterol tidak sepenuhnya jahat, justru berfungsi bagi tubuh. Akan tetapi, American Hearth Association menyatakan bahwa bahwa asupan kolesterol makanan harus dibatasi per harinya. Batasi kolesterol tidak lebih dari 300 mg per hari.

Kadar kolesterol yang tak terkendali dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Pertama, kolesterol yang terlalu banyak di dalam tubuh dapat menyebabkan aterosklerosis, yakni penumpukan kadar kolesterol di pembuluh darah arteri. Selanjutnya, tumpukan kolesterol ini yang disebut plak akan mengganggu aliran darah. Pembuluh darah yang tersumbat akan menimbulkan masalah mulai dari angina (nyeri dada), serangan jantung, hingga stroke.

Kolesterol di udang dan kepiting setinggi apa, sih?

Udang

manfaat makan udang

Dalam 100 gram udang mentah, Anda mendapatkan 166 mg kolesterol. Udang memang memiliki 85 persen kandungan kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan jenis seafood lainnya seperti ikan tuna. Bayangkan jika Anda menggoreng udang, kolesterolnya tentu akan naik lebih tinggi lagi.

Makan udang 100 gram saja sudah memenuhi lebih dari separo kebutuhan kolesterol harian Anda. Padahal, dalam sehari asupan kolesterol bisa ditemukan dari mana saja, tak cuma dari makan udang. Belum lagi kalau Anda makan udang lebih dari 100 gram.

Tingginya kadar kolesterol ini yang menjadi alasan para tenaga kesehatan menyarankan Anda agar jangan makan udang kebanyakan.

Meskipun termasuk tinggi kolesterol, bukan berarti udang meningkatkan kadar kolesterol jahat (kolesterol LDL) di dalam tubuh. Dilansir dari Medical News Today, udang juga dapat meningkatkan kolesterol baik (kolesterol HDL) yang penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Itulah mengapa Anda sebenarnya tentu boleh saja makan udang, tapi perhatikan porsinya supaya tidak terlalu berlebihan dan menyebabkan kolesterol melonjak naik.

Kepiting

Makan Kepiting Saat Hamil

Dibandingkan dengan makan udang, daging kepiting mengandung kadar kolesterol yang lebih rendah.

Dalam 100 gram kepiting Anda mendapatkan 55-59 mg kolesterol. Namun, ada juga kepiting jenis blue crab yang bisa mengandung 97 mg kolesterol. Daging kepiting mirip seperti udang memiliki kandungan protein yang tinggi tapi rendah lemak dan kalori. Apalagi kandungan kolesterolnya jauh lebih sedikit dibandingkan udang.

Karena kadar kolesterolnya lebih rendah, kepiting bisa dibilang lebih aman dikonsumsi untuk menjaga kenaikan kolesterol darah. Namun, tidak seperti udang, ada kekurangan lain yang dimiliki kepiting. Kepiting secara alami tinggi akan kadar natrium, sehingga beberapa orang yang mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) tetap diimbau untuk membatasi makan kepiting, tidak perlu berlebihan.

Batasan makan udang dan kepiting agar kolesterol tetap stabil

USDA, yakni kementerian pertanian Amerika Serikat dalam laman Choose My Plate menganjurkan untuk mengonsumsi seafood jenis ikan atau kerang-kerangan sebagai sumber protein harian amannya sekitar 8 ons per minggu atau sekitar 226 gram dalam seminggu.

Dari acuan ini, Anda dapat memperkirakan asupan udang dan kepiting yang Anda inginkan selama satu minggu atau satu bulan ke depan.

Contohnya, satu porsi udang biasanya hanya sekitar 3 ons atau 85 gram. Dari 85 gram udang per hari, Anda sudah bisa memenuhi hampir setengah dari asupan kolesterol yang dibutuhkan dalam sehari. Jika dalam sehari Anda mengikuti acuan ini, maka Anda boleh makan udang sebanyak 2-3 kali per minggu agar kadar kolesterol darah tetap stabil.

Untuk daging kepiting, Anda masih boleh makan sampai 3-4 kali dalam seminggu. Satu sajian kepiting sebesar 85 gram menyumbang sekitar 97 mg kolesterol dalam sehari. Meskipun bisa dikonsumsi lebih banyak dibandingkan udang, hati-hati dengan kandungan natrium yang lebih tinggi dibandingkan udang.

Selain itu, untuk mengimbangi asupan kolesterol yang berasal dari kepiting atau udang, Anda perlu mengonsumsi makanan rendah kolesterol seperti susu tanpa lemak, buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Serta sebaiknya Anda juga melakukan olahraga teratur 30 menit per hari, mengurangi rokok dan mengonsumsi obat penurun kolesterol jika kadar kolesterol Anda tinggi.

Baca Juga:

  • Tips Sehat Makan Seafood Supaya Kolesterol Tidak Makin Melonjak
  • Makan Seafood Saat Hamil, Boleh atau Tidak?
  • Bolehkah Ibu Makan Seafood Selama Masa Menyusui?

Sumber