Penulis: admin

Mencoba Diet Neutropenik yang Bisa Menambah Daya Tahan Tubuh

Mencoba Diet Neutropenik yang Bisa Menambah Daya Tahan Tubuh

Sudah mencoba cara diet baru yang satu ini? Ya, diet neutropenik ini muncul dengan ciri dan prinsip yang khas, berbeda dengan diet-diet lainnya. Penasaran apa itu diet neutropenik? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu diet neutropenik?

Diet neutropenik adalah prinsip makan yang bertujuan mengurangi kontaminasi bakteri yang masuk ke dalam makanan. Jadi, diet neutropenik adalah diet yang dipercaya bisa membantu tubuh terhindar dari infeksi.

Faktanya, diet ini cukup sering disarankan untuk orang yang mengalami kanker, karena tubuh mereka sangat rentan terserang infeksi. Diet ini juga baik bagi orang yang memiliki kondisi kekebalan tubuh yang buruk, khususnya bagi orang yang mengalami neutropenia.

Neutropenia adalah kondisi saat tubuh tidak bisa memproduksi sel darah putih (neutrofil) dalam jumlah yang cukup (jumlah neutrofil dibawah normal). Neutrofil adalah sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi. Jika jumlah neutrofil sedikit, maka sistem kekebalan akan menurun, akhirnya tubuh rentan terserang penyakit.

Supaya bisa jauh dari penyakit infeksi, maka prinsip utama dari diet neutropenik adalah menghindari makanan mentah dan yang tidak dimasak dengan sempurna. Selain itu, dalam menerapkan diet ini Anda juga harus memerhatikan kebersihan bahan makaan serta alat makan.

Bagaimana cara menerapkan diet neutropenik?

Pada intinya makanan yang harus dihindari adalah segala makanan yang tidak matang sempurna atau masih mentah seperti salad, telur setengah matang, dan makanan lainnya yang disajikan mentah.

Sedangkan yang boleh dimakan adalah:

  • Susu. Semua susu pasteuriasi dan produk susu lainnya termasuk keju, yogurt, dan es krim
  • Pati. Semua sumber pati yang matang diperbolehkan. Contohnya, pasta, roti, sereal, ubi, jagung, kentang. Selama semua matang ini aman dikonsumsi
  • Sayuran. Semua sayuran yang dimasak aman.
  • Buah. Semua buah segar, buah kalengan, maupun jus buah diperbolehkan. Sebelumnya semua buah harus dicuci dan dikupas dengan bersih
  • Protein. Daging yang dimasak hingga benar-benar matang dan daging kalengan. Telur rebus juga aman dikonsumsi
  • Minuman. Semua air yang sudah matang, minuman kaleng atau botol juga boleh dikonsumsi.Namun pastikan tidak terjadi kontaminasi dengan air mentah. Misalnya, menggunakan es batu dari air mentah saat minum.

Pilih juga makanan yang disimpan dalam keadaan tertutup rapat dibandingkan dengan makanan yang terbuka.

Beberapa hal yang harus disiapkan sebelum memulai diet neutropenic

Sebelum memulai diet neutropenik ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk mengolah makanan dengan aman dan tetap bersih. Ingat, tujuan utama melaksanakan diet ini adalah mengurangi kontaminasi dari bakteri atau virus melalui makanan atau minuman. Maka itu yang perlu dilakukan adalah:

  • Membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan, setelah keluar dari toilet, serta setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Memastikan semua peralatan makan dan memasak selalu bersih.
  • Hindari makanan mentah, khususnya daging dan telur setengah matang. Masak semua bahan hingga matang.
  • Cuci bersih buah dan sayuran segar sebelum dimakan atau dikupas, hindari air sumur jika belum disaring atau direbus. Air kemasan lebih aman khususnya yang sudah memiliki label sebagai air suling, atau air yang disaring dengan baik.

menjaga kebersihan makanan

Diet neutropenik bukan hanya mengatur makanan, tapi juga pengolahannya

Saat menyiapkan makanan

Ketika menyiapkan makanan diet neutropenik, pastikan talenan, pisau, dan alat lainnya berbeda-beda untuk makanan matang maupun mentah. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

  • Idealnya, Anda harus memiliki 3 jenis talenan, misalnya dibedakan dalam 3 warna. Satu warna untuk daging mentah, satu talenan untuk daging yang sudah matang, dan satu lagi untuk bahan makanan lainnya seperti sayur.
  • Cuci buah dan sayuran semua sisinya sebelum dimakan.
  • Cuci kaleng makanan terlebih dahulu sebelum Anda membukanya.
  • Taruh daging dan daging unggas di dalam kulkas (chiller), bukan di suhu ruang. Pertumbuhan bakteri akan terjadi sangat cepat pada suhu ruang.
  • Pastikan semua makanan yang akan dimakan sudah panas secara menyeluruh

Saat memanaskan makanan

  • Makanan yang sudah dipanaskan harus dimakan dalam 24 jam setelah dipanaskan.
  • Jangan memanaskan makanan yang sudah dibuat lebih dari satu kali.
  • Makan nasi segera setelah dimasak. Serta hindari memanaskan kembali nasi yang sudah dimasak, karena dilansir dalam The Association of UK Dietitians, terdapat spora dari bakteri Bacillus cereus dan Bacillus subtilis pada nasi yang bisa menyebabkan penyakit.

Apa diet ini benar-benar bisa mencegah infeksi?

Berdasarkan temuan saat ini, memang belum ada cukup penelitian sebagai bukti mengenai diet neutropenic efektif mencegah infeksi dari bakteri atau virus. Namun, beberapa institusi seperti Oncology Nursing Society Cancer dan juga Comprehensive Cancer Network mengadopsi diet ini sebagai rekomendasi.

Meskipun belum ada pembuktian cukup bahwa diet ini mampu menangkal infeksi, namun diet ini bisa mengajak orang untuk memerhatikan kebersihan makanannya agar terhindar dari bakteri atau virus yang mudah menjangkit tubuh manusia.

Baca Juga:

  • 6 Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak
  • 5 Fakta Menarik yang Perlu Anda Tahu Tentang Sistem Kekebalan Tubuh
  • Liburan Ternyata Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Sumber

Benarkah Garam Tidak Boleh Dimasak Karena Akan Jadi Racun?

Benarkah Garam Tidak Boleh Dimasak Karena Akan Jadi Racun?

Semakin hari, semakin banyak isu mengenai kesehatan maupun makanan yang disebarluaskan melalui media sosial. Salah satunya adalah isu bahwa garam tidak boleh dimasak. Banyak yang percaya garam bisa berubah menjadi racun apabila diolah dan dimasak. Wah, apa mungkin kandungan garam akan berubah menjadi racun saat dimasak? Tenang, ini dia ulasan lengkapnya.

Apa sebenarnya kandungan garam dapur?

Garam adalah sumber makanan terbesar yang menyediakan mineral bernama natrium untuk tubuh. Garam sering disebut juga dengan natrium klorida sebab garam terdiri dari 40 persen natrium, dan 60 persen klorida. Kandungan garam ini adalah mineral yang bertindak sebagai elektrolit penting dalam tubuh.

Mineral-mineral ini membantu menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan fungsi otot tubuh secara keseluruhan. Maka itu, sangat penting untuk mendapatkan asupan garam dalam makanan sehari-hari Anda, tapi jangan sampai berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat meningkatkan risiko mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung.

Dalam satu hari, anjuran konsumsi garam yang tepat adalah kurang dari satu sendok teh untuk orang dewasa. Sedangkan untuk anak usia 5 tahun ke atas, batas aman asupan garam dalam sehari yaitu setengah sampai tiga perempat sendok teh.

Apa yang terjadi saat garam dimasak? Apa benar berubah jadi racun?

Garam adalah kumpulan dari zat mineral. Memasak tidak mengurangi kadar mineral dalam makanan dalam jumlah yang besar. Kalaupun berkurang, jumlahnya pun tidak terlalu banyak. Mineral dalam makanan yang biasanya tidak dipengaruhi oleh proses memasak yakni kalsium, natrium, yodium, besi, zinc, mangan, dan kromium.

Betulkah garam tidak boleh dimasak?

Memasak garam tidak akan mengubah mineral ini menjadi racun. Seperti yang sudah diulas sebelumnya, kandungan garam adalah mineral. Mineral ini tidak berubah menjadi racun atau zat berbahaya selama garam tersebut memang dibuat dengan bahan yang aman, tidak diberikan campuran tertentu oleh produsennya.

Maka, isu bahwa garam tidak boleh dimasak merupakan hoaks yang tidak terbukti kebenarannya.

Kapan sebaiknya memasukkan garam dalam makanan?

Paul Breslin, seorang profesor dari Departemen Ilmu Gizi Rutgers University mengatakan bahwa untuk memasak, sebaiknya bubuhkan garam sedikit pada awal masak, kemudian masukkan lagi nanti pada akhir proses memasak.

Ketika garam dimasukan dari awal proses pemasakan, garam akan langsung berikatan dengan protein yang ada dalam makanan. Selanjutnya, akan terbentuk ikatan molekul yang besar.

Namun, ikatan molekul besar ini hanya sekadar menambahkan kadar natrium yang meresap ke dalam makanan saja, sedangkan rasa asinnya pun tidak begitu terasa. Maka, lidah Anda merasa masakan tersebut kurang asin, akhirnya ditambahkan garam lagi hingga rasanya cukup asin. Kalau sudah begini, Anda bisa jadi mengonsumsi garam berlebihan.

Oleh karena itu, pemberian garam sebaiknya dibagi dua kali. Anda tetap membutuhkan garam pada proses awal masak dan juga di akhir.

Kemudian, pada akhir proses pemasakan, masukkan garam secukupnya. Dengan cara membagi ini, makanan akan terasa lezat, dan mencegah konsumsi darah yang cara itu.

Selain dari waktunya, Anda juga bisa mengolah makanan berdasarkan jenis makanan apa yang akan Anda masak. Sebagai contoh:

  • Saat memasak daging sebaiknya tambahkan daging pada bagian awal. Ketika daging dimasak, sel-selnya cenderung akan menutup dan mengerut sehingga daging akan lebih sulit untuk menyerap rasa. Oleh karena itu, sebaiknya tambahkan garam ke daging mentah bersama bumbu lainnya sehingga semua rasa bisa diserap dengan baik pada masakan.
  • Saat menumis sayuran, jangan lupa tambahkan garam pada akhir proses memasak Anda untuk mendapatkan tekstur sayuran yang masih renyah dan tidak lembek. Garam cenderung menarik kelembapan dari sayuran. Maka itu, jika Anda menambahkannya di awal, maka sayuran akan lebih cepat layu dan basah.

Baca Juga:

  • Apa yang Terjadi Kalau Anak Kelebihan atau Kekurangan Asupan Garam?
  • Mana yang Lebih Bahaya: Kebanyakan Gula Atau Kebanyakan Garam?
  • 6 Bahaya Pada Tubuh Jika Makan Garam Terlalu Banyak

Sumber

5 Jenis Obat Keputihan, Berdasarkan Masing-Masing Penyebabnya

5 Jenis Obat Keputihan, Berdasarkan Masing-Masing Penyebabnya

Keputihan normal terjadi ketika wanita sedang dalam masa suburnya. Masa subur adalah periode menjelang menstruasi saat indung telur memproduksi sel telur sehingga produksi lendir (yang dikeluarkan lewat vagina dan dikenal dengan keputihan) menjadi lebih banyak. Bila ada perubahan yang tidak normal pada cairan keputihan, bisa jadi ada suatu penyakit. Misalnya menjadi lebih banyak, berbau, berubah warna, dan disertai rasa gatal atau nyeri pada vagina. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan mengenai obat keputihan berdasarkan penyebabnya berikut ini.

Obat keputihan berdasarkan penyebabnya

Vagina adalah organ intim wanita yang sangat sensitif, jadi butuh perhatian ekstra dalam menjaga kebersihannya. Bila Anda mengalami keputihan yang tidak seperti biasanya terjadi, sebaiknya lakukan pemeriksaan kepada dokter terlebih dahulu. Melakukan diagnosis sendiri dan pengobatan tanpa resep dari dokter, kemungkinan bisa memperburuk kondisi Anda.

Keputihan yang disebabkan oleh penyakit biasanya memiliki gejala yang serupa. Tapi, obat keputihan yang digunakan kemungkinan besar berbeda. Oleh sebab itu, diagnosis dokter diperlukan supaya pengobatan yang Anda lakukan lebih cepat dalam menyembuhkan penyakit.

1. Infeksi bakteri vagina (bacterial vaginosis)

Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan bakteri Gardnerella vaginitis pada vagina yang menyebabkan lendir menjadi lebih banyak, lebih tipis, dan berwarna keabuan disertai bau amis. Wanita yang mengalami kondisi ini akan merasa nyeri saat melakukan hubungan seks atau buang air kecil.

Antibiotik adalah obat keputihan akibat bacterial vaginosis yang direkomendasikan dokter. Misalnya yaitu:

Metronidazole (Flagyl)

Antibiotik ini tersedia dalam bentuk pil atau gel yang dioleskan pada vagina. Di antara antibiotik lain, metronidazole paling efektif untuk menekan pertumbuhan bakteri. Sayangnya, efek samping yang ditimbulkan lebih banyak dibanding obat lain. Efek samping yang mungkin terjadi adaah sakit perut atau mual. Hindari minum alkohol ketika menggunakan obat ini.

Tinidazole (Tindamax)

Sama seperti metronidazole, antibiotik ini juga menghambat pertumbuhan bakteri pada vagina. Namun, efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit. Untuk mengobati infeksi bakteri vagina, obat ini hanya tersedia dalam bentuk krim yang dioleskan tipis-tipis pada vagina. Hindari minum alkohol selama meminum tinidazole.

Clindamycin (Cleocin, Clindesse, dll)

Antibiotik ini hanya tersedia dalam bentuk krim yang dioleskan pada vagina. Krim clindamycin dapat merusak karet kondom setidaknya tiga hari setelah berhenti menggunakan krim.

2. Trikomoniasis

Penyakit menular seksual ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis yang menginfeksi vagina sehingga lendir berubah warna menjadi kuning kehijauan dan berbau. Gejala lain yang biasanya muncul adalah rasa gatal dan nyeri pada vagina saat buang air kecil atau melakukan hubungan seksual.

Trikomoniasis disebabkan oleh parasit; maka obat yang dapat digunakan adalah antibiotik, yaitu metronidazole (flagyl) atau tinidazole yang berbentuk pil dalam dosis tunggal. Bukan hanya pasien, pasangannya juga harus melakukan pemeriksaan atau mengikuti pengobatan untuk menghindari penularan.

3. Gonore

Sama seperti trikomoniasis, gonore juga merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Wanita yang mengalami kondisi ini akan merasakan panas, gatal, dan nyeri saat buang air kecil sehingga vagina menjadi bengkak dan kemerahan. Keputihan yang muncul pada kondisi ini berasal dari nanah biasanya akan dikeluarkan bersama dengan urine.

Awalnya, penicilin adalah obat yang umum digunakan untuk gonore ringan. Namun, untuk gonore tingkat lanjut bakteri menjadi lebih kebal terhadap antibiotik ini sehingga lebih sulit untuk diobati. Selain penicilin, antibiotik lain yang digunakan untuk menyembuhkan gonore, meliputi:

Azitromisin

Tidak seperti penicilin, antibiotik ini memiliki efek samping yang lebih sedikit pada sistem pencernaan. Azitromisin merupakan obat lanjutan yang digunakan jika penicilin tidak mampu menyembuhkan gonore.

Doxycycline

Antibiotik ini digunakan sebagai alternatif jika azitromisin tidak mampu melawan bakteri. Namun, tidak dianjurkan digunakan untuk wanita hamil atau berencana untuk memiliki anak karena dapat menyebabkan bayi lahir dengan kondisi cacat.

Doxycycline diberikan satu dosis satu kali seminggu. Efek samping yang timbulkan adalah kulit jadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jadi, pasien harus menghindari sinar matahari selama pengobatan dengan menggunakan pelindung kulit atau pelembap tabir surya.

Ceftriaxone

Obat ini diresepkan bersama azitromisin untuk menyembuhkan gonore yang lebih parah. Kombinasi kedua antibiotik mampu menghambat pertumbuhan bakteri gonore.

Eritromisin

Penyakit gonore dapat ditularkan dari ibu kepada anaknya, jika sang ibu terkena penyakit ini selama masa kehamilan. Eritromisin hanya digunakan pada bayi yang lahir dan mendapatkan infeksi gonore dari ibunya dengan cara disuntikkan.

4. Klamidia

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Kadang penyakit ini tidak menimbulkan gejala, tapi keputihan yang berlebihan bisa menjadi tanda awal. Sama seperti gonore, penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual. Gejala yang muncul seiring dengan arahnya kondisi, meliputi rasa nyeri dan panas saat buang air atau melakukan hubungan seks, sakit perut disertai demam.

Pengobatan obat antibiotik kombinasi azitromisin dengan doxycycline dapat menyembuhkan klamidia hingga 90 persen. Selain itu, tersedia juga amoxicillin, tapi tidak umum digunakan untuk menyembuhkan klamidia. Antibiotik levofloxacin atau ofloxacin digunakan jika bakteri sudah resistan (kebal) terhadap antibiotik lain.

5. Infeksi jamur vagina

Jamur Candida yang hidup di sekitar vagina bisa terus berkembang biak dan menyebabkan infeksi jamur vagina. Keputihan yang muncul akibat kondisi ini biasanya lebih tebal dan berwarna putih, tapi tidak berbau. Selain itu, gejala ain yang ditimbulkan adalah rasa sakit dan panas pada vagina saat buang air kecil atau melakukan hubungan seksual.

Kondisi ini dapat diobati dengan obat antijamur dalam bentuk krim, salep, atau tablet. Contohnya miconazole, terconazole, clotrimazole, atau butoconazole. Obat-obatan tersebut digunakan untuk pengobatan jangka pendek selama tiga sampai tujuh hari, hasilnya mampu dapat membersihkan penyebab jamur vagina. Kemudian, tersedia juga flukozanol yang digunakan selama tiga hari untuk menangani gejala berat.

Baca Juga:

  • 10 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Wanita Tentang Keputihan (Wajib Tahu Jawabannya!)
  • Kenali Ciri-ciri Keputihan Normal yang Biasa Terjadi Pada Wanita
  • 6 Penyebab Sakit Perut yang Disertai Keluarnya Keputihan Berbau

Sumber

Benarkah Seks Bikin Tidur Lebih Nyenyak?

Benarkah Seks Bikin Tidur Lebih Nyenyak?

Berhubungan seksual dengan pasangan bisa dilakukan kapan saja sesuai keinginan dan kenyamanan Anda. Tetapi ternyata, melakukan hubungan seksual sebelum tidur bisa menjadi solusi bagi Anda yang kesulitan tidur di malam hari. Pasalnya, setelah berhubungan seks, tidur bisa lebih nyenyak. Apakah benar? Simak faktanya di sini.

Tidur lebih nyenyak, setelah berhubungan seks

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hubungan seksual sebelum tidur mungkin bisa menjadi kunci untuk tidur nyenyak. Penelitian ini dilakukan dengan mendata 460 orang dewasa antara usia 18-70 tahun.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 64 persen dari responden melaporkan tidur lebih nyenyak setelah hubungan seks. Namun, hubungan seksual yang mencapai orgasme.

Tak hanya melakukan hubungan seksual dengan pasangan, tapi masturbasi hingga orgasme sebelum tidur bisa membuat Anda terlelap. Hal ini juga merupakan hasil dari penelitian tersebut, yang melaporkan bahwa 50 persen dari responden mengalami hal ini.

Bagaimana bisa tidur lebih nyenyak setelah berhubungan seks?

Sebenarnya, ada beberapa hal yang membuat Anda dan pasangan jadi tidur lebih nyenyak setelah berhubungan seks.

1. Tubuh terasa lelah

Berhubungan seksual bisa membuat denyut jantung berdebar sehingga tubuh terasa jadi lebih lelah setelahnya. Ketika tubuh merasa lelah, tentu Anda akan jauh lebih mudah terlelap dalam tidur.

2. Merasa bahagia dan nyaman

Melakukan hubungan seks hingga orgasme, membuat tubuh melepaskan hormon oksitosin yang membuat otak Anda merasa lebih aman dan tenang. Hormon ini bisa dikatakan sebagai obat penenang.

Bercinta dengan pasangan juga dapat menurunkan kadar hormon stres yaitu kortisol. Saat Anda melakukan hubungan seks, Anda tidak memikirkan apa yang harus dilakukan pada hari berikutnya dan pikiran lain yang membebankan Anda. Pikiran Anda teralihkan dan akhirnya tingkat stres menurun.

Perubahan-perubahan hormonal ini membuat tubuh Anda dalam keadaan rileks, sehingga Anda lebih mudah untuk tidur.

3. Perubahan hormon

Saat orgasme, kadar hormon estrogen juga meningkat. Hal ini dapat meningkatkan siklus rapid eye movement (REM). Ketika seseorang mengalami lebih banyak siklus REM, maka kualitas tidurnya lebih baik dan sudah pasti nyenyak. Mimpi juga banyak muncul ketika siklus REM terjadi.

Maka itu, jauhkan ponsel dari genggaman dan dekati pasangan

Sebaiknya ganti waktu yang Anda habiskan untuk menatap layar ponsel dengan membangun keintiman yang berkualitas dengan pasangan. Pasalnya membangun hubungan intim dengan pasangan sebelum tidur lebih membuat Anda tidur nyenyak.

Sementara menghabiskan waktu dengan menatap layar ponsel sebelum tidur, dapat mengganggu kehidupan seks Anda. Sebuah penelitian melaporkan bahwa orang yang menganggap pasangannya terlalu terikat dengan ponselnya memiliki hubungan seksual yang kurang puas.

Selain itu, cahaya yang dipancarkan dari ponsel juga bisa mengganggu tidur Anda. Jadi, ketika saatnya untuk bersantai di malam hari, jauhkan ponsel Anda dan jadikan pasangan Anda sebagai prioritas, untuk menciptakan tidur yang lebih nyenyak.

Tidur nyenyak dapat bermanfaat untuk tubuh dalam menguatkan sistem kekebalan tubuh dan memiliki lebih banyak energi untuk beraktivitas di siang hari.

Baca Juga:

  • 6 Hal yang Paling Diidamkan Pria dari Wanita Saat Berhubungan Seksual
  • Hubungan Seksual di Usia Tua, Sehat atau Berbahaya?
  • Harus Seberapa Sering Berhubungan Seks Supaya Bisa Kurus?

Sumber

4 Kiat Mengurangi Efek Samping Antibiotik Secara Alami

4 Kiat Mengurangi Efek Samping Antibiotik Secara Alami

Ketika Anda kena infeksi bakteri, minum antibiotik adalah cara yang tepat untuk mengembalikan daya tahan tubuh dengan cara membunuh bakterinya. Sama seperti obat lainnya, antibiotik juga dapat memicu beberapa efek samping yang membuat tubuh tidak terasa nyaman. Hal ini membuat beberapa orang merasa enggan periksa ke dokter dan minum obat antibiotik ketika sedang sakit. Lantas, bagaimana cara mengurangi efek samping antibiotik tersebut? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Berbagai efek samping antibiotik yang perlu Anda ketahui

Antibiotik termasuk ke dalam golongan obat yang membutuhkan resep dokter. Antibiotik biasa digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti radang tenggorokan, bronkitis, pneumonia, dan infeksi saluran kemih.

Selain menyembuhkan penyakit, antibiotik juga dapat menyebabkan beberapa efek samping, di antaranya:

  • Sakit perut
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Hilangnya nafsu makan

Pada beberapa kasus, efek samping antibiotik juga dapat berupa timbulnya ruam, batuk, hingga sulit bernapas. Kasus ini sangat jarang terjadi, kemungkinan disebabkan oleh alergi obat. Karena itu, segera konsultasikan pada dokter jika Anda mulai merasakan salah satu atau beberapa efek samping setelah minum antibiotik.

Perlu dicatat juga bahwa tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik, misalnya hanya sekadar flu atau pilek. Flu dan pilek adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus sehingga tidak akan efektif jika diobati dengan antibiotik. Bila antibiotik tetap digunakan, maka ini justru akan memicu timbulnya efek samping antibiotik seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat juga dapat membuat bakteri lebih resistan alias kebal dengan antibiotik. Akibatnya, Anda rentan terkena infeksi yang sama dan lebih susah sembuh di kemudian hari.

Cara alami mengatasi efek samping antibiotik

Jika Anda mulai merasakan salah satu atau beberapa efek samping antibiotik, Anda tidak dianjurkan untuk langsung berhenti minum antibiotik tanpa anjuran dari dokter. Sebab, ini akan membuat penyakit Anda kembali lagi, bahkan lebih kuat dari sebelumnya. Akibatnya, penyakit tersebut akan lebih kebal terhadap antibiotik yang Anda minum sehingga waktu penyembuhannya menjadi lebih lama.

Selain dengan berobat ke dokter, efek samping antibiotik juga dapat diatasi dengan beberapa bahan alami. Nah, cara alami untuk mengatasi efek samping antibiotik adalah sebagai berikut:

1. Suplemen probiotik

suplemen probiotik

Minum antibiotik nyatanya tidak hanya membunuh bakteri penyebab penyakit, tetapi juga menghilangkan bakteri baik dalam usus (probiotik). Padahal, probiotik ini dibutuhkan untuk menjaga sistem pencernaan Anda tetap sehat.

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2008, minum suplemen probiotik dapat membantu mencegah masalah pencernaan akibat antibiotik, seperti dilansir dari Very Well. Hal ini turut didukung oleh Dr. Michael Rabovsky dari Cleveland Clinic yang mengungkapkan bahwa probiotik terbukti mampu mencegah diare.

Selain dalam bentuk suplemen, Anda juga bisa mendapatkan asupan probiotik dari makanan yang difermentasi, seperti yogurt dan kefir. Namun, pastikan bahwa obat antibiotik Anda telah habis terlebih dahulu sebelum Anda minum suplemen atau makan makanan yang mengandung probiotik.

2. Teh herbal

minum teh setiap hari

Jika Anda merasa mual setelah minum antibiotik, cobalah untuk minum teh jahe untuk mengurangi efek sampingnya. Kalau Anda tidak suka jahe, pilih teh daun raspberry yang dapat membantu mengobati diare akibat minum antibiotik.

3. Milk thistle

tanaman Blessed Thistle adalah

Obat apa pun yang Anda minum, termasuk antibiotik, umumnya akan diproses oleh hati untuk dipecah. Hal ini membuat organ hati menjadi stres dan penuh dengan racun. Untuk mengatasinya, Anda bisa menetralisir racun di hati dengan milk thistle.

Milk thistle adalah suatu bahan alami yang dapat membantu membersihkan hati dari efek obat-obatan. Herbal yang satu ini dapat mengeluarkan racun dari hati sehingga sistem pencernaan menjadi lebih lancar.

Meski demikian, konsultasikan pada dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengonsumsi bahan-bahan alami tersebut.

4. Atur pola makan

pola makan sehat

Redakan efek samping antibiotik dengan mengatur jenis makanan yang dikonsumsi, yaitu dengan perbanyak makan buah-buahan, sayuran, dan sumber protein tanpa lemak. Selain itu, hindari berbagai makanan berminyak seperti gorengan agar tidak memperberat kerja lambung dan menyebabkan sakit perut.

Agar efek samping antibiotik semakin mudah diatasi, jangan lupa untuk selalu menerapkan pola hidup sehat seperti olahraga teratur, istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih, dan mengendalikan stres. Dengan demikian, Anda pun lebih mudah untuk mengurangi masalah kesehatan akibat minum antibiotik.

Baca Juga:

  • “Minum Antibiotik Harus Sampai Habis”, Anjuran Minum Obat yang Sudah Basi
  • 6 Bahaya Beli Antibiotik Tanpa Resep Dokter
  • Terlalu Sering Minum Antibiotik? Ini Akibatnya

Sumber

5 Jenis Perawatan Dokter Kulit yang Paling Populer di Indonesia

5 Jenis Perawatan Dokter Kulit yang Paling Populer di Indonesia

Setiap orang ingin memiliki kulit sehat, bersih, dan bebas dari masalah. Sayangnya, banyak orang tidak mau repot untuk merawat kulitnya sendiri. Padahal, merawat kulit penting bagi semua kalangan untuk menjaga kesehatan kulitnya. Berhubung merawat kulit memang bukan pekerjaan mudah dan butuh kesabaran yang tinggi, mengetahui berbagai macam perawatan di dokter kulit beserta manfaatnya adalah hal yang penting.

Simak serba-serbi perawatan di dokter kulit yang paling popular untuk membantu mengatasi masalah kulit Anda dalam artikel ini.

Perawatan di dokter kulit yang paling populer

1. Chemical peeling

Chemical peeling adalah perawatan yang dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti kulit kusam, berjerawat, bekas luka, keriput, hingga garis-garis halus di wajah.

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengoleskan cairan kimia yang mengandung asam glikolat atau asam trikloroasetat pada kulit. Bahan kimia tersebut berguna untuk mengangkat sel kulit mati sehingga kulit terluar Anda akan mengelupas. Kulit lama yang mengelupas akan digantikan dengan lapisan kulit baru yang lebih muda, lembut, dan cerah di bawahnya.

Efek samping yang dapat muncul dari perawatan ini adalah bila pemilihan jenis cairan peelingnya tidak tepat, sehingga dapat menimbulkan kemerahan atau bekas hiperpigmentasi pada kulit. Oleh sebab itu, selalu konsultasi dulu ke dokter atau spesialis kulit sebelum menjalani prosedur ini.

2. Collagen induction theraphy (microneedling)

Microneedling akhir-akhir ini menjadi salah satu jenis perawatan wajah yang cukup populer di klinik dermatologi. Terapi ini bertujuan untuk memperbaiki tekstur kulit dengan merangsang produksi kolagen dalam kulit, mengatasi keluhan bopeng bekas jerawat, mengurangi kadar minyak pada kulit, mengecilkan pori-pori, dan mencerahkan kulit.

Sebelum memulai prosedur, dokter akan melakukan bius lokal di wajah Anda. Setelah itu, dokter akan menggunakan jarum-jarum halus yang ditusukkan ke kulit. Luka-luka kecil pada kulit wajah Anda kemudian akan merangsang produksi dari elastin dan kolagen yang membantu penyembuhan luka. Nah, kolagen baru inilah yang akan membuat kulit wajah Anda terlihat lebih licin, kencang, dan muda.

Meski terdengar menyeramkan, prosedur ini secara umum aman bila dilakukan oleh ahli dermatologi yang sudah terkualifikasi. Dibanding dengan metode lainnya, microneedling juga memilliki risiko yang lebih kecil seperti kemerahan dan pengelupasan ringan pada beberapa hari awal setelah dilakukan tindakan.

3. Laser

Perawatan di dokter kulit satu ini mungkin sudah tidak asing lagi. Laser sering digunakan untuk meremajakan kulit wajah (mengencangkan, mengecilkan pori atau mengurangi garis kerutan halus), mengatasi jerawat meradang, menghilangkan flek/melasma, menghilangkan tato, atau mengatasi tanda lahir. Laser menghilangkan lapisan kulit mati menggunakan sinar.

Sel-sel kulit baru yang terbentuk selama penyembuhan membuat permukaan kulit Anda lebih kencang dan awet muda. Prosedur ini populer karena efektivitasnya serta prosedurnya yang bebas sakit.

Seperti banyak perawatan di dokter kulit lainnya, prosedur ini juga mungkin akan menimbulkan beberapa efek samping. Meski begitu, efek samping ini biasanya hanya berlangsung sementara dan mudah diatasi seperti rasa hangat pada kulit, kulit memerah, ataupun bengkak.

4. Filler wajah

Filler wajah adalah salah satu perawatan di dokter kulit yang sedang tren. Perawatan ini dilakukan untuk mengisi area-area wajah yang mengalami kekosongan (pipi, pelipis, kantong mata), atau area tertentu yang ingin ditonjolkan atau dipertegas seperti hidung, dagu, rahang. Filler wajah harus dilakukan oleh dokter yang kompeten dan professional, mengingat efek samping yang fatal dapat terjadi bila penyyntikan dilakukan secara sembarangan.

Dokter Anda akan menyuntikan cairan yang mengandung asam hialuronat ke beberapa bagian wajah yang ingin ditonjolkan agar lebih bervolume. Setelah injeksi selesai, Anda mungkin akan mengalami pembengkakan dan kemerahan di area yang disuntik.

Dalam kasus yang jarang, filler wajah dapat menimbulkan efek samping lain, seperti kerusakan jaringan kulit, granuloma/benjolan pada kulit, atau sumbatan pada pembuluh darah yang nantinya akan menyebabkan kematian jaringan kulit. Oleh sebab itu, selalu konsultasi ke dokter kulit dan pertimbangkan segala risiko yang ada sebelum melakukan setiap perawatan kulit.

5. Botox

Perawatan di dokter kulit lainnya yang masih popular sampai saat ini adalah suntik botox. Tidak hanya untuk wanita saja, perawatan satu ini pun banyak digemari oleh kaum pria supaya meningkatkan penampilan serta kepercayaan diri mereka.

Botox digunakan dalam dunia kecantikan kulit untuk mengatasi kerutan pada wajah, atau perawatan untuk mencegah supaya kerutan tidak cepat muncul. Tidak hanya itu, botox juga dilakukan untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan lainnya, seperti migrain kronis, hyperhidrosis, mata kedutan, mata juling, dan lain sebagainya.

Sama halnya dengan filler, suntik botox juga harus dilakukan oleh dokter yang kompeten dan professional untuk menghindari terjadinya efek samping. Meski prosedur ini minim sayatan, bukan berarti botox tidak memiliki efek samping.

Efek samping yang dapat muncul dari perawatan ini antara lain nyeri, kemerahan, serta kebas di daerah suntikkan. Jika prosedur ini tidak dilakukan oleh ahlinya, Anda bisa mengalami efek samping seperti ptosis (tidak bisa membuka mata), alis mata turun, hingga wajah jadi tidak simetris.

Masalah kulit apa saja yang harus segera diperiksakan ke klinik dermatologis?

Apapun masalah kulit Anda, sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK). Dalam banyak kasus, orang lebih sering menunggu keluhannya parah dulu baru memutuskan untuk melakukan perawatan di dokter kulit. Akibatnya, Anda justru membutuhkan waktu lebih lama untuk proses penyembuhan keluhan Anda.

Oleh sebab itu, tidak perlu menunggu keluhan menjadi semakin parah, baru kemudian konsultasi atau berobat. Jika Anda mencurigai sesuatu yang tidak wajar pada kulit Anda, segera konsultasi ke dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Bila sedang berobat intensif, Anda mungkin akan dianjurkan dokter untuk melakukan berkonsultasi ke dokter setiap 1-2 minggu. Namun bila kondisi sudah membaik dan stabil, cukup 1-2 bulan sekali.

Kenapa setelah berhenti ke dokter masalah kulit saya jadi balik lagi, padahal sudah sempat membaik?

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah setelah kondisi kulit membaik dengan perawatan dari dokter kulit, pasien terlena sehingga tidak lanjut merawat kulitnya lagi karena merasa kulitnya sudah lebih baik.

Ketika kulit hanya dibiarkan saja dan tidak dibersihkan serta dilindungi dengan baik, tentu saja masalah yang sama akan kembali lagi. Bahkan mungkin juga bersama dengan keluhan baru. Oleh karena itu, agar masalah kulit Anda tidak kembali lagi, sebaiknya proses perawatan kulit harus dilakukan secara rutin berkelanjutan.

Saat Anda melakukan perawatan di dokter kulit, Anda juga tidak disarankan untuk mengombinasikan produk herbal atau perawatan kulit rumahan. Pasalnya, bisa saja produk herbal yang Anda gunakan justru mengganggu proses perawatan atau pengobatan yang sedang Anda jalani di dokter kulit. Akibatnya, perawatan Anda pun jadi tidak maksimal.

Bagaimana tips memilih klinik dermatologi yang aman dan cocok untuk kita?

Pastikan klinik dermatologis yang akan Anda datangi memang benar-benar dipegang atau ditangani oleh seorang dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK) yang berkompeten dan telah berdertifikat. Bukan “dokter” yang mengatasnamakan diri sebagai dokter kulit. Dengan begitu, dokter Anda akan menyesuaikan perawatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Baca Juga:

  • Jerawat Parah, Harus ke Dokter Kulit Atau Bisa Diobati Sendiri?
  • 5 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Paling Populer di Dokter Kulit
  • Benarkah Krim Muka dari Dokter Kulit Bisa Bikin Ketagihan?

Sumber

4 Gerakan Sederhana untuk Mengencangkan Payudara yang Kendur

4 Gerakan Sederhana untuk Mengencangkan Payudara yang Kendur

Banyak hal yang membuat payudara kendur, seperti saat pascapersalinan, payudara yang tadinya besar ketika hamil dan kembali mengecil setelah melahirkan. Perubahan alami ini dapat menurunkan elastisitas kulit sehingga membuat payudara Anda tampak kendur. Meski begitu Anda bisa mendapatkan kembali payudara yang kencang dengan perubahan gaya hidup seperti olahraga. Tak sulit kok, begini gerakan olahraga yang bisa Anda lakukan untuk mengencangkan payudara.

Gerakan latihan untuk mengencangkan payudara

Untuk mengencangkan payudara kembali, tak harus melakukan operasi dengan mengeluarkan biaya yang mahal. Olahraga dapat membantu Anda untuk tetap menjaga bentuk payudara tetap menarik.

Lakukan latihan kekuatan untuk membangun otot pektoralis mayor, yaitu otot yang membentuk dada dan terletak dibawah payudara. Otot pektoralis yang lebih besar dapat membantu mendorong jaringan payudara ke depan dan memadatkan kulit payudara, sehingga membuat payudara tampak lebih kencang dan padat.

Berikut latihan sederhana untuk mengencangkan payudara yang bisa Anda praktikkan.

1. Dumbbell bench press

sumber: Women’s Health

Berbaring lurus di bangku, pegang dumbel di masing-masing tangan Anda (A). Turunkan dumbel hingga mendekati sisi dada Anda (B). Lalu kembali ke posisi awal, dan ulangi sebanyak 10 kali.

2. Push up

sumber: Women’s Health

Ada beberapa jenis push up yang dapat menguatkan otot-otot yang menopang payudara. Jika Anda bisa, lakukan push up dalam posisi plank, tapi jika tidak lakukan push up di lutut Anda. Push up umumnya dilakukan dengan membengkokkan dan menahan lengan Anda di siku saat berada di lutut atau di ujung jari-jari kaki Anda dalam posisi plank.

Cara melakukan push up yaitu mulai dengan posisi merangkak, telapak tangan sedikit lebih lebar dari bahu, kaki saling berdekatan. Tubuh Anda harus membentuk garis lurus dari kepala hingga ujung kaki (A).

Turunkan tubuh Anda ke bawah sampai dada hampir menyentuh lantai. Pertahankan lengan atas Anda pada sudut 45 derajat ke tubuh Anda (B). Istirahat sebentar, lalu dorong kembali ke posisi awal. Lakukan push up sebanyak 10 kali dan istirahat selama 90 detik.

3. Incline dumbbell bench press

sumber: Women’s Health

Duduklah di bangku yang bisa diatur ketinggiannya, sekitar 15-30 derajat dan letakkan kaki Anda lurus di lantai. Pegang dua dumbel dan pegang di atas bahu Anda, dengan lengan lurus (A). Perlahan turunkan dumbel ke sisi dada Anda (B). Lalu tekan dumbel kembali ke arah langit-langit. Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali.

4. Dumbbell fly

sumber: Women’s Health

Lakukan gerakan ini dengan berbaring menghadap ke atas bangku datar dengan kaki Anda rata di lantai. Pegang sepasang dumbel di atas bahu Anda dengan siku sedikit ditekuk (A).

Pertahankan sedikit lekukan di siku Anda, turunkan beban sampai siku Anda bahkan sampai dada Anda (B). Pertahankan siku yang sama di siku saat Anda menekan beban kembali. Lakukan gerakan ini sebanyak 10 kali, dengan istirahat 90 detik.

Baca Juga:

  • Perawatan Payudara Saat Hamil Hingga Menjelang Melahirkan
  • Kelebihan dan Kekurangan Payudara Besar dari Sisi Kesehatan
  • Payudara Kendur Setelah Menyusui, Kenapa Bisa?

Sumber

6 Cara Mudah untuk Menurunkan Kadar Insulin Dalam Tubuh

6 Cara Mudah untuk Menurunkan Kadar Insulin Dalam Tubuh

Insulin berperan penting dalam menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh Anda. Namun, ketika suatu kondisi menyebabkan produksi insulin dalam tubuh meningkat melebih jumlah yang seharusnya, maka ada kemungkinan timbulnya lonjakan gula darah yang tinggi. Anda pun berisiko terserang diabetes tipe 2. Lantas, bagaimana cara menurunkan kadar insulin dalam tubuh agar tetap stabil?

Cara menurunkan kadar insulin dalam tubuh

1. Coba diet rendah karbohidrat

Dari tiga macam zat gizi makro yang Anda makan yaitu karbohidrat, protein dan, lemak, karbohidrat yang menyumbang gula paling banyak bagi tubuh. Salah satu cara bila Anda ingin menurunkan kadar insulin dalam tubuh adalah dengan menerapkan diet rendah karbohidrat. Pasalnya, asupan gula yang rendah dari sumber karbohidrat secara tidak langsung akan menurunkan kadar insulin dalam tubuh Anda.

Banyak penelitian yang juga telah membenarkan hal ini. Bahkan orang dengan kondisi resistensi insulin dalam tubuhnya seperti sindrom metabolik dan sindrom ovarium polikistik (PCOS) berhasil menurunkan kadar insulin dalam tubuhnya berkat diet rendah karbohidrat.

Menurut penelitian dari American Oil Chemists Society, diet rendah karbohidrat mampu menurunkan kadar insulin lebih rendah, yakni sekitar 50 persen daripada dengan diet rendah lemak yang hanya bisa menurunkan kadar insulin hingga 19 persen.

2. Pilih makanan dengan kadar indeks glikemik yang rendah

Melakukan diet rendah karbohidrat bukan berarti Anda benar-benar menghilangkan sumber gula dari makanan sehari-hari karena gula masih berguna sebagai sumber energi pada tubuh. Maka itu, coba pilah-pilah makanan apa saja yang bisa menjaga kadar gula darah tetap rendah. Pasalnya, makanan ini juga yang bisa membantu menjaga kadar insulin dalam tubuh tetap stabil.

Makanan yang bisa membantu menstabilkan kadar insulin, dikenal sebagai makanan dengan nilai indeks glikemik (IG) rendah. Beberapa contohnya seperti buah alpukat, apel, jeruk, wortel, bawang putih, selai kacang, dan cuka.

3. Olahraga rutin

Mungkin cara untuk menurunkan kadar insulin yang satu ini sudah sering Anda dengar. Ya, olahraga yang rutin dilakukan nyatanya memang ampuh untuk menurun kadar insulin dalam tubuh Anda. Penelitian dari American Geriatrics Society juga meyakini bahwa olahraga aerobik sangat efektif untuk mengoptimalkan kerja insulin pada orang yang memiliki obesitas ataupun diabetes tipe 2.

Terlebih jika Anda mengombinasikan olahraga aerobik ini dengan latihan ketahanan. Jenis latihan tersebut akan semakin menstabilkan kadar insulin dalam tubuh Anda.

4. Perbanyak konsumsi serat larut air

Ada banyak manfaat yang Anda peroleh dengan makan makanan yang mengandung serat larut air, seperti membantu menurunkan kadar gula darah dan berat badan. Serat larut air adalah salah satu jenis serat yang mudah dicerna tubuh, karena sesuai namanya, serat ini larut dalam air. Serat jenis ini akan menyerap air dan kemudian berubah bentuk menjadi gel.

Dengan makan sumber serat larut air, tubuh akan merasa lebih kenyang sehingga kadar gula darah dan insulin juga tetap terjaga dengan baik. Sebuah penelitian yang dilansir dari laman Healthline menemukan bahwa wanita yang makan banyak makanan sumber serat larut air memiliki kadar insulin yang lebih rendah daripada wanita yang mengonsumsi serat larut air dalam jumlah sedikit.

Tak hanya itu, serat larut air juga berguna untuk memberi makan bakteri baik yang hidup di dalam usus besar Anda, sehingga bisa meningkatkan kesehatan usus dan menjaga kadar insulin dalam tubuh.

5. Hindari gaya hidup sedenter

Cara lain yang bisa dengan mudah Anda lakukan demi menurunkan kadar insulin yakni dengan meninggalkan gaya hidup sedenter alias malas gerak.

Tidak harus dengan cara yang sulit, Anda bisa meluangkan waktu untuk berjalan-jalan santai dalam frekuensi yang cukup sering. Cara ini disinyalir lebih baik dibandingkan jika Anda hanya duduk diam dalam waktu yang lama.

Sebuah studi yang dilakukan selama 12 minggu menemukan bahwa kadar insulin dalam tubuh wanita yang berjalan kaki selama 20 menit setelah makan lebih cepat turun, dibandingkan wanita yang tidak berjalan kaki usai makan. Selain berguna untuk menurunkan kadar insulin, berjalan kaki juga bermanfaat untuk menurunkan lemak tubuh sehingga membuat Anda terlihat lebih bugar.

6. Minum teh hijau

Menurut penelitian dari Diabetes and Metabolism Journal pada tahun 2013, seseorang yang minum teh hijau setiap hari memiliki risiko diabetes tipe 2 lebih rendah dibandingkan seseorang yang minum kurang dari satu cangkir teh hijau dalam seminggu.

Diabetes disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah akibat resistensi insulin pada tubuh. Maka secara tidak langsung, teh hijau berpengaruh pada penurunan resistensi insulin yang akan membantu mencegah munculnya diabetes tipe 2.

Hal ini diperkuat dengan sebuah penelitian yang menyatakan bahwa kadar insulin yang tinggi pada sekelompok orang secara berangsur-angsur semakin menurun setelah rutin minum teh hijau selama 12 bulan.

Baca Juga:

  • Ini yang Terjadi Kalau Insulin Disuntik di Bagian Tubuh yang Salah
  • Kapan Penderita Diabetes Sebaiknya Mulai Pakai Insulin?
  • Manfaat Pare untuk Diabetes: Jaga Gula Darah Tetap Stabil dan Cegah Resistensi Insulin

Sumber

Psst, Gerakan Ini Bisa Bikin Wanita Orgasme Lebih Cepat dan Dahsyat

Psst, Gerakan Ini Bisa Bikin Wanita Orgasme Lebih Cepat dan Dahsyat

Faktanya, wanita cenderung lebih sulit orgasme saat berhubungan seks daripada pria. Entah karena kurang pengalaman soal orgasme, sibuk memikirkan hal lainnya, atau terlalu mementingkan kepuasan pasangannya. Namun, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa ada gerakan tertentu yang bisa membantu merangsang orgasme wanita lebih hebat dan bergairah. Hal ini berhubungan dengan sentuhan, gerakan, dan variasi bercinta. Lantas, gerakan seperti apa yang bisa memicu orgasme wanita? Temukan jawabannya lewat artikel ini.

Menurut para ahli, rangsangan klitoris yang tepat bisa mendorong orgasme wanita

Agar wanita mencapai orgasme, pria sering kali melakukan teknik pemanasan atau foreplay sebelum bercinta. Biasanya, para pria memfokuskan aktivitas seksual pada bagian vagina, khususnya klitoris. Ya, klitoris dikenal sebagai salah satu bagian sensitif wanita karena memiliki ujung saraf yang lebih banyak daripada bagian tubuh manapun.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of Sex and Marital Therapy menunjukkan bahwa rangsangan pada klitoris dapat memicu wanita orgasme lebih cepat. Para ahli mencoba menggali informasi mengenai seberapa banyak sentuhan yang dibutuhkan wanita untuk mencapai orgasme dan cara apa yang berhasil membawa tubuhnya mencapai puncak kenikmatan.

Hasilnya, sebanyak 37 persen wanita usia 18 sampai 94 tahun membutuhkan rangsangan klitoris agar mencapai orgasme.

Para wanita menyukai jenis sentuhan yang berbeda-beda di organ intimnya untuk mencapai orgasme. Sebab, wanita lebih suka mengeksplor tubuhnya dengan berbagai sentuhan dari pasangan untuk bisa mencapai puncak kenikmatan. Ketika ditanya soal teknik rangsangan yang disukai, sebanyak 63 persen wanita mengaku lebih mudah terangsang saat pasangannya memberikan gerakan naik turun pada klitorisnya, sedangkan 52 persen wanita lebih menyukai gerakan memutar pada klitorisnya hingga mencapai orgasme.

Meski demikian, kebanyakan wanita mengaku lebih menyukai rangsangan lembut di daerah vulva (bagian terluar vagina) ketimbang klitoris secara langsung. Sekitar 29 persen wanita mengatakan lebih mudah terangsang saat pasangannya mengulum seluruh bagian klitorisnya; 20 persen wanita menyukai rangsangan pada sisi kanan klitoris; dan 19,2 persennya menyukai rangsangan pada sisi kiri klitoris.

memalsukan orgasme

Ada lagi yang bisa membantu wanita orgasme lebih cepat

Karena wanita cenderung tidak mudah mencapai orgasme, Anda perlu memberikan sensasi baru tiap kali bercinta. Pasalnya, para ahli mengungkapkan bahwa wanita lebih mudah terangsang dengan teknik yang berbeda-beda saat berhubungan seksual. Jadi, sudah menjadi tugas Anda untuk membantunya mencapai kepuasan bercinta.

Bila Anda hanya terpaku pada penetrasi saat berhubungan seksual dan mengharapkan pasangan Anda lebih cepat orgasme, maka Anda salah besar. Pasalnya, peneliti asal Chapman University mengungkapkan bahwa terdapat tiga kunci emas untuk memancing wanita orgasme dengan lebih cepat, di antaranya rangsangan genital, berciuman, dan seks oral.

Seks oral tak hanya dibutuhkan oleh pria, tetapi juga wanita. Bahkan, seks oral dapat membuat wanita orgasme lebih cepat hingga sepuluh kali lipat ketimbang hanya dengan penetrasi. Terlebih bila Anda melakukan kombinasi tiga kunci emas tadi, maka Anda akan lebih mudah merangsang orgasme wanita dan membuatnya terpuaskan.

Namun, ini juga harus diimbangi dengan komunikasi yang baik antara Anda berdua. Dengan komunikasi yang intim dan jelas, Anda dan pasangan bisa saling mengarahkan, ke bagian tubuh mana yang ingin dipuaskan, mana yang ingin disentuh, dan gerakan mana yang disukai atau tidak disukai.

Baca Juga:

  • Betulkah Wanita Lebih Susah Orgasme Daripada Pria? Apa Sebabnya?
  • 7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)
  • Bisakah Wanita Orgasme Hanya Dengan Merangsang Payudara?

Sumber

Kenapa Ada Orang yang Sangat Takut Akan Mati?

Kenapa Ada Orang yang Sangat Takut Akan Mati?

Tidak ada yang tahu kapan dan bagaimana kematian akan datang menghampiri. Namun yang pasti, semua orang akan mati pada akhirnya. Sedikit merasa takut akan mati adalah hal yang wajar, karena tidak ada yang tahu tentang masa depan. Yang tidak wajar adalah merasa amat sangat takut mati sampai-sampai stres dan mengurung diri agar tidak celaka atau terkena penyakit.

Tanatophobia, ketika seseorang sangat takut mati

Mengkhawatirkan kesehatan adalah hal yang wajar. Dengan begitu, Anda akan belajar untuk bisa menjaga diri lebih baik lagi — baik dengan makan makanan sehat, berolahraga rutin, dan lebih berhati-hati dalam beraktivitas agar tidak cedera.

Mencemaskan keselamatan diri sendiri juga membantu Anda memperhitungkan setiap langkah yang harus dilakukan dalam hidup sekaligus mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan terburuk, misalnya ketika menghadapi bencana alam.

Begitu pula dengan rasa duka dan kesedihan yang melanda hati setelah ditinggal pergi selamanya oleh orang terkasih. Berduka melatih Anda agar bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa dan tangguh menghadapi hidup.

Meski begitu, segelintir orang di dunia ini bisa merasakan ketakutan yang amat sangat terhadap kematian atau proses kematiannya itu sendiri. Ketakutan tidak wajar inilah yang disebut sebagai tanatophobia, alias fobia kematian.

Thanatophobia tidak secara resmi diakui oleh American Psychiatric Association sebagai gangguan psikologi. Meski begitu, stres dan kecemasan berat yang mungkin diakibatkannya sering dikaitkan dengan gangguan kecemasan umum.

kematian pada remaja
Ilustrasi jenazah FOTO/SHUTTERSTOCK

Kenapa ada orang yang sangat takut mati?

Fobia itu sendiri adalah sebuah gangguan psikologis yang ditandai dengan rasa ketakutan ekstrem dan tidak masuk akal. Tidak seperti rasa takut pada umumnya, fobia biasanya berkaitan dengan satu hal yang spesifik.

Selain itu, rasa takut biasa pada umumnya hanya berlangsung sebentar dan bisa mereda segera setelah pemicunya menghilang. Berbeda dengan fobia. Anda mungkin tahu dan menyadari bahwa ketakutan Anda tidak masuk akal, tapi Anda tetap tidak bisa mengendalikan perasaan tersebut.

Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan fobia. Namun, rasa takut mati yang berlebihan bisa dipicu oleh beberapa faktor tertentu. Misalnya, pengalaman masa lalu yang traumatis. Seseorang bisa memiliki ketakutan ekstrem terhadap kematian apabila mereka pernah mengalami situasi yang mengancam nyawa atau hampir menyebabkan kematian, seperti bencana alam, kecelakaan, atau penyakit — baik pada diri sendiri maupun orang terdekatnya.

Tanatophobia juga bisa dipicu oleh faktor religi alias keagamaan. Hampir semua ajaran agama pasti mengajarkan mengenai kehidupan setelah mati, seperti kehidupan di surga dan neraka. Beberapa orang dengan thanatophobia mengalami kekhawatiran yang berlebihan mengenai kehidupan setelah mati, karena tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu.

Apa saja faktor risiko thanatophobia?

Orang-orang dewasa muda lebih berisiko memiliki tanatophobia daripada orang-orang lanjut usia. Kecemasan berlebih terhadap kematian biasanya mulai nampak terjadi di usia 20-an. Pada wanita, ketakutan ekstrem ini bisa terus berlanjut hingga usia 50-an.

Selain itu, orang-orang yang memiliki banyak masalah kesehatan serius juga lebih mungkin mengalami kecemasan berlebihan seputar masa depan hidupnya.

penyebab kematian remaja

Apa tanda orang memiliki rasa takut mati berlebihan?

Sama seperti fobia lainnya, tanda dan gejala tanatophobia tidak hadir setiap saat. Anda mungkin baru menyadari tanda-tandanya ketika Anda mulai berpikir tentang kematian Anda atau orang yang Anda cintai. Bahkan, memikirkan pemicu fobianya pun bisa membuat Anda sangat stres dan keringat dingin.

Gejala yang paling umum dari kondisi psikologis ini termasuk:

  • Sering mengalami serangan panik
  • Merasa amat sangat cemas
  • Pusing
  • Berkeringat
  • Detak jantung tidak teratur
  • Mual
  • Sakit perut
  • Sensitivitas terhadap suhu panas atau dingin

Selain gejala fisik, tanatophobia juga bisa menyebabkan gejala emosional, seperti:

  • Menutup diri dari lingkungan
  • Menghindari teman dan keluarga untuk jangka waktu yang lama
  • Marah
  • Merasa sedih berlebihan
  • Mudah tersinggung
  • Merasa bersalah
  • Rasa khawatir terus-menerus

Adakah yang bisa dilakukan untuk mengatasi thanatophobia?

Fokus perawatan untuk tanatophobia adalah untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan berlebihan Anda akan kematian. Terapi bisa termasuk sesi konsultasi dengan psikolog, terapi perilaku kognitif (CBT), teknik relaksasi untuk meredakan kecemasannya, hingga penggunaan obat-obatan resep dokter jika dirasa perlu.

Anda juga mungkin menjalani kombinasi terapi fobia dari beberapa pilihan di atas. Untuk mengetahui perawatan mana yang tepat untuk kondisi Anda, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Baca Juga:

  • Mysophobia, Bukan Sekadar Jijik Menyentuh Benda Kotor
  • Genophobia, Kondisi yang Membuat Seseorang Takut Berhubungan Seks
  • Mengenal Claustrophobia, Rasa Takut Akan Ruang Sempit
  • Terapi Kognitif dan Perilaku, Konseling untuk Berbagai Masalah Psikologi

Sumber