Penulis: admin

Amankah Eksfoliasi untuk Menghilangkan Sel Kulit Mati?

Amankah Eksfoliasi untuk Menghilangkan Sel Kulit Mati?

Setiap hari Anda menghasilkan jutaan sel kulit mati. Bila tidak dibersihkan, akan terjadi penumpukan di kulit. Tentu ini bisa mengganggu kesehatan kulit Anda. Untuk itu, ada perawatan khusus yang bertujuan untuk menghilangkan sel kulit mati, yaitu eksfoliasi. Nah, benarkah eksfoliasi itu baik untuk kulit? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut.

Menghilangkan sel kulit mati berarti menjaga keseimbangan kulit

Kulit secara alami membuang lapisan kulit terluar setiap sebulan sekali. Proses alami tersebut menyebabkan adanya sel-sel pada kulit akan mati setiap harinya. Namun sering bertambahnya usia, pengelupasan kulit menjadi semakin melambat sehingga bisa membuat kulit Anda menjadi kering, bersisik, dan gatal.

Melakukan eksfoliasi atau menghilangkan sel kulit mati berarti membantu kulit untuk mempercepat proses pengelupasan serta membantu meringankan beberapa kondisi kulit. Itulah sebabnya eksfoliasi menjadi salah satu perawatan yang baik untuk kulit.

Ada dua cara melakukan eksfoliasi. Pertama, secara fisik dengan sikat atau scrub untuk mengangkat sel kulit mati. Kemudian cara kedua dilakukan secara kimia dengan mengoleskan asam pada kulit untuk melarutkan sel-sel kuli mati.

Selain mempercepat proses pengelupasan kulit, eksfoliasi juga memberikan manfaat lain. Kulit menjadi lebih cerah karena penumpukan sel kulit sudah dibersihkan dan aliran darah pada wajah menjadi lebih lancar. Tak ketinggalan, prosedur ini meningkatkan efektivitas perawatan kulit. Pasalnya, lapisan kulit lebih mudah ditembus oleh produk perawatan kulit sekaligus meningkatkan produksi kolagen, jika dilakukan dalam jangka panjang.

Untuk itu, eksfoliasi bisa menjadi perawatan untuk memulihkan kulit yang berjerawat dan kulit belang akibat paparan sinar matahari.

Semua manfaat eksfoliasi akan Anda dapatkan, asal…

Walaupun manfaatnya banyak dan umumnya mudah untuk dilakukan, Anda tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter kulit. Sebab, eksfoliasi dengan cara kimia yang hasilnya lebih maksimal tetap berpotensi membuat kondisi kulit Anda lebih buruk, jika produk yang Anda pilih tidak sesuai. Jadi, Anda perlu memahami kondisi kulit dan pertimbangan kandungan produk yang tepat untuk kulit Anda.

Pada situs American Academy Dermatology, dr. Marry P. Luppo, FAAD, seorang profesor kesehatan kulit dari Tulane University of Medicine mengatakan bahwa orang dengan kondisi kulit khusus seperti kulit berjerawat atau rosacea harus konsultasi terlebih dahulu untuk melakukan eksfoliasi.

Orang yang memiliki kondisi pengelupasan yang lebih parah sehingga berisiko hiperpigemntasi postinflammatory (PIH) sebaiknya menghindari perawatan eksfoliasi. Jadi, tidak semua orang cocok melakukan eksfoliasi.

kulit kombinasi

Bagaimana cara melakukan eksfolisasi yang benar?

Agar proses menghilangkan sel kulit mati yang Anda lakukan berhasil maksimal, perhatikan langkah-langkahnya berikut ini.

1. Kenali jenis kulit Anda

Setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda. Jadi, penting bagi Anda untuk mengetahui jenis kulit sebelum melakukan perawatan kuit apa pun, termasuk eksfoliasi. Sebab, jenis kulit yang Anda miliki menjadi petunjuk perawatan mana yang sebaiknya Anda lakukan dan seberapa sering Anda melakukan perawatan.

2. Pilih produk perawatan yang tepat

Bila Anda memiliki kulit kering dan sensitif, pilih produk perawatan eksfoliasi yang lebih ringan kadar asam salisilat atau asam glikolatnya. Namun, bila jenis kulit lebih berminyak, pilih produk perawatan dengan kadar asam salisilatnya lebih besar, sekitar dua persen. Namun, jangan lebih dari itu. Anda bisa mendapatkan produk perawatan tersebut di apotek sesuai resep dokter kulit.

Hindari produk yang mengandung retinoid, retinol, atau benzoyl peroxide yang bisa mengurangi kelembapan kulit dan menyebabkan kulit kering berjerawat. Pastikan untuk selalu membersihkan scrub atau sikat sebelum dan sesudah pemakaian. Begitu juga dengan kebersihan handuk yang Anda gunakan.

3. Buat jadwal rutin

Seberapa sering Anda melakukan eksfoliasi harus disesuaikan dengan jenis kulit. Normalnya, eksfoliasi dilakukan setiap dua kali seminggu. Namun, untuk kulit berminyak, perawatan eksfoliasi dianjurkan lebih sering dilakukan. Kemudian untuk kulit sensitif, eksfoliasi lebih jarang untuk dilakukan, misalnya satu kali dalam seminggu.

Sementara itu, bila Anda melakukan eksfoliasi dengan prosedur mikrodermabrasi dari dokter, eksfoliasi dilakukan beberapa kali dalam beberapa minggu. Buat jadwal rutin untuk eksfoliasi, baik itu janji dengan dokter atau jadwal yang Anda buat sendiri bila dilakukan di rumah.

4. Pilih metode eksfoliasi yang sesuai

Untuk jenis kulit kering, sensitif, atau berjerawat dianjurkan memilih perawatan dengan kain lap dan eksfoliator kimia ringan. Sementara untuk kulit yang berminyak, plih produk perawatan kimia yang lebih kuat kadar asam salisilatnya serta bantuan scrub atau sikat wajah. Bila kulit Anda berjerawat dan terbakar matahari, pilih produk perawatan kimia dan scrub yang lebih ringan.

5. Lakukan eksfoliasi dengan benar dan hati-hati

Sebelum melakukan eksfoliasi, bersihkan wajah Anda terlebih dahulu. Kemudian, kembali basuh wajah dengan air hangat. Lalu, oleskan produk atau scrub pada kulit secara perlahan dengan gerakan melingkar. Lakukan hal tersebut selama 30 detik dan bilas dengan air hangat. Keringkan wajah dengan cara ditepuk-tepuk pelan menggunakan handuk kering. Kemudian, oleskan pelembap kulit secara merata agar kelembapan kulit tetap terjaga.

Baca Juga:

  • 5 Cara Merawat Kulit yang Mengelupas
  • Berbagai Cara Jitu Melindungi Kulit Bagian Luar dari Kerusakan
  • 3 Makanan yang Bisa Membuat Kulit Makin Berminyak

Sumber

4 Tanda Hubungan Seks Mulai Kandas Dalam Kehidupan Pernikahan Anda

4 Tanda Hubungan Seks Mulai Kandas Dalam Kehidupan Pernikahan Anda

Dalam kehidupan pernikahan, seks bukanlah segalanya. Namun, memiliki kehidupan seks yang sehat dan hebat berperan dalam kelanggengan pernikahan. Dikutip dari Huffington Post, ada berbagai masalah seks yang bisa menjadi tanda pernikahan akan berakhir dan tidak bertahan lama jika dibiarkan terus menerus dan tidak dicari solusinya. Berikut ini tanda kehidupan pernikahan terancam akibat hilangnya hubungan seks yang tak harmonis.

1. Tidak ada lagi ketertarikan fisik

masalah pernikahan

Moushomi Gouse, seorang terapis seks asal Amerika menyatakan bahwa hilangnya ketertarikan fisik di antara pasangan suami istri menjadi salah satu tanda penting pernikahan sedang berada di ujung tanduk.

Pasalnya, pasangan yang sudah tidak saling tertarik secara fisik biasanya akan kehilangan ketertarikan secara seksual. Hal ini dapat berlaku di kedua pihak atau bahkan hanya di salah satu pihak saja. Jika hal ini terjadi maka ada salah satu pihak yang merasa tidak diinginkan.

Akibatnya, keintiman di antara kedua pasangan yang seharusnya menjadi perekat rumah tangga perlahan menghilang dan bahkan bisa memudar jika dibiarkan terus menerus.

2. Tidak lagi berhubungan seks

hubungan suami istri terasa hambar

Seks dalam pernikahan membawa sederet manfaat dan keuntungan. Berhubungan seksual dengan pasangan dapat menambah tingkat komitmen dengan pasangan, membuat pasangan terhubung secara emosional, bahkan mengurangi stres. Untuk itu, jika dalam pernikahan Anda dan pasangan tidak lagi berhubungan seks, Anda perlu waspada karena ini bisa jadi tanda terancamnya kehidupan pernikahan.

Pasangan yang tidak lagi berhubungan seks akan merasa jauh dan bahkan benar-benar menjauhkan diri satu sama lain karena tidak ada ikatan emosional yang menguatkan di antara keduanya. Jika sudah begini, jangan anggap sepele karena akan berakibat buruk pada kehidupan pernikahan bila berlangsung dalam waktu yang lama.

Segera bicarakan baik-baik apa masalah yang mendasarinya dan pecahkan solusi secara bersama-sama tanpa meninggikan ego masing-masing.

3. Masalah kesehatan dijadikan alasan untuk menolak seks

gairah seks menurun

Tak jarang masalah kesehatan seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi, dan juga rasa sakit saat berhubungan seksual dijadikan alasan untuk menghindari seks. Rasa minder, malu, dan perasaan tidak diinginkan dapat menyelimuti pikiran pengidapnya. Masalah kesehatan yang dimiliki pasangan selalu dijadikan kambing hitam untuk terus-terusan menolak ajakan seks pasangan. Jika hal ini dibiarkan terus-terusan, pasangan Anda akan merasa jenuh dan merasa dihindari.

Untuk itu, jangan jadikan seks sebagai kambing hitam. Jika Anda mengalami masalah seks tertentu, cobalah untuk segera mengonsultasikannya ke dokter agar hal tersebut dapat segera ditangani dengan baik dan tidak merusak kehidupan rumah tangga Anda. Usahakan juga untuk membicarakan hal ini dengan pasangan secara terbuka dan mencari solusi terbaiknya.

4. Perbedaan keinginan dalam berhubungan seks

berhubungan intim setelah melahirkan

Jika Anda berada pada kondisi dimana pasangan menginginkan seks lebih banyak dari yang Anda inginkan, maka Anda perlu mewaspadainya. Meskipun terlihat sepele, tetapi hal ini bisa menimbulkan masalah besar bagi sebagian besar pasangan suami istri.

Menurut Megan Fleming, seorang psikolog dan ahli terapi seks di New York, pasangan yang keinginan seksnya lebih rendah memegang kendali atas kehidupan seks pasangannya. Jika hal ini dibiarkan dan tidak disadarinya, pasangannya yang memiliki nafsu seks lebih tinggi akan merasa kesal karena merasa diabaikan.

Bahkan dalam beberapa kasus, perbedaan ini berisiko pada perceraian. Hal ini dikarenakan pasangan yang memiliki nafsu lebih besar mungkin tidak bisa menerima kenyataan bahwa nafsu seksnya tidak dapat tersalurkan dengan baik.

Padahal jika dibicarakan baik-baik, hal ini dapat diatasi dan tidak sampai memicu perselisihan hebat. Tak hanya itu, perbedaan keinginan mengenai jenis seks yang diinginkan juga bisa menjadi permasalahan besar jika tidak dibicarakan.

Untuk itu, kunci penyelesaiannya yaitu mengutarakan keinginan masing-masing agar keinginan dan kebutuhan seksual Anda dan pasangan dapat terpenuhi secara adil.

Baca Juga:

  • Benarkah Tahun Pertama Pernikahan Adalah Masa Tersulit?
  • 7 Manfaat Mengikuti Konseling Pernikahan Sebelum Menikah
  • 7 Cara Mewujudkan Pernikahan Yang Sehat
  • Tahukah Anda Pernikahan dan Perceraian Dapat Menyebabkan Stroke?

Sumber

Normalkah Jika Puting Susu Saya Berwarna Hitam?

Normalkah Jika Puting Susu Saya Berwarna Hitam?

Tubuh akan terus berubah dari waktu ke waktu, tidak terkecuali juga payudara Anda. Payudara bisa berubah bentuk, ukuran, dan warna. Tak jarang beberapa orang memiliki puting susu yang berwarna hitam. Apakah ini normal? Apa yang menyebabkan puting susu hitam?

Apa yang menyebabkan puting susu hitam?

Puting susu itu sendiri tidak bisa berubah warna, areolalah yang bisa berubah warna. Areola adalah daerah kulit di sekitar puting yang berwarna gelap. Ada beberapa hal yang bisa membuat areola dan puting susu menghitam. Kebanyakan faktor penyebabnya adalah perubahan hormon tubuh.

Masa puber

Puber bisa membuat areola dan puting susu hitam karena di saat ini indung telur (ovarium) sudah mulai menghasilkan hormon estrogen. Kadar estrogen tinggi dalam tubuh akan membuat payudara bertumbuh dan puting susu terangkat. Areola juga akan lebih menggelap warnanya jika dibandingkan sebelum puber.

Menstruasi

Menjelang dan selama menstruasi, beberapa wanita mengeluhkan warna putingnya agak lebih gelap dari biasanya. Lagi-lagi, perubahan hormonlah yang bertanggung jawab atas hal ini. Ketika indung telur melepaskan sel-sel telur selama masa ovulasi, kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh akan meningkat.

Minum pil KB

Pil KB mengandung hormon progestin, versi sintetis dari estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini mengatur siklus menstruasi agar tidak terjadi kehamilan, dan cara kerjanya mirip dengan hormon alami yang ada di tubuh Anda.

Ini dapat menyebabkan daerah di sekitar puting menjadi lebih gelap, tetapi ini akan hilang setelah Anda berhenti minum pil KB. Selain itu, pil KB juga bisa menyebabkan melasma, yaitu timbulnya bercak cokelat atau abu-abu pada sekitar puting.

Kehamilan

Saat janin tumbuh di dalam rahim, payudara mulai memproduksi ASI untuk bayi yang akan lahir dengan menambah lebih banyak estrogen dan progesteron. Peningkatan hormon kehamilan ini membuat payudara jadi terasa sakit, bengkak, dan lebih sensitif. Areola juga menjadi lebih gelap.

Puting susu hitam selama hamil hanya bersifat sementara. Setelah kehamilan dan menyusui, warna puting susu Anda akan kembali seperti semula.

Menyusui

Sama halnya dengan kehamilan, perubahan hormon yang membantu produksi ASI juga cenderung menyebabkan perubahan warna puting susu Anda.

Selain itu, menurut para ilmuwan puting susu hitam juga dapat membantu bayi yang baru lahir untuk menemukan puting ibu untuk menyusui. Bayi yang baru lahir belum memiliki penglihatan yang baik, tapi sebagian besar bayi dapat membedakan antara gelap dan terang.

Warna puting susu akan kembali seperti sebelumnya seiring waktu, setelah masa menyusui selesai.

Rambut di sekitar puting

Beberapa wanita mungkin memiliki rambut-rambut halus yang tumbuh di sekitar puting susunya. Rambut halus ini mungkin lebih gelap dari sebagian rambut lainnya pada tubuh Anda.

Tumbuhnya rambut halus yang gelap bisa membuat puting susu terlihat lebih gelap, apalagi jika rambut tumbuh dekat puting susu.

Kanker

Penyakit Paget adalah jenis kanker payudara langka yang perkembangannya dimulai di daerah puting. Gejala awal penyakit Paget termasuk puting susu hitam, puting susu menjadi pipih, kulit sekitar puting mengelupas atau berkerak, dan gatal serta kesemutan di sekitar puting.

Umumnya, penyakit ini bisa terjadi pada semua orang setelah pubertas. Namun, ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Jika Anda memiliki tanda atau gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter.

Diabetes

Puting susu hitam bisa jadi kemungkinan gejala diabetes, sebagai respon tubuh terhadap resistensi insulin. Perubahan warna kulit ini secara khusus disebut acanthosis nigricans, dan sering terjadi di lipatan kulit sekitar ketiak, selangkangan, leher, dan anggota badan. Areola dapat menjadi lebih gelap dan membentuk luka atau plak.

Tidak ada perawatan khusus untuk gejala ini. Namun, menjaga kadar gula darah tetap normal dapat membantu kulit Anda kembali ke warna dan tekstur yang normal.

Baca Juga:

  • Puting Susu Sakit Saat Menyusui? Coba Kompres Pakai Cara Mudah Ini
  • Mengenal 8 Jenis Puting Susu: Anda yang Mana?
  • Mengatasi Puting Susu Lecet Pada Ibu Menyusui

Sumber

Mengulik Impaksi Gigi, Masalah Pertumbuhan Gigi Geraham Bungsu

Mengulik Impaksi Gigi, Masalah Pertumbuhan Gigi Geraham Bungsu

Pernahkah Anda merasakan adanya pertumbuhan gigi, padahal sudah bukan masanya lagi Anda tumbuh gigi? Jika ya, ini artinya gigi yang tumbuh adalah gigi geraham bungsu Anda. Sebagian orang yang mengalami pertumbuhan gigi ini, merasakan rasa sakit yang cukup mengganggu. Kondisi ini kemudian dikenal dengan nama impaksi gigi. Lantas, apa yang menjadi penyebab terjadinya impaksi gigi? Apakah ini berbahaya?

Apa itu impaksi gigi?

Susunan gigi manusia lengkap, umumnya memiliki dua buah gigi geraham. Saat seseorang memasuki usia 17 sampai 25 tahun, biasanya akan mulai tumbuh gigi geraham ke tiga, atau yang biasa disebut sebagai gigi geraham bungsu. Selayaknya pertumbuhan gigi yang normal, gigi geraham bungsu seharusnya tumbuh lurus ke atas sejajar dengan gigi lainnya.

impaksi gigi

Namun, gigi ini bisa saja tumbuh ke arah yang salah, misalnya ketika terjebak di dalam gusi atau mengarah ke gigi di sebelahnya (lihat gambar di atas). Nah, kondisi ini yang kemudian dikenal dengan nama impaksi gigi.

Apa penyebab impaksi gigi?

Impaksi gigi bisa terjadi ketika tidak ada ruang yang memadai bagi gigi geraham bungsu untuk tumbuh dengan baik. Sebagian orang mengalami impaksi gigi karena rahangnya berukuran kecil, sementara ukuran gigi yang tumbuh cukup besar.

Hal inilah yang kemudian menyebabkan gigi geraham bungsu terjebak dan tidak bisa keluar dari dalam gusi. Ada juga yang menderita impaksi gigi akibat tidak ada ruang yang tersisa, sehingga menyebabkan gigi tumbuh ke arah yang salah.

Pertumbuhan gigi geraham bungsu yang salah bisa mengarah ke gigi geraham sebelahnya (gigi molar); ke arah belakang mulut; tumbuh miring seolah seperti “berbaring” pada gusi; atau tumbuh normal lurus ke atas, tapi terperangkap di dalam gusi, tidak timbul ke permukaan seperti gigi lainnya.

Apa gejala yang ditimbulkan dari impaksi gigi?

Sebagian besar kasus impaksi gigi bisa sangat menyiksa, sebab rasa sakit yang ditimbulkan biasanya akan berlangsung cukup lama dan mengganggu. Apalagi ketika Anda mengunyah makanan. Pertumbuhan gigi geraham bungsu yang tidak normal bisa Anda curigai dengan munculnya gejala seperti:

  • Terasa sakit di area sekitar rahang
  • Muncul pembengkakan di area gigi yang sakit
  • Rasa tidak nyaman saat mengunyah makanan
  • Bau mulut
  • Kesulitan saat membuka mulut
  • Gusi berdarah

Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya periksakan lebih lanjut dengan dokter gigi Anda.

periksa gigi sebelum hamil

Mungkinkah impaksi gigi menimbulkan komplikasi?

Impaksi gigi mungkin saja menimbulkan masalah lainnya pada mulut Anda, seperti:

1. Kerusakan pada gigi lain

Jika gigi geraham bungsu salah tumbuh sehingga mendorong gigi geraham sebelahnya, maka akan menyebabkan infeksi di area gigi tersebut. Anda perlu perawatan lebih lanjut ke dokter gigi untuk mengobatinya.

2. Karies gigi

Gigi geraham bungsu yang mengalami impaksi bisa memicu timbulnya risiko karies gigi. Sebab, gigi bungsu ini akan lebih sulit dibersihkan sehingga mudah menumpuk, dan menyebabkan kerusakan gigi.

3. Penyakit gusi

Pertumbuhan gigi geraham bungsu yang salah akan mengganggu jaringan gusi di sekitar gigi bungsu. Pada akhirnya, bisa berpotensi mengakibatkan infeksi dan pembengkakan. Kondisi ini disebut perikoronitis.

Bagaimana cara menangani gigi geraham bungsu yang salah tumbuh?

Mulanya, dokter gigi akan mendiagnosis adanya impaksi gigi pada pertumbuhan gigi geraham bungsu, melalui pengecekan dengan foto rontgen atau sinar-X. Rontgen berguna untuk menunjukkan jika ada masalah pada rahang, gigi, gusi, serta area lain dalam struktur gigi Anda.

Bila ditemukan adanya pertumbuhan gigi yang tidak normal seperti impaksi gigi, dokter gigi akan melakukan tindakan lebih lanjut.

Pada dasarnya, gigi geraham bungsu yang tumbuh adalah hal normal. Bila gigi bisa tumbuh sempurna seperti deretan gigi yang lainnya, maka tidak perlu dilakukan tindakan apa pun. Namun, jika pertumbuhan gigi geraham bungsu tidak normal sehingga menyebabkan impaksi gigi, maka harus segera diberikan penanganan yang tepat.

Biasanya, dokter gigi atau ahli bedah mulut akan menyarankan Anda untuk melakukan pencabutan gigi dengan prosedur pembedahan, yang disebut dengan operasi odontektomi. Operasi ini biasanya tidak akan berlangsung lama, sekitar 30-60 menit, atau tergantung kesulitan proses operasi.

Tak perlu khawatir akan rasa sakit yang ditimbulkan selama operasi, sebab dokter akan menyuntikkan obat bius sebelum melakukan operasi.

Baca Juga:

  • Buka Mulut Lebar-Lebar! Yuk, Pelajari Struktur dan Anatomi Mulut Manusia
  • Benarkah Memutihkan Gigi Bisa Bikin Gigi Jadi Sensitif?
  • Mengapa Anak Saya Belum Tumbuh Gigi?

Sumber

Kaki Suka Tiba-tiba Kram Saat Tidur Malam, Apa Penyebabnya? (Plus, Cara Mengatasinya)

Kaki Suka Tiba-tiba Kram Saat Tidur Malam, Apa Penyebabnya? (Plus, Cara Mengatasinya)

Jika belakangan ini Anda sering terbangun tengah malam karena tiba-tiba merasa kaki kram saat tidur, mungkin penyebabnya adalah nocturnal leg cramps. Kenapa Anda bisa mengalaminya, dan bahayakah kondisi ini? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Nocturnal leg cramps, fenomena kaki kram saat tidur malam

Siapa saja bisa mengalami kram kaki saat tidur, meski lebih umum terjadi pada orang-orang lansia. Kram biasanya menyerang otot betis atau otot paha, atau malah di sekujur kaki. Bisa salah satu atau kedua sisi kaki.

Sensasi kaki kram akibat nocturnal leg cramps bisa terasa sangat menyakitkan dan berlangsung hingga beberapa menit sehingga membangunkan Anda dari tidur. Rata-rata orang bisa mengalami kram hingga 9 menit. Namun, kram bisa juga sudah terjadi sebelum Anda pergi tidur.

Rasa nyeri akibat kram tersebut bisa berangsur hilang dengan sendirinya. Meski begitu, pada beberapa kasus kram betis bisa meninggalkan sensasi pegal hingga 24 jam ke depan.

Kram kaki saat tidur beda dengan restless legs syndrome

Keduanya ini sering tertukar karena keduanya sama-sama terjadi di malam hari, tapi kram kaki dan restless leg syndrome (RLS) adalah dua kondisi berbeda.

Sensasi tidak nyaman yang terjadi di kaki akibat RLS tidak menyebabkan rasa sakit atau kram, hanya sekadar timbul keinginan untuk menggerakkan kaki supaya sensasi tersebut hilang. Ketidaknyamanan itu bisa kembali lagi ketika gerakannya berhenti.

Sementara itu, kram kaki akibat nocturnal leg cramps terjadi akibat otot kaki yang tiba-tiba menegang sehingga menimbulkan nyeri luar biasa. Ketegangan otot ini biasanya terjadi pada saat kaki beristirahat.

Apa penyebab dari kram kaki di malam hari?

Penyebab kram kaki saat tidur tidak diketahui pasti, tetapi beberapa kasus memiliki kaitan dengan;

  • Duduk dalam jangka waktu yang sangat lama
  • Otot yang digunakan secara berlebihan saat beraktivitas, misalnya olahraga terlalu berat
  • Terlalu lama berdiri
  • Posisi duduk yang tidak benar

Secara umum, kram kaki di malam hari berkaitan dengan kelelahan otot dan masalah saraf kaki. Dilansir dari laman Medical News Today, kram kaki lebih sering terjadi di era modern ini karena orang-orang sudah semakin jarang berjongkok, posisi yang bisa meregangkan otot betis.

Kaki kram di malam hari juga bisa berkaitan dengan beberapa kondisi medis di bawah ini:

  • Kehamilan
  • Peminum alkohol
  • Orang yang dehidrasi
  • Penyakit Parkinson
  • Gangguan saraf
  • Orang dengan telapak kaki rata
  • Orang yang mengalami gangguan sistem endokrin (contoh, diabetes, atau hipotiroidisme)
  • Sedang melakukan perawatan kanker
  • Mengalami penyakit ginjal kronis

Apa yang harus dilakukan saat kram kaki itu mendadak terjadi?

  • Memijat otot yang kaku dengan tangan atau mengompres dingin dengan es.
  • Lakukan peregangan otot.
  • Bangkit dari tempat tidur dan perlahan gerakan kaki dengan berjalan.
  • Mandi air hangat atau rendam betis yang kram dengan air.

Jika kram terus terjadi meski Anda sudah melakukan berbagai cara di atas ditambah dengan keluhan sulit tidur, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Kurang tidur akibat kaki kram juga akhirnya dapat memengaruhi aktivitas Anda di siang hari

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kaki kram saat tidur?

  • Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi, setidaknya 8 gelas per hari.
  • Lakukan peregangan ringan untuk melemaskan otot kaki selama beberapa menit sebelum Anda pergi tidur.
  • Lepaskan selimut/bed cover yang menutupi kaki Anda
  • Pakai sepatu yang pas dan nyaman saat beraktivitas.
  • Olahraga secara rutin, tapi jangan memaksakan tubuh berolahraga terlalu berat dalam jangka waktu lama. Selalu lakukan pemanasan saat memulai olahraga dan pendinginan setelahnya.

Baca Juga:

  • Mencegah dan Mengatasi Kram Kaki Saat Berlari
  • Otot Anda Kram Setiap Cuaca Dingin? Ini yang Terjadi
  • Kaki Kram Terus? Mungkin Anda Kekurangan 6 Nutrisi Penting Ini

Sumber

Berbagai Risiko Efek Samping Bius Total yang Penting Diketahui

Berbagai Risiko Efek Samping Bius Total yang Penting Diketahui

Sebelum menjalani operasi besar, misalnya bypass jantung, Anda akan lebih dulu dibius total. Tujuannya adalah untuk membuat Anda tidak sadarkan diri, tidak bergerak, dan tidak merasakan sakit sama sekali agar prosedur tersebut berjalan lancar. Bius total, atau yang sering disebut anestesi umum, biasanya disuntikkan ke pembuluh darah atau dihirup lewat hidung dengan memakai masker khusus. rosedur bius total umumnya aman. Meski begitu, tetap ada risiko berbagai efek samping bius total terjadi setelah Anda sadar. Apa saja?

Berbagai efek samping bius total yang mungkin terjadi

Sebagian besar efek samping bius total akan Anda rasakan ketika sudah terbangun dari tidur. Efek samping bius biasanya bersifat ringan dan sementara, terjadi dalam waktu yang cukup singkat.

Berikut berbagai efek samping bius total yang mungkin terjadi, yaitu:

Merasa bingung, linglung

Anda akan merasa kebingungan dan linglung begitu pertama kali tersadar setelah dibius. Ini disebabkan oleh obat bius yang bekerja menghambat aktivitas otak yang bertanggung jawab terhadap kesadaran dan respon tubuh terhadap rasa sakit. Selain itu, Anda juga akan merasa ngantuk dan mengeluhkan pandangan kabur.

Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa jam. Akan tetapi, efek samping ini bisa berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu pada orang lanjut usia.

Nyeri otot

Obat-obatan yang digunakan untuk melemaskan otot selama operasi dapat menyebabkan otot terasa nyeri saat bangun. Biasanya kondisi tidak akan berlangsung terlalu lama. Namun, jika nyeri memburuk Anda bisa segera menghubungi dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

Mual dan muntah

Efek samping bius total yang satu ini biasanya terjadi untuk mencegah gerakan otot selama operasi. Mual dan muntah biasanya terjadi saat Anda terbangun setelah operasi dan bisa berlangsung selama 1 hingga 2 hari.

Menggigil

Obat-obatan bius total bisa mengacaukan kerja termometer alami tubuh sehingga menyebabkan suhu tubuh menurun. Selain itu, ruang operasi yang dingin juga ikut menyebabkan suhu tubuh makin menurun. Maka, tak jarang Anda akan menggigil setelah bangun dari operasi.

Sembelit dan retensi urin

Efek samping beberapa jenis obat bius memperlambat gerakan otot, termasuk otot-otot di saluran cerna dan saluran kemih untuk mengeluarkan limbah.

Karena itu, obat ini bisa menyebabkan sembelit dan kencing tidak tuntas (retensi urin) setelah operasi. Anda mungkin juga merasa kesulitan untuk buang air kecil.

Sakit tenggorokan atau suara serak

Tabung yang dimasukkan ke tenggorokan selama proses operasi untuk membantu Anda bernapas dapat membuat tenggorokan Anda terasa sakit saat terbangun.

Pusing

Rasa pusing akan menyerang saat Anda berdiri untuk pertama kalinya setelah pulih dari operasi. Minum cukup banyak air bisa membantu mengatasi rasa pusing yang Anda alami.

Gatal

Jika dokter menggunakan obat bius golongan opiat (opium/opioid), kemungkinan besar Anda akan merasakan gatal di beberapa bagian tubuh sebagai efek obat tersebut.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan efek samping bius total

Berikut ini beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping saat menjalani anestesi umum, yaitu:

  • Orang yang mengalami sleep apnea (henti napas saat tidur).
  • Kejang.
  • Masalah pada jantung, ginjal, dan paru-paru.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Pecandu alkohol.
  • Merokok.
  • Memiliki riwayat buruk pada obat-obatan anestesi.
  • Alergi obat
  • Diabetes
  • Obesitas

Biasanya, orang lansia lebih berisiko mengalami efek samping bius total dalam jangka waktu lebih lama dibandingkan dengan orang yang lebih muda.

Jangan sungkan untuk menanyakan efek samping dan risiko yang mungkin terjadi selama dan setelah pembiusan. Selain itu, usahakan untuk mengikuti berbagai petunjuk yang diberikan dokter sebelum operasi berlangsung, termasuk makanan dan obat-obatan yang perlu dihindari. Dengan mematuhi semua petunjuk dokter, Anda dapat menekan risiko terjadinya efek samping dari bius total.

Baca Juga:

  • Bius Total Saat Operasi Pada Lansia Meningkatkan Risiko Penyakit Alzheimer
  • Setelah Operasi, Berapa Lama Efek Obat Bius Bertahan?
  • Efek Samping dan Komplikasi yang Mungkin Timbul Dari Obat Anestesi

Sumber

5 Makanan yang Membantu Bakar Lemak Saat Tidur Malam

5 Makanan yang Membantu Bakar Lemak Saat Tidur Malam

Tubuh tidak hanya membakar lemak ketika Anda berolahraga saja. Saat tidur pun juga, lho! Tubuh membakar sekitar 400-500 kalori selama 8 jam Anda terlelap. Nah, untuk memperbanyak jumlah lemak yang dibakar sepanjang malam, tidak ada salahnya untuk makan dulu sebelum tidur. Eits, tapi jangan sembarang makan kalau tidak mau perut malah bertambah buncit. Baiknya, pilih lima jenis makanan pembakar lemak yang rendah kalori ini.

Beragam pilihan makanan pembakar lemak di malam hari

1. Buah sitrus

Buah-buahan sitrus seperti jeruk lemon, jeruk bali, jeruk nipis, jambu biji, dan tomat kaya akan vitamin C dan serat yang dapat membantu membakar lemak.

Buah sitrus dipercaya mampu meningkatkan kerja metabolisme tubuh. Semakin cepat metabolisme bekerja, maka cepat dan banyak simpanan lemak yang dibakar. Selain itu, keluarga jeruk memiliki sifat diuretik alami yang bisa membantu membersihkan usus dari tumpukan sisa makanan pemicu sembelit. Logikanya, semakin banyak sisa makanan yang mengeras dan menumpuk lama di usus, berat badan Anda makin bertambah.

Menariknya lagi, kandungan vitamin C dari buah-buahan jeruk juga bermanfaat menjaga kesehatan kulit selama kita tidur.

2. Susu

Dikutip dari Livestrong, susu rendah lemak (susu skim) atau yang tanpa lemak (fat-free) adalah makanan pembakar lemak yang baik dikonsumsi sebelum tidur. Ini juga termasuk makanan dan minuman yang diolah menggunakan jenis susu tersebut, misalnya yogurt rendah lemak atau keju (Swiss, parmesan, feta, mozzarella). Kenapa?

Kandungan kalsium dan mineral dalam susu bekerja sama meningkatkan kerja metabolisme tubuh untuk membakar lemak saat tidur. Selain itu, susu juga sumber karbohidrat kompleks yang dapat membantu menjaga kadar insulin tetap rendah. Kadar insulin rendah membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar kalori.

Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda perlu mengonsumsinya sebanyak 1.200 higga 1.300 mg kalsium setiap harinya. Satu gelas susu ukuran 250 ml mengandung 300 mg kalsium. Maka, cobalah untuk mengonsumsi 3-4 porsi susu rendah lemak setiap hari, baik dalam bantuk murni atau olahan seperti keju dan yogurt, untuk membantu tubuh membakar lemak lebih maksimal.

3. Gandum utuh

Gandum utuh dam biji-bijian utuh seperti beras merah, beras cokelat, beras hitam, hingga quinoa diperkaya oleh serat dan karbohidrat kompleks yang membantu merangsang metabolisme tubuh untuk mempercepat pembakaran lemak. Metabolisme tubuh yang tinggi juga menjaga kadar insulin tetap rendah. Maka itu, biji-bijian utuh menjadi salah satu pilihan makanan pembakar lemak dan kalori saat tidur.

4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan seperti kacang tanah, almond, kacang kedelai, kacang merah, dan lainnya merupakan sumber protein nabati yang dapat membantu menjaga berat badan. Pasalnya, serat dan jenis protein dari bahan-bahan nabati membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Metabolisme tubuh yang tinggi membantu membakar lemak lebih cepat dan menjaga kadar insulin tetap seimbang, sehingga juga dianggap mampu untuk menurunkan risiko diabetes mellitus tipe 2.

Kacang juga mengandung sederet vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan. Jadikan segenggam kacang panggang pilihan sebagai kudapan Anda atau racik semangkuk sup kacang merah untuk menghangatkan perut sebelum tidur.

5. Teh hijau

Dikutip dari Prevention, penelitian asal Swiss membuktikan bahwa mengonsumsi suplemen teh hijau (setara dengan satu cangkir teh hijau) sebanyak tiga kali sehari membantu membakar kalori 80 kali lebih banyak daripada tidak mengonsumsinya sama sekali. Para peneliti meyakini manfaat teh hijau ini berkat kandungan antioksidan flavonoid yang bekerja meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar kalori, bahkan saat Anda sedang tidur.

Namun ingat, untuk memiliki berat badan ideal tidak cukup hanya dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat. Anda juga perlu mendampinginya dengan rutin melakukan berbagai kegiatan fisik yang dapat membantu membakar lemak lebih maksimal.

Baca Juga:

  • 4 Cara Paling Efektif untuk Membakar Lemak Tubuh
  • Ternyata Udara Dingin Bisa Membakar Kalori, Lho! Bagaimana Bisa?
  • 7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membakar Lemak Perut

Sumber

3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Berhubungan Seks Setelah Aborsi

3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Berhubungan Seks Setelah Aborsi

Anda yang pernah mengalami aborsi medis tentu membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi fisik dan psikis seperti semula. Tidak dapat dipungkiri bahwa aborsi cukup membuat Anda merasa terpukul, sedih, hingga rasa bersalah. Hubungan seks memang dipercaya dapat memberikan ketenangan dan memulihkan perasaan Anda, tapi bagaimana bila dilakukan setelah aborsi? Apa saja yang harus diperhatikan sebelum berhubungan seks setelah aborsi? Baca terus ulasan berikut ini.

Kapan bisa mulai bercinta lagi setelah aborsi?

Aborsi adalah suatu tindakan mengakhiri masa kehamilan sebelum waktunya. Di Indonesia sendiri, aborsi hanya dilegalkan dengan persetujuan dokter berdasarkan alasan medis yang bisa membahayakan kesehatan ibu atau ada masalah pada janin.

Aborsi yang dilakukan dengan prosedur yang tepat tentu lebih aman dan lebih sedikit komplikasi. Meski demikian, tidak sedikit pula wanita yang mengalami beberapa efek samping pasca aborsi, di antaranya kram perut, perdarahan, mual, muntah, nyeri payudara, dan kelelahan. Alasan inilah yang membuat wanita takut untuk kembali berhubungan seks setelah aborsi.

Pada dasarnya, Anda dan pasangan boleh kembali berhubungan seks setelah aborsi atau dikuret. Hanya saja, berikan jeda waktu sekitar 2 sampai 3 minggu sejak awal upaya pemulihan untuk mengurangi risiko infeksi.

Pasalnya, apapun yang dimasukkan ke dalam vagina wanita, termasuk dengan penetrasi penis saat berhubungan seksual, dapat membuat mikroorganisme masuk ke vagina dan menginfeksi rahim. Karena itu, Anda tidak dianjurkan untuk terburu-buru berhubungan seks setelah aborsi, baik dengan penetrasi maupun masturbasi.

Untuk menentukan apakah Anda telah siap berhubungan seks setelah aborsi, segera temui dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan panggul menggunakan dengan alat khusus (spekulum) untuk melihat sejauh mana proses pemulihan Anda dari efek aborsi.

Bila dokter telah menyatakan Anda dalam kondisi sehat dan pulih, itu artinya Anda sudah boleh kembali melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Perhatikan hal ini dulu sebelum kembali berhubungan seks setelah aborsi

1. Pastikan kondisi kesehatan Anda sudah pulih

Sebelum memutuskan untuk kembali berhubungan seks setelah aborsi, pastikan dulu bahwa tubuh Anda telah siap dan pulih sepenuhnya secara fisik dan mental.

Baik setelah aborsi medis maupun bedah, Anda mungkin akan mengalami perdarahan dan beberapa ketidaknyamanan seperti kram perut, mual, muntah, dan kelelahan. Hal ini tentu akan membuat Anda semakin stres sehingga seks terasa tidak memuaskan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dokter menganjurkan Anda untuk beristirahat penuh selama 2 sampai 3 minggu untuk mengembalikan kondisi fisik dan psikis.

Setelah dokter menyatakan Anda sehat dan pulih, barulah Anda dan pasangan boleh kembali berhubungan seksual. Jika Anda tiba-tiba mengalami nyeri tajam di bagian perut saat berhubungan seks setelah aborsi, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

2. Gunakan alat kontrasepsi yang tepat

alat kontrasepsi efektif

Bila Anda memutuskan untuk kembali berhubungan seks setelah aborsi, tapi tidak menginginkan kehamilan, maka konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan saran alat kontrasepsi terbaik untuk Anda.

Dilansir dari Women’s Health, menurut Leah Millheiser, M.D, direktur asal Stanford University Medical School, mengatakan bahwa hari ketika Anda melakukan aborsi terhitung menjadi hari pertama siklus haid Anda. Ini artinya, Anda akan mengalami masa subur dan berpeluang untuk kembali hamil saat berhubungan seks setelah aborsi.

Oleh karena itu, pertimbangkan bersama dokter mengenai jenis alat kontrasepsi apa yang sesuai dengan kondisi Anda. Salah satu pilihannya adalah kondom, alat kontrasepsi yang dapat membantu mengurangi infeksi pasca aborsi sekaligus mencegah kehamilan.

3. Anda tidak perlu menunggu lama untuk bisa menggunakan alat kontrasepsi

Kabar baiknya, kondisi tubuh Anda pasca aborsi memungkinkan untuk menerima alat kontrasepsi jenis apapun, baik dengan pil KB, IUD, atau alat kontrasepsi lainnya.

Jadi, Anda tidak perlu menunggu waktu lama untuk bisa menggunakan alat kontrasepsi. Bahkan, Anda bisa meminta dokter untuk memasangkan IUD pada waktu yang bersamaan dengan prosedur aborsi medis.

Kalau Anda ingin benar-benar menunda kehamilan setelah aborsi, baiknya gunakan IUD yang lebih efektif mencegah kehamilan. Namun bagaimanapun, tetap konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan alat kontrasepsi yang tepat untuk Anda.

Baca Juga:

  • 8 Risiko Kesehatan yang Mungkin Terjadi Setelah Aborsi
  • Memahami Perubahan Gairah Seks Ibu Hamil di Trimester Ketiga, Plus Tipsnya untuk Seks yang Aman
  • Bagaimana Kecemasan Bisa Mematikan Gairah Anda untuk Berhubungan Seks

Sumber

Microgreens, Sayuran Hijau Mungil yang Punya Segudang Nutrisi

Microgreens, Sayuran Hijau Mungil yang Punya Segudang Nutrisi

Membeli sayur-sayuran di tukang sayur atau di pasar dekat rumah memang lebih praktis, tapi pernahkah terbayang untuk menanam sendiri sayuran di rumah? Tidak perlu lahan yang luas, karena beberapa jenis sayuran hijau ukurannya amat mini sehingga bisa Anda tanam di pot kecil cantik. Sayuran hijau mungil itu disebut dengan microgreens alias vegetables confetti atau micro herb. Yuk, berkenalan lebih lanjut dengan geng sayuran mungil ini!

Apa itu microgreens?

Microgreens adalah bibit sayuran yang dipanen saat masih sangat muda, berkisar 7-14 hari setelah mulai berkecambah dan muncul daun mudanya. Tergantung dari jenisnya, sayuran microgreen umumnya memiliki rasa yang eksotis dan menyengat — bisa netral, pedas, pahit, asam, atau bahkan bercita rasa rempah yang kuat.

Yang umumnya termasuk sayuran microgreens adalah bayam, arugula, lobak, kemangi, seledri, selada air, ketumbar, peterseli, seledri, kucai, daun bawang, kubis, kembang kol, bit, dan brokoli. Beberapa jenis kacang, seperti kacang polong dan kacang Arab juga termasuk microgreens.

Karena ukurannya mini, microgreen dapat Anda tanam sendiri di rumah sekaligus menjadi tanaman penghias ruangan. Sayuran mungil ini juga bisa dibeli versi siap olahnya di pasar atau supermarket terdekat.

Manfaat kesehatan dari microgreens

Sayuran hijau mungil ini dipercaya lebih bergizi daripada versi sayuran dewasanya yang dipanen ketika “cukup umur”. Selain itu, sayuran hijau mini ini juga kaya akan enzim, sehingga lebih mudah untuk dicerna. Pada sayuran dewasa, sejumlah kandungan nutrisi ini bisa menyusut porsinya karena terus dipakai selama sayuran tersebut bertumbuh.

Sayuran muda masih mengandung vitamin, mineral, antioksidan, betakaroten, minyak nabati, dan protein yang lebih lengkap daripada sayuran dewasa. Kandungan antioksidan tinggi dalam sumber makanan nabati telah terbukti bermanfaat untuk kesehatan dan mencegah berbagai penyakit kronis — seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga kanker. Ambil contoh antioksidan polifenol yang dapat menurunkan kadar LDL dan trigliserida, serta menurunkan risiko penyakit Alzheimer.

Terlebih, risiko kontaminasi bakteri pada sayuran microgreens lebih kecil dibandingkan kecambah atau tanaman dewasa lainnya. Microgreen tidak tumbuh di media air yang mengurangi potensi perkembangan bakteri. Bagian sayur yang dikonsumsi juga sebatas daun dan batangnya saja, tidak sampai ke akar.

Meski begitu, masih diperlukan lebih banyak lagi penelitian mengenai manfaat microgreen untuk kesehatan.

Bagaimana mengolah microgreens untuk menu makan sehari-hari?

Ada banyak cara memasukkan microgreens dalam menu makan Anda, misalnya:

  • Menambahkannya sebagai taburan untuk salad, sup, dan omelet.
  • Mencampurnya menjadi smoothies atau jus.
  • Menggunakannya sebagai hiasan (garnish) di hidangan utama.
  • Menambahkannya ke dalam burger, sandwich, atau taco.

Baca Juga:

  • Sayuran Mana yang Lebih Sehat Dimakan Mentah, dan Mana yang Lebih Sehat Dimasak?
  • 10 Tips Menambahkan Sayuran ke Dalam Makanan Sehari-hari Anda
  • Meski Bergizi Tinggi, Ketahui Juga Risiko Kesehatan dari Makan Sayur-sayuran

Sumber

Sebelum Minum Obat Penyubur Kandungan, Ketahui Dulu Efek Sampingnya

Sebelum Minum Obat Penyubur Kandungan, Ketahui Dulu Efek Sampingnya

Apakah Anda sedang menantikan buah hati, tapi tidak kunjung hamil? Jangan khawatir, ada banyak cara agar Anda cepat hamil, salah satunya dengan obat penyubur kandungan. Nah, sebelum menggunakan obat tersebut simak dulu berbagai kemungkinan risiko dan efek samping obat penyubur kandungan berikut ini.

Efek samping obat penyubur kandungan yang ringan

Bagi wanita yang sulit hamil, obat penyubur kandungan dapat menjadi langkah pertama dalam pengobatan. Obat tersebut meningkatkan kadar hormon tubuh yang mengatur masa subur (ovulasi) sehingga kemungkinan Anda untuk hamil menjadi lebih besar. Walaupun obat penyubur kandungan terbukti aman dan berhasil, ada risiko dan efek samping yang mungkin terjadi.

Munculnya risiko dan efek samping tergantung obat penyubur kandungan mana yang digunakan, seberapa tinggi dosis obat, dan keadaan tubuh Anda. Efek samping obat penyubur kandungan sulit untuk diprediksi sebelum Anda mencoba untuk menggunakannya. Menurut Very Well, risiko yang umumnya terjadi akibat obat penyubur kandungan adalah hamil kembar (dua anak kembar atau lebih).

Berikut beberapa jenis obat penyubur kandungan dan efek sampingnya.

1. Clomiphene citrate (clomid)

Clomiphene citrate meningkatkan dua hormon penting, yaitu hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing. Kedua hormon tersebut membuat sel telur matang dan siap untuk dilepaskan ke tuba falopi sehingga lebih mudah dibuahi oleh sperma. Kemungkinan efek samping dari obat ini meliputi:

  • Hot flashes
  • Perut kembung dan terasa sakit
  • Berat badan naik
  • Sakit kepala
  • Perubahan mood
  • Mual
  • Pusing
  • Payudara jadi lebih sensitif
  • Vagina kering
  • Perdarahan menstruasi yang tidak normal

2. Gonadotropin

Cara kerja gonadotropin sama seperti clomid. Namun, obat ini hanya digunakan untuk wanita dengan PCOS yang tidak ampuh dengan obat penyubur kandungan lain atau wanita yang menjalani bayi tabung. Kemungkinan efek samping obat penyubur kandungan gonadotropin adalah:

  • Sakit kepala
  • Mual dan sakit perut
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Perut kembung
  • Muncul jerawat
  • Perubahan mood
  • Berat badan naik
  • Rasa nyeri dan kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik
  • Pusing
  • Perdarahan menstruasi yang tidak normal

3. Gonadotropin releasing hormone (GnRH) agonist dan antagonist

Keduanya obat tersebut digunakan untuk mengatur ovulasi khusus pada wanita yang menjalani prosedur bayi tabung. Namun, penggunaannya hanya direkomendasikan jangka pendek. Kemungkinan efek samping dari GnRH agonis seperti Lupron termasuk:

  • Hot flashes
  • Sakit kepala
  • Suasana hati berubah, seperti kecemasan dan depresi
  • Kekeringan vagina
  • Muncul jerawat
  • Nyeri sendi
  • Mual
  • Sakit perut
  • Berat badan naik
  • Gairah seks menurun
  • Pusing
  • Rasa nyeri dan kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik

Kemungkinan efek samping dari GnRH antagonis meliputi:

  • Sakit kepala
  • Mual dan sakit perut
  • Perdarahan menstruasi yang tidak normal

lupa minum obat TBC

Efek samping obat penyubur kandungan yang parah

Selain efek samping ringan yang bisa hilang dengan sendirinya, penggunaan obat penyubur kandungan juga bisa menyebabkan efek samping yang parah. Untungnya, ini jarang terjadi. Jadi, selalu konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat penyubur kandungan.

1. Gangguan penglihatan

Wanita yang menggunakan clomid atau letrozole memiliki risiko mengalami gangguan penglihatan. Bila Anda mengalami black floater (bercak hitam di penglihatan) dan penglihatan kabur yang disertai sakit kepala selama mengonsumsi obat, konsultasikan ke dokter. Biasanya gangguan tersebut akan hilang begitu obat berhenti diminum.

2. Kehamilan ektopik

Wanita yang menggunakan gonadotropin memiliki risiko kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang terjadi di luar rahim. Kondisi ini membahayakan nyawa janin. Bila muncul gejala nyeri pinggul parah, mual, muntah, dan sakit perut selama kehamilan, segera periksa kesehatan Anda ke dokter. Kemungkinan besar gejala tersebut menjadi tanda Anda mengalami kehamilan ektopik.

3. Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS)

Beberapa obat penyubur kandungan bisa merangsang ovarium untuk menghasilkan sel telur lebih banyak dari biasanya. Ini bisa meningkatkan risiko wanita terkena OHSS. Kondisi ini mengancam kesuburan dan nyawa seseorang karena bisa menyebabkan gagal ginjal dan penggumpalan darah.

obat aborsi

Bagaimana cara mengurangi efek samping obat penyubur kandungan?

Efek samping dari obat penyubur kandungan tidak mungkin bisa dihindari sama sekali, tapi bisa diringankan gejalanya. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mengurangi munculnya gejala. Biasanya, dokter akan memberikan dosis obat yang rendah terlebih dahulu, sehinga tidak akan menimbulkan efek lebih banyak dibanding langsung mengonsumsi obat dengan dosis lebih tinggi.

Dilansir dari The Bumps, beberapa obat yang dapat mengurangi gejala efek samping obat penyubur kandungan yaitu obat antidepresan dan paracetamol. Melakukan olahraga rutin dan akupunktur bisa membantu Anda mengurangi gejala perubahan mood yang muncul.

Baca Juga:

  • Obat Penyubur Kandungan, Apa Fungsinya?
  • Kapan Wanita Perlu Minum Obat Penyubur Kandungan?
  • 6 Tips yang Bisa Anda Lakukan Jika Ingin Hamil Anak Laki-laki

Sumber