Kategori: Artikel & Berita

Awas, Gejala Penyakit Gusi Bisa Semakin Parah Kalau Sering Diabaikan

Awas, Gejala Penyakit Gusi Bisa Semakin Parah Kalau Sering Diabaikan

Penyakit gusi adalah salah satu masalah gigi dan mulut yang sering diabaikan. Pasalnya, penyakit gusi tidak selalu menimbulkan sakit, bahkan Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda sedang mengalaminya. Akibatnya, Anda akan kembali meneruskan kebiasaan malas gosok gigi atau makan makanan manis yang bisa memperparah gejala penyakit gusi. Memangnya, apa saja gejala penyakit gusi itu? Cari tahu lewat ulasan berikut ini!

Apa itu penyakit gusi?

penyebab gusi berdarah

Penyakit gusi sebagian besar disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk. Ketika Anda malas menggosok gigi dan sering makan makanan manis, bakteri pun lebih mudah tumbuh dan berkembang menjadi plak. Akibatnya, bakteri akan menginfeksi gusi secara perlahan dan merusak gigi.

Selain karena malas gosok gigi, penyakit gusi dapat diperparah oleh kebiasaan merokok. Bahkan, merokok bisa membuat pengobatan penyakit gusi menjadi tidak efektif. Pada beberapa kondisi, Anda menjadi lebih rentan terkena penyakit gusi saat mengidap diabetes, minum obat-obatan tertentu, mengalami perubahan hormon pada wanita, dan karena faktor genetik.

Dilansir dari NHS UK, gusi yang sehat adalah gusi yang berwarna merah muda, kencang, dan menjadi tempat gigi menancap dengan kuat. Gusi yang sehat tentu tidak akan mudah berdarah bila terkena gesekan sikat gigi. Karena itu, perhatikan setiap tanda dan gejala penyakit gusi yang mungkin terjadi pada Anda.

Tanda dan gejala penyakit gusi

gigi copot saat remaja

Gejala penyakit gusi yang paling umum adalah gusi bengkak, kemerahan, sampai mengalami perdarahan. Bila dibiarkan, gejala penyakit gusi akan berkembang menjadi periodontitis hingga penyakit gusi akut.

Tahapan awal penyakit gusi disebut dengan gingivitis. Gingivitis bersifat reversibel atau dapat disembuhkan dengan cara rutin menggosok gigi dengan baik dan benar. Gejala gingivitis umumnya berupa gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah saat Anda menyikat gigi atau makan makanan bertekstur keras.

Bila gingivitis tersebut tidak diobati, maka bakteri penyebab penyakit gusi akan menyebar ke jaringan dan tulang yang mendukung gigi. Kondisi ini dikenal sebagai periodontitis atau penyakit periodontal. Gejala penyakit gusi lanjutan atau periodontitis meliputi:

  • Bau mulut (halitosis)
  • Rasa tidak enak di mulut
  • Gigi renggang yang membuat sulit makan
  • Abses gusi atau tumpukan nanah yang muncul di bawah gusi atau gigi

Pada kasus tertentu, gejala penyakit gusi yang dibiarkan akan bertambah parah, menjadi gingivitis ulseratif akut nekrosis (ANUG). Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang tidak pernah menggosok gigi dan mengabaikan pola hidup sehat.

Gejala penyakit gusi ANUG biasanya lebih parah daripada gejala penyakit gusi lainnya, di antaranya:

  • Gusi berdarah
  • Ulkus atau luka yang menimbulkan sakit berkepanjangan
  • Gusi surut hingga menyebabkan gigi terlihat lebih panjang dari sebelumnya
  • Bau mulut
  • Rasa logam di mulut
  • Air liur berlebih
  • Sulit menelan atau berbicara
  • Demam

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit gusi?

periksa gigi sebelum hamil

Saat Anda mulai menyadari gejala penyakit gusi, segera periksakan gigi dan gusi Anda ke dokter. Selama pemeriksaan gigi, doker gigi biasanya akan menilai gejala penyakit gusi dengan melihat:

  • Tingkat perdarahan dan pembengkakan gusi
  • Jarak atau ruang (kantong) antara gusi dan gigi. Gusi yang sehat memiliki kantong berukurang 1 sampai 3 milimeter (mm). Semakin besar dan semakin dalam kantong gusi, semakin banyak pula plak yang akan masuk dan memperparah penyakit gusinya
  • Tingkat kelurusan pertumbuhan gigi
  • Kesehatan tulang rahang, untuk membantu mendeteksi kerusakan tulang di sekitar gigi

Kunci utama untuk mengatasi gejala penyakit gusi adalah dengan rutin menyikat gigi setidaknya dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Selain itu, pastikan untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi kepercayaan Anda untuk membantu mencegah perkembangan penyakit gigi dan mulut.

Baca Juga:

  • Awas, Penyakit Gusi Bisa Meningkatkan Risiko Wanita Tidak Subur
  • Awas! Dibiarkan Terus, Stres Bikin Anda Gampang Terkena Penyakit Gusi
  • Berbagai Cara Mengatasi Gusi Gatal, di Rumah dan di Dokter

Sumber

Proses Penuaan Pada Pria dan Wanita Itu Berbeda, Lho. Apa Sebabnya?

Proses Penuaan Pada Pria dan Wanita Itu Berbeda, Lho. Apa Sebabnya?

Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka. Nah, tahukah Anda bila proses penuaan yang terjadi pada pria dan wanita itu berbeda? Bahkan, Anda bisa melihat perbedaanya penuaan yang terjadi pada keduanya. Namun, mengapa proses penuaan pria dan wanita berbeda? Lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Penyebab berbedanya proses penuaan pada pria dan wanita

Penuaan akan terjadi ketika seseorang sudah melewati masa pubertas, yaitu kisaran usia 20 tahun. Wanita biasanya mengalami masa pubertas lebih dahulu, yaitu sekitar usia 10 sampai 14 tahun. Sementara pria, mengalami pubertas sekitar usia 12 sampai 16 tahun. Perbedaan waktu terjadinya masa pubertas memungkinkan wanita lebih dulu mengalami perubahan lebih lanjut hingga menjadi lansia.

Setelah pubertas, hormon dalam akan terus berubah dan memengaruhi fungsi seksual. Salah satunya estrogen pada wanita. Pada saat menopause, yaitu sekitar usia 50 tahun, indung telur sudah berhenti memproduksi sel telur sekaligus hormon estrogen. Jadi, wanita yang sudah menopause sudah tidak akan mengalami menstruasi dan tidak bisa memiliki anak. Gejala menopause meliputi kelelahan, vagina kering, dan gairah seks menurun.

Sementara pada pria, hormon testosteron yang mencegah penuaan berkurang secara lebih bertahap. Kadarnya turun sekitar satu persen setiap tahun setelah pria berusia 30 tahun. Fase penuaan seksual pada pria disebut dengan andropause. Gejalanya meliputi disfungsi ereksi (impoten) dan menurunnya gairah seks. Berbeda dengan wanita, pria yang sudah mengalami andropause tetap menghasilkan sel sperma sampai usia tua sehingga masih bisa memberikan keturunan.

memanjakan lansia

Perbedaan penuaan fisik pada pria dan wanita yang bisa Anda amati

Perubahan hormon yang terjadi pada pria dan wanita itu berbeda, sehingga proses penuaan pada kedua jenis kelamin ini berbeda. Berikut perbedaannya secara lebih rinci.

1. Wanita lebih dulu menunjukkan penuaan pada kulit

Setelah menopause, hormon estrogen yang sudah tidak diproduksi lagi. Ini menyebabkan kulit kehilangan kolagen lebih banyak. Kolagen adalah protein yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mencegah penuaan. Karena kehilangan kolagen, kulit menjadi keriput. Inilah sebabnya wanita lebih cepat menunjukkan keriput di wajah.

Sementara pria masih terus memproduksi testosteron walaupun sudah mengalami andropause. Hormon tersebut menjaga kulit pria tetap kencang sehingga lebih lama untuk mengalami keriput. Selain itu, kulit pria juga memiliki kolagen yang lebih padat dan proses penuaan pada kulit terjadi lebih lambat.

2. Pria lebih dulu kehilangan massa otot

Dilansir dari Huffington Post, menurut National Institute of Health, kehilangan massa otot terjadi setelah usia 30 tahun. Pria yang mengalami penurunan testosteron setelah usia 30 tahun akan lebih dulu kehilangan massa otot. Hormon testosteron yang seharusnya menopang otot akan terus berkurang dan massa otot pun menjadi berkurang.

Sementara itu, wanita akan mengalami kehilangan massa otot menjelang menopause terjadi, yaitu sekitar usia 50 tahun. Kehilangan massa otot menyebabkan berat tubuh mengalami penurunan. Ini juga dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup dan aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

3. Pria lebih dulu mengalami kebotakan

Kerontokan rambut disebabkan oleh hormon, genetik, dan juga usia. Seiring bertambah usia, rambut kian lama kian menipis. Diperkirakan bahwa pria akan mengalami kerontokan rambut sampai ketika usia 40 sampai 50 tahun dan berakhir dengan kebotakan.

Kerontokan juga dialami oleh wanita yang semakin tua, tapi kebotakan sangat jarang dialami. Biasanya rambut akan menjadi lebih tipis dan lebih lurus setelah mengalami menopause.

Baca Juga:

  • 5 Tanda Tubuh Anda Sudah Mulai Mengalami Penuaan
  • Bagaimana Merokok Bisa Bikin Kulit Mengalami Penuaan Dini?
  • 5 Kiat Cerdas Menangkal Efek Penuaan Kulit yang Wajib Diterapkan Mulai Hari Ini

Sumber

Tips Aman Berhubungan Intim Meski Punya Osteoporosis

Tips Aman Berhubungan Intim Meski Punya Osteoporosis

Kehidupan seks untuk orang osteoporosis memang berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Orang yang memiliki osteoporosis harus lebih berhati-hati ketika berhubungan intim agar tidak merusak atau memperparah keadaan tulang. Namun, Anda yang punya osteoporosis tidak perlu khawatir. Anda tetap bisa menikmati kehidupan seks yang penuh gairah bersama pasangan Anda, asal posisi seks yang dilakukan tepat dan aman.

Sekilas tentang osteoporosis

risiko osteoporosis

Menurut International Osteoporosis Foundation, osteoporosis adalah penyakit tulang yang terjadi ketika kepadatan dan kualitas tulang semakin berkurang. Osteoporosis yang disebut juga dengan kondisi tulang keropos lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria. Ketika tulang semakin banyak porinya atau keropos, tulang pun semakin rapuh, sehingga risiko untuk patah akan semakin mudah terjadi.

Maka itu, orang dengan osteoporosis harus berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Jika tidak, maka bisa menimbulkan patah tulang, nyeri yang semakin parah, badan jadi semakin membungkuk, sulit bergerak, bahkan sampai menurunkan fungsi paru-paru.

Nah, selain saat tidur, berjalan, mengangkat beban, aktivitas seks juga harus diperhatikan. Untuk mengetahui lebih jauh serba-serbi seks bagi orang osteoporosis, simak terus penjelasan berikut.

Apakah orang dengan osteoporosis boleh berhubungan intim?

mewujudkan fantasi seksual

Seks tentu saja tidak dilarang bagi penderita osteoporosis. Kehidupan seks yang sehat dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dengan menghilangkan stres, memperbaiki pola tidur, dan melepaskan neurotransmiter (zat kimia otak) yang membuat Anda merasa bahagia.

Menurut dr. Thom Lobe, seorang pendiri dan direktur medis dari Beneveda Medical Group di Beverly Hills, seks memang membantu kesehatan secara keseluruhan dan meningkatkan sistem imun serta mood. Ini juga berlaku bagi orang dengan osteoporosis, mereka juga memiliki kesempatan untuk mendapatkannya asalkan dengan posisi yang tepat.

Lalu bagaimana posisi seks yang baik untuk orang osteoporosis?

mempertahankan kesuburan pria pasien kanker

Dr. Mohammed Selim El-Dakkak, seorang ahi bedah tulang di Gramercy Surgery Center New York mengatakan bahwa posisi seks paling aman bagi orang osteoporosis adalah posisi wanita di atas pria. Tubuh wanita butuh lebih banyak penyesuaian posisi ketika berhubungan seks, sehingga lebih baik bagi wanita untuk mengendalikan bagaimana posisi yang paling nyaman dengan cara berada di atas.

Wanita dengan osteoporosis harus menghindari posisi seks dengan posisi pria di atas, seperti misionaris atau doggy style dengan posisi wanita berbaring tengkurap di bawah pria. Posisi pria di atas akan memberi tekanan yang besar pada pinggul wanita. Maka itu, posisi ini tidak disarankan sebab berbahaya menekan pinggul wanita.

Hal ini berlaku juga sebaliknya. Bila suami yang punya osteoporosis, sebaiknya hindari posisi seks dengan wanita di atas agar tidak terlalu membebani tulang Anda.

Selebihnya Anda dan pasangan menginginkan posisi seks seperti apa bisa disesuaikan sendiri, sesuai dengan kenyamanan Anda berdua. Yang penting jangan membuat tekanan besar pada pasangan yang mengalami osteoporosis.

Anda bisa menggunakan bantal sebagai penyangga. Salah satu posisi seks yang paling minim memberikan beban adalah Anda dan pasangan berbaring, saling berhadapan. Bisa juga dengan posisi spooning, di mana pasangan berbaring tapi wanita memunggungi pria.

Selain mempertimbangkan posisi seks, kunci untuk menjaga seks tetap aman adalah selalu bicarakan dengan pasangan Anda bagaimana kondisi tulang Anda. Beri tahu mana posisi yang membuat Anda tertekan atau sakit, dan mana yang tidak, agar bisa saling menyesuaikan dan menghindari cedera. Anda tidak perlu canggung atau malu, yang penting pasangan Anda mengetahui keterbatasan Anda.

Tips aman berhubungan seks untuk orang osteoporosis

seks aman belum mau hamil

Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk jaga keamanan tulang Anda, misalnya:

  • Gunakan bantal atau guling untuk mendukung punggung bagian bawah dan pinggul Anda.
  • Anda juga bisa menggunakan handuk untuk mendukung punggung bawah karena handuk mudah dibentuk atau digulung.
  • Tentukan posisi sejak awal dengan pasangan.
  • Sebaiknya jangan melakukan posisi memutar atau menekuk dari pinggang.
  • Jika Anda merasakan sakit, hentikan dan lakukan gerakan yang lain.
  • Jaga agar pinggul tetap lurus untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang.
  • Untuk lebih aman lagi, sebaiknya diskusikan keluhan Anda dengan fisioterapis atau dokter yang ahli dalam kondisi tulang sebelum melakukan hubungan seksual dengan pasangan.

Baca Juga:

  • 8 Perubahan yang Harus Dilakukan Setelah Anda Didiagnosis Osteoporosis
  • Apakah Benar Menyusui Dapat Menyebabkan Osteoporosis?
  • Hati-Hati, Makan Gula Berlebih Bisa Menyebabkan Osteoporosis

Sumber

Sampai Berapa Lama Kadar Alkohol Masih Bertahan Dalam Tubuh?

Sampai Berapa Lama Kadar Alkohol Masih Bertahan Dalam Tubuh?

Mengetahui berapa lama kadar alkohol bertahan dalam tubuh sangat penting untuk mencegah adanya interaksi berbahaya dengan obat-obatan yang akan Anda minum. Apalagi jika Anda ingin melaksanakan tes kesehatan. Tubuh harus siap, bersih dari kadar alkohol. Ini juga penting agar Anda bisa mengira-ngira kapan Anda sudah bisa mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin setelah minum minuman yang mengandung alkohol.

Maka itu, perhatikan kapan terakhir Anda minum alkohol dan berapa lama kadar alkohol tersebut masih akan bertahan pada tubuh Anda.

Berapa lama kadar alkohol bisa terdeteksi di dalam tubuh?

Berapa lamanya kadar alkohol bertahan dalam tubuh tergantung pada jenis tes apa yang dilakukan. Berikut ini adalah perkiran rentang waktu sampai kapan alkohol dapat dideteksi dengan masing-masing tes yang dilakukan:

  • Dalam napas. Alkohol dapat dideteksi dalam napas melalui tes breathlyzer hingga 24 jam ke depan setelah minum alkohol.
  • Dalam urine. Alkohol dapat dideteksi dalam urine selama 3- 5 hari melalui tes etil glukonorida (EGT) metabolit. Sedangkan melalui cara tradisional, kadar alkohol masih akan terdeteksi dalam urine hingga 10-12 jam setelah Anda minum-minum.
  • Di dalam aliran darah. Alkohol dapat dideteksi dalam tes darah hingga 12 jam setelah minum alkohol.
  • Di air liur. Dalam tes air liur, kadar alkohol masih bisa dideteksi positif hingga 1-5 hari ke depan.
  • Di rambut. Ya, alkohol masih dapat dideteksi dalam tubuh saat tes obat folikel rambut hingga 90 hari sesudah Anda menenggak minuman beralkohol.

Bagaimana minuman beralkohol diserap dalam tubuh?

Saat Anda mengonsumsi minuman beralkohol, pertama-tama alkohol akan masuk ke dalam sistem pencernaan. Akan tetapi, alkohol tidak dicerna seperti makanan dan minuman lainnya. Sekitar 20 persen alkohol dari segelas minuman Anda langsung masuk ke dalam pembuluh darah. Dari pembuluh darah langsung dibawa ke otak. Sedangkan 80 persen sisanya masuk ke dalam usus halus, selanjutnya baru masuk ke aliran darah.

Ketika alkohol masuk ke aliran darah, tubuh akan mulai memprosesnya dengan kecepatan 20 mg/dL per jam. Itu berarti kalau kadar alkohol dalam darah Anda ada 40 mg/dL, maka diperlukan waktu sekitar dua jam untuk memecah dan memproses alkoholnya.

Tubuh cenderung menyerap alkohol lebih mudah daripada mengeluarkan alkohol. Tubuh hanya bisa mengeluarkan atau membersihkan kadar alkohol sebesar 0,016 persen setiap jam.

Contohnya, seseorang yang berat badannya 68 kg minum segelas alkohol. Orang tersebut akan mengalami peningkatan kadar alkohol dalam darah sekitar 0,02 persen tapi tubuhnya hanya bisa mengeluarkan kadar alkohol 0,016 persen setiap jam. Oleh karena itu, jika Anda minum lebih dari satu gelas per jam, maka konsentrasi alkohol dalam darah (blood alcohol concentration) Anda akan terus meningkat dengan cepat.

Bagaimana tubuh mengeluarkan alkohol?

Tahap terakhir, alkohol di dalam tubuh akan dibuang keluar melalui proses penyaringan yang dilakukan organ hati. Jika ada gangguan pada organ hati Anda, maka proses pembersihan alkohol ini akan melambat atau terganggu. Tingkat metabolisme ini juga akan dipengaruhi oleh ukuran hati Anda dan seberapa sehat kondisi hati Anda.

Tubuh memproses alkohol dengan melakukan oksidasi etanol dari senyawa asetaldehida menjadi asam asetat, kemudian asam asetat diubah menjadi karbon dioksida dan air. Sekitar 5 persen alkohol yang Anda minum nanti akan dikeluarkan oleh tubuh melalui keringat, napas, urine, feses, maupun air liur.

Apa saja yang memengaruhi kemampuan tubuh mencerna alkohol?

Seberapa lama alkohol dicerna dalam tubuh setiap orang sebenarnya berbeda-beda. Ini semua tergantung pada beberapa faktor seperti kondisi kesehatan. Lebih jelasnya, berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi seberapa cepat tubuh mengolah alkohol.

  • Jenis kelamin. Dalam sebuah penelitian oleh tim ahli dari John Hopkins University, perempuan lebih cepat mencerna alkohol daripada laki-laki.
  • Massa lemak dalam tubuh.
  • Usia. Sistem pencernaan anak-anak masih dalam tahap perkembangan sehingga belum bisa mencerna alkohol sebaik orang dewasa.
  • Seberapa banyak alkohol yang Anda minum.
  • Kandungan lemak dari makanan sebelumnya yang Anda makan.
  • Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi.
  • Seberapa cepat Anda meminum alkohol tersebut.

Baca Juga:

  • 7 Tips Mencegah Hangover Setelah Minum Alkohol
  • Muka Merah Habis Minum Alkohol Bisa Jadi Tanda Kelainan, Bukan Karena Tak Biasa Minum
  • Kenapa Tak Boleh Minum Kopi Setelah Menenggak Alkohol?

Sumber

Apakah Terapi Stem Cell Bisa untuk Membesarkan Penis?

Apakah Terapi Stem Cell Bisa untuk Membesarkan Penis?

Anda mungkin salah satu dari sejumlah pria yang merasa khawatir akan ukuran penisnya yang terlalu kecil. Karena itu, banyak yang mencari cara untuk membesarkan penis dengan berbagai cara. Salah satu cara terbaru yaitu dengan suntik stem cell atau sel punca. Namun, apakah terapi ini benar efektif? Simak ulasannya di sini.

Sekilas mengenai stem cell

Stem cell atau sel punca adalah sel kosong dan belum memiliki fungsi apa pun. Sementara sebagian besar sel di dalam tubuh adalah sel yang terdiferensiasi, yang sudah dapat menjalankan fungsinya pada organ tertentu. Misalnya, sel darah merah secara khusus dirancang untuk membawa oksigen melalui darah.

Stem cell adalah sel yang belum melewati proses diferensiasi, dan belum memiliki tanggung jawab apa pun. Proses diferensiasi merupakan proses pembelahan sel yang terus menerus yang mempunyai fungsi tertentu dalam organ tubuh. Sel ini memiliki kemampuan untuk membagi dan membuat jumlah salinan sel yang tidak terbatas. Sel lain di dalam tubuh hanya dapat bereplikasi dalam jumlah terbatas sebelum mulai rusak.

Ketika sebuah stem cell membelah, sel ini dapat menjadi stem cell atau berubah menjadi sel yang berbeda, seperti sel otot atau sel darah merah yang telah terdiferensiasi. Oleh karena inilah, terapi stem cell sekarang sudah mulai banyak digunakan sebagai pengobatan penyakit tertentu.

Suntik sel punca untuk membesarkan penis

Seperti tidak puas dengan khasiat yang diberikan pil atau cara lain untuk membesarkan penis, seorang ahli kebugaran tubuh asal Amerika Serikat (AS) Ben Greenfield melakukan percobaan pada dirinya sendiri. Ben menyuntikkan sel punca pada penisnya dengan tujuan meningkatkan ukuran penis menjadi lebih besar.

Ben Greenfield memperoleh sel punca dengan mengambil sel-sel lemak tubuh dan memisahkan sel puncanya. Sel punca yang telah dipisahkan kemudian disuntikkan ke ujung penisnya. Akan tetapi, memangnya metode ini benar-benar ampuh?

Jawabannya ya, stem cell atau terapi sel punca telah digunakan secara efektif untuk mengobati disfungsi ereksi (impotensi) pada pria. Selain itu, sel punca juga dimanfaatkan dalam operasi plastik.

Stem cell untuk membesarkan penis dilakukan sesuai standar prosedur bedah kosmetik, yaitu dengan mengombinasikan lemak yang dikumpulkan melalui sedot lemak dengan sel punca dari tubuh Anda sendiri.

Hal inilah yang membuat banyak orang mempercayai kegunaan sel punca. Karena menggunakan sel tubuh sendiri (bukan milik orang lain), maka kemungkinan tubuh menolak sel yang baru ditanamkan dalam tubuh akan berkurang.

Maka dari itu, cara ini dianggap minim risiko dan memberikan cara yang lebih alami ketimbang menggunakan cara lain. Meski begitu, efeknya pada pertambahan ukuran penis baik panjang dan lebar belum diteliti sampai sekarang. Masih diperlukan penelitian pasti untuk mengetahui manfaat stem cell dalam membesarkan penis.

Beberapa cara membesarkan penis

Bila terapi sel punca belum diketahui ampuh membesarkan penis, adakah cara-cara lain untuk membesarkan penis laki-laki? Nah, ini dia daftarnya.

  • Pompa vakum dapat memberikan peningkatan ukuran penis dengan memompa darah ke batang penis hingga membengkak dan mengeras layaknya penis yang ereksi. Anda kemudian diharuskan menjepit penis dengan sebuah cincin ketat, seperti turniket, untuk menjaga supaya darah tidak mengalir kembali ke tubuh atas. Keampuhan alat ini hanya saat cincin ketat itu dijepitkan ke penis. Jika cincin tersebut dilepas, penis sangat mungkin kembali seperti semula. Jangan melakukan penjepitan dengan cincin lebih dari 20 menit, karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan di penis. Sebenarnya alat ini memang hanya diperuntukkan untuk mengatasi disfungsi ereksi. Namun belum ada bukti bahwa alat ini bisa memperbesar ukuran penis.
  • Menggantungkan beban pada penis, ukuran penis yang lebih besar dapat dicapai dengan menggunakan beban yang digantungkan dari ujung penis secara berulang dari waktu ke waktu. Mungkin akan sedikit menyakitkan, namun alternatif non-obat ini tercatat merupakan metode tertua dalam upaya membesarkan ukuran penis.
  • Suplemen atau krim topikal dari dokter mungkin bisa membantu Anda menjaga ereksi sehingga penis jadi membesar.
  • Bedah plastik biasanya dilakukan bila ada kelainan, cedera, atau penyakit tertentu pada area penis. Sebenarnya ukuran penis sendiri sudah ditentukan lewat faktor genetik dan pertumbuhan Anda di masa kecil. Maka, biasanya pengobatan yang dilakukan di masa dewasa hanya bisa membantu mempertahankan ereksi, bukannya membuat penis jadi lebih besar.

Baca Juga:

  • Benarkah Ada Cara Membesarkan Penis yang Efektif?
  • Apa Benar Minyak Lintah Bisa Membesarkan Penis? Apa Risikonya?
  • Minyak Belacak untuk Membesarkan Penis, Apakah Efektif?

Sumber

Seberapa Manjur Horny Goat Weed untuk Atasi Impotensi Pada Pria?

Seberapa Manjur Horny Goat Weed untuk Atasi Impotensi Pada Pria?

Horny goat weed merupakan tanaman herbal yang banyak digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan dari mulai mengusir rasa lelah hingga mengobati impotensi atau disfungsi ereksi. Namun, benarkah manfaat horny goat weed sebagai obat dari disfungsi ereksi pada pria?

Apa itu horny goat weed?

Horny goat weed adalah tanaman herbal yang berasal dari spesies Epimedium grandiflorum yang banyak tumbuh di Cina dan dataran Asia lainnya. Epimedium mengandung bahan aktif yang disebut icariin. Senyawa inilah yang menghasilkan berbagai manfaat kesehatan saat dikonsumsi. Bahkan, icariin sendiri disebut-sebut mampu mengobati masalah seksual pria yang selama ini ditakutkan, yaitu impotensi.

horny goat weed

Selain dianggap manjur untuk atasi impotensi, manfaat horny goat weed lainnya mampu membantu obati beberapa kondisi kesehatan tertentu yaitu:

  • Hipertensi
  • Aterosklerosis
  • Libido rendah baik pada pria maupun wanita
  • Gejala menopause
  • Osteoporosis
  • Cedera otak
  • Kelelahan

Biasanya, tanaman herbal ini dikemas dalam berbagai bentuk dari mulai tablet, kapsul, bubuk, hingga dibuat sebagai teh.

Benarkah manfaat horny goat weed ampuh mengatasi impotensi?

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan penis untuk mencapai dan mempertahankan ereksi. Kondisi ini bisa menjadi pukulan keras bagi pria karena secara otomatis kepercayaan dan harga dirinya akan menurun bahkan hilang.

Oleh sebab itu, banyak cara dilakukan untuk mengatasi masalah seksual yang satu ini. Manfaat horny goat weed yang disebut-sebut mampu mengatasi impotensi tentu saja menjadi harapan besar bagi banyak pria di luar sana yang mengalami masalah disfungsi ereksi. Lantas, apakah herbal yang satu ini benar-benar ampuh mengatasi impotensi?

Dikutip dari WebMD, sebuah penelitian di tahun 2008 menemukan bukti bahwa senyawa aktif dalam horny goat weed, icariin, mampu menghambat enzim phosphodiesterase (PDE5) yang membatasi aliran darah ke penis dan menghalangi pelebaran arteri di penis. Oleh sebab itu, berkat senyawa icariin di dalam horny goat weed, darah bisa masuk dengan mudah ke dalam arteri dan tiga silinder di penis hingga akhirnya mampu menciptakan ereksi.

penis ereksi terlalu lama tanda priapismus

Selain itu, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine juga menyelidiki dampak herbal ini pada tikus. Hasilnya, para peneliti menemukan fakta bahwa tikus yang diberikan ekstrak horny goat weed menunjukkan peningkatan fungsi ereksi.

Sehingga, meskipun penelitian mengenai efektivitas tanaman ini terhadap pengobatan disfungsi ereksi masih sangat terbatas, tetapi penggunaan Epimedium untuk mengatasi impotensi cukup terbukti ampuh. Terlebih penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini dapat bekerja lebih baik dan menghasilkan sedikit efek samping dibandingkan dengan obat disfungsi ereksi lainnya.

Namun, perlu diingat bahwa obat impotensi alami ini hanya akan memberikan efek yang sementara, bukan permanen. Sehingga Anda tetap membutuhkan obat dokter sebagai perawatan utama.

Adakah efek samping yang ditimbulkan dari honey goat weed?

Honey goat weed pada dasarnya aman untuk dikonsumsi. Namun, usahakan untuk tidak menggunakannya dalam jangka waktu yang lama. Pasalnya, penggunaan dalam jangka waktu yang panjang terlebih dengan dosis yang tinggi dapat menyebabkan berbagai gejala seperti:

  • Pusing
  • Detak jantung tidak teratur
  • Tekanan darah rendah
  • Mulut kering
  • Mimisan
  • Kejang
  • Gagal napas

Oleh karena itu, jangan minum suplemen ini dalam waktu yang lama. Anda bisa meminumnya sesuai dengan dosis dan aturan yang tertera di kemasan. Pasalnya, belum ada penelitian yang menetapkan dosis khusus untuk tanaman herbal ini.

Namun, beberapa penelitian yang telah dilakukan menyebutkan dosis aman sekitar 6 sampai 15 gram sehari. Anda bisa mencobanya selama satu bulan untuk melihat efek yang dihasilkannya.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi horny goat weed. Terlebih lagi jika Anda juga dalam pengobatan medis atau mengonsumsi obat-obatan rutin, seperti aspirin, pil KB, obat hipertensi, obat kolesterol, obat penurun hormon tiroid dan obat anti depresan.

Hal ini dikarenakan horny goat weed akan berinteraksi dengan obat-obatan tersebut, sehingga efek kerja obat tersebut akan berkurang. Selain itu, perlu waspada jika Anda juga sedang mengonsumsi obat nitrogliserin karena jika diminum bersamaan dengan horny goat weed bisa mengakibatkan tekanan darah menurun drastis dan berisiko fatal.

Baca Juga:

  • 5 Tanaman Herbal Terbaik untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi
  • Apakah Vakum Penis Aman dan Efektif Untuk Mengatasi Impotensi?
  • 6 Pilihan Minyak Esensial Terbaik untuk Mengatasi Impotensi
  • 5 Penyebab Impotensi di Usia Muda

Sumber

Mencoba Diet Neutropenik yang Bisa Menambah Daya Tahan Tubuh

Mencoba Diet Neutropenik yang Bisa Menambah Daya Tahan Tubuh

Sudah mencoba cara diet baru yang satu ini? Ya, diet neutropenik ini muncul dengan ciri dan prinsip yang khas, berbeda dengan diet-diet lainnya. Penasaran apa itu diet neutropenik? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu diet neutropenik?

Diet neutropenik adalah prinsip makan yang bertujuan mengurangi kontaminasi bakteri yang masuk ke dalam makanan. Jadi, diet neutropenik adalah diet yang dipercaya bisa membantu tubuh terhindar dari infeksi.

Faktanya, diet ini cukup sering disarankan untuk orang yang mengalami kanker, karena tubuh mereka sangat rentan terserang infeksi. Diet ini juga baik bagi orang yang memiliki kondisi kekebalan tubuh yang buruk, khususnya bagi orang yang mengalami neutropenia.

Neutropenia adalah kondisi saat tubuh tidak bisa memproduksi sel darah putih (neutrofil) dalam jumlah yang cukup (jumlah neutrofil dibawah normal). Neutrofil adalah sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi. Jika jumlah neutrofil sedikit, maka sistem kekebalan akan menurun, akhirnya tubuh rentan terserang penyakit.

Supaya bisa jauh dari penyakit infeksi, maka prinsip utama dari diet neutropenik adalah menghindari makanan mentah dan yang tidak dimasak dengan sempurna. Selain itu, dalam menerapkan diet ini Anda juga harus memerhatikan kebersihan bahan makaan serta alat makan.

Bagaimana cara menerapkan diet neutropenik?

Pada intinya makanan yang harus dihindari adalah segala makanan yang tidak matang sempurna atau masih mentah seperti salad, telur setengah matang, dan makanan lainnya yang disajikan mentah.

Sedangkan yang boleh dimakan adalah:

  • Susu. Semua susu pasteuriasi dan produk susu lainnya termasuk keju, yogurt, dan es krim
  • Pati. Semua sumber pati yang matang diperbolehkan. Contohnya, pasta, roti, sereal, ubi, jagung, kentang. Selama semua matang ini aman dikonsumsi
  • Sayuran. Semua sayuran yang dimasak aman.
  • Buah. Semua buah segar, buah kalengan, maupun jus buah diperbolehkan. Sebelumnya semua buah harus dicuci dan dikupas dengan bersih
  • Protein. Daging yang dimasak hingga benar-benar matang dan daging kalengan. Telur rebus juga aman dikonsumsi
  • Minuman. Semua air yang sudah matang, minuman kaleng atau botol juga boleh dikonsumsi.Namun pastikan tidak terjadi kontaminasi dengan air mentah. Misalnya, menggunakan es batu dari air mentah saat minum.

Pilih juga makanan yang disimpan dalam keadaan tertutup rapat dibandingkan dengan makanan yang terbuka.

Beberapa hal yang harus disiapkan sebelum memulai diet neutropenic

Sebelum memulai diet neutropenik ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk mengolah makanan dengan aman dan tetap bersih. Ingat, tujuan utama melaksanakan diet ini adalah mengurangi kontaminasi dari bakteri atau virus melalui makanan atau minuman. Maka itu yang perlu dilakukan adalah:

  • Membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan, setelah keluar dari toilet, serta setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Memastikan semua peralatan makan dan memasak selalu bersih.
  • Hindari makanan mentah, khususnya daging dan telur setengah matang. Masak semua bahan hingga matang.
  • Cuci bersih buah dan sayuran segar sebelum dimakan atau dikupas, hindari air sumur jika belum disaring atau direbus. Air kemasan lebih aman khususnya yang sudah memiliki label sebagai air suling, atau air yang disaring dengan baik.

menjaga kebersihan makanan

Diet neutropenik bukan hanya mengatur makanan, tapi juga pengolahannya

Saat menyiapkan makanan

Ketika menyiapkan makanan diet neutropenik, pastikan talenan, pisau, dan alat lainnya berbeda-beda untuk makanan matang maupun mentah. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

  • Idealnya, Anda harus memiliki 3 jenis talenan, misalnya dibedakan dalam 3 warna. Satu warna untuk daging mentah, satu talenan untuk daging yang sudah matang, dan satu lagi untuk bahan makanan lainnya seperti sayur.
  • Cuci buah dan sayuran semua sisinya sebelum dimakan.
  • Cuci kaleng makanan terlebih dahulu sebelum Anda membukanya.
  • Taruh daging dan daging unggas di dalam kulkas (chiller), bukan di suhu ruang. Pertumbuhan bakteri akan terjadi sangat cepat pada suhu ruang.
  • Pastikan semua makanan yang akan dimakan sudah panas secara menyeluruh

Saat memanaskan makanan

  • Makanan yang sudah dipanaskan harus dimakan dalam 24 jam setelah dipanaskan.
  • Jangan memanaskan makanan yang sudah dibuat lebih dari satu kali.
  • Makan nasi segera setelah dimasak. Serta hindari memanaskan kembali nasi yang sudah dimasak, karena dilansir dalam The Association of UK Dietitians, terdapat spora dari bakteri Bacillus cereus dan Bacillus subtilis pada nasi yang bisa menyebabkan penyakit.

Apa diet ini benar-benar bisa mencegah infeksi?

Berdasarkan temuan saat ini, memang belum ada cukup penelitian sebagai bukti mengenai diet neutropenic efektif mencegah infeksi dari bakteri atau virus. Namun, beberapa institusi seperti Oncology Nursing Society Cancer dan juga Comprehensive Cancer Network mengadopsi diet ini sebagai rekomendasi.

Meskipun belum ada pembuktian cukup bahwa diet ini mampu menangkal infeksi, namun diet ini bisa mengajak orang untuk memerhatikan kebersihan makanannya agar terhindar dari bakteri atau virus yang mudah menjangkit tubuh manusia.

Baca Juga:

  • 6 Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak
  • 5 Fakta Menarik yang Perlu Anda Tahu Tentang Sistem Kekebalan Tubuh
  • Liburan Ternyata Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Sumber

Benarkah Garam Tidak Boleh Dimasak Karena Akan Jadi Racun?

Benarkah Garam Tidak Boleh Dimasak Karena Akan Jadi Racun?

Semakin hari, semakin banyak isu mengenai kesehatan maupun makanan yang disebarluaskan melalui media sosial. Salah satunya adalah isu bahwa garam tidak boleh dimasak. Banyak yang percaya garam bisa berubah menjadi racun apabila diolah dan dimasak. Wah, apa mungkin kandungan garam akan berubah menjadi racun saat dimasak? Tenang, ini dia ulasan lengkapnya.

Apa sebenarnya kandungan garam dapur?

Garam adalah sumber makanan terbesar yang menyediakan mineral bernama natrium untuk tubuh. Garam sering disebut juga dengan natrium klorida sebab garam terdiri dari 40 persen natrium, dan 60 persen klorida. Kandungan garam ini adalah mineral yang bertindak sebagai elektrolit penting dalam tubuh.

Mineral-mineral ini membantu menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan fungsi otot tubuh secara keseluruhan. Maka itu, sangat penting untuk mendapatkan asupan garam dalam makanan sehari-hari Anda, tapi jangan sampai berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat meningkatkan risiko mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung.

Dalam satu hari, anjuran konsumsi garam yang tepat adalah kurang dari satu sendok teh untuk orang dewasa. Sedangkan untuk anak usia 5 tahun ke atas, batas aman asupan garam dalam sehari yaitu setengah sampai tiga perempat sendok teh.

Apa yang terjadi saat garam dimasak? Apa benar berubah jadi racun?

Garam adalah kumpulan dari zat mineral. Memasak tidak mengurangi kadar mineral dalam makanan dalam jumlah yang besar. Kalaupun berkurang, jumlahnya pun tidak terlalu banyak. Mineral dalam makanan yang biasanya tidak dipengaruhi oleh proses memasak yakni kalsium, natrium, yodium, besi, zinc, mangan, dan kromium.

Betulkah garam tidak boleh dimasak?

Memasak garam tidak akan mengubah mineral ini menjadi racun. Seperti yang sudah diulas sebelumnya, kandungan garam adalah mineral. Mineral ini tidak berubah menjadi racun atau zat berbahaya selama garam tersebut memang dibuat dengan bahan yang aman, tidak diberikan campuran tertentu oleh produsennya.

Maka, isu bahwa garam tidak boleh dimasak merupakan hoaks yang tidak terbukti kebenarannya.

Kapan sebaiknya memasukkan garam dalam makanan?

Paul Breslin, seorang profesor dari Departemen Ilmu Gizi Rutgers University mengatakan bahwa untuk memasak, sebaiknya bubuhkan garam sedikit pada awal masak, kemudian masukkan lagi nanti pada akhir proses memasak.

Ketika garam dimasukan dari awal proses pemasakan, garam akan langsung berikatan dengan protein yang ada dalam makanan. Selanjutnya, akan terbentuk ikatan molekul yang besar.

Namun, ikatan molekul besar ini hanya sekadar menambahkan kadar natrium yang meresap ke dalam makanan saja, sedangkan rasa asinnya pun tidak begitu terasa. Maka, lidah Anda merasa masakan tersebut kurang asin, akhirnya ditambahkan garam lagi hingga rasanya cukup asin. Kalau sudah begini, Anda bisa jadi mengonsumsi garam berlebihan.

Oleh karena itu, pemberian garam sebaiknya dibagi dua kali. Anda tetap membutuhkan garam pada proses awal masak dan juga di akhir.

Kemudian, pada akhir proses pemasakan, masukkan garam secukupnya. Dengan cara membagi ini, makanan akan terasa lezat, dan mencegah konsumsi darah yang cara itu.

Selain dari waktunya, Anda juga bisa mengolah makanan berdasarkan jenis makanan apa yang akan Anda masak. Sebagai contoh:

  • Saat memasak daging sebaiknya tambahkan daging pada bagian awal. Ketika daging dimasak, sel-selnya cenderung akan menutup dan mengerut sehingga daging akan lebih sulit untuk menyerap rasa. Oleh karena itu, sebaiknya tambahkan garam ke daging mentah bersama bumbu lainnya sehingga semua rasa bisa diserap dengan baik pada masakan.
  • Saat menumis sayuran, jangan lupa tambahkan garam pada akhir proses memasak Anda untuk mendapatkan tekstur sayuran yang masih renyah dan tidak lembek. Garam cenderung menarik kelembapan dari sayuran. Maka itu, jika Anda menambahkannya di awal, maka sayuran akan lebih cepat layu dan basah.

Baca Juga:

  • Apa yang Terjadi Kalau Anak Kelebihan atau Kekurangan Asupan Garam?
  • Mana yang Lebih Bahaya: Kebanyakan Gula Atau Kebanyakan Garam?
  • 6 Bahaya Pada Tubuh Jika Makan Garam Terlalu Banyak

Sumber

5 Jenis Obat Keputihan, Berdasarkan Masing-Masing Penyebabnya

5 Jenis Obat Keputihan, Berdasarkan Masing-Masing Penyebabnya

Keputihan normal terjadi ketika wanita sedang dalam masa suburnya. Masa subur adalah periode menjelang menstruasi saat indung telur memproduksi sel telur sehingga produksi lendir (yang dikeluarkan lewat vagina dan dikenal dengan keputihan) menjadi lebih banyak. Bila ada perubahan yang tidak normal pada cairan keputihan, bisa jadi ada suatu penyakit. Misalnya menjadi lebih banyak, berbau, berubah warna, dan disertai rasa gatal atau nyeri pada vagina. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan mengenai obat keputihan berdasarkan penyebabnya berikut ini.

Obat keputihan berdasarkan penyebabnya

Vagina adalah organ intim wanita yang sangat sensitif, jadi butuh perhatian ekstra dalam menjaga kebersihannya. Bila Anda mengalami keputihan yang tidak seperti biasanya terjadi, sebaiknya lakukan pemeriksaan kepada dokter terlebih dahulu. Melakukan diagnosis sendiri dan pengobatan tanpa resep dari dokter, kemungkinan bisa memperburuk kondisi Anda.

Keputihan yang disebabkan oleh penyakit biasanya memiliki gejala yang serupa. Tapi, obat keputihan yang digunakan kemungkinan besar berbeda. Oleh sebab itu, diagnosis dokter diperlukan supaya pengobatan yang Anda lakukan lebih cepat dalam menyembuhkan penyakit.

1. Infeksi bakteri vagina (bacterial vaginosis)

Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan bakteri Gardnerella vaginitis pada vagina yang menyebabkan lendir menjadi lebih banyak, lebih tipis, dan berwarna keabuan disertai bau amis. Wanita yang mengalami kondisi ini akan merasa nyeri saat melakukan hubungan seks atau buang air kecil.

Antibiotik adalah obat keputihan akibat bacterial vaginosis yang direkomendasikan dokter. Misalnya yaitu:

Metronidazole (Flagyl)

Antibiotik ini tersedia dalam bentuk pil atau gel yang dioleskan pada vagina. Di antara antibiotik lain, metronidazole paling efektif untuk menekan pertumbuhan bakteri. Sayangnya, efek samping yang ditimbulkan lebih banyak dibanding obat lain. Efek samping yang mungkin terjadi adaah sakit perut atau mual. Hindari minum alkohol ketika menggunakan obat ini.

Tinidazole (Tindamax)

Sama seperti metronidazole, antibiotik ini juga menghambat pertumbuhan bakteri pada vagina. Namun, efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit. Untuk mengobati infeksi bakteri vagina, obat ini hanya tersedia dalam bentuk krim yang dioleskan tipis-tipis pada vagina. Hindari minum alkohol selama meminum tinidazole.

Clindamycin (Cleocin, Clindesse, dll)

Antibiotik ini hanya tersedia dalam bentuk krim yang dioleskan pada vagina. Krim clindamycin dapat merusak karet kondom setidaknya tiga hari setelah berhenti menggunakan krim.

2. Trikomoniasis

Penyakit menular seksual ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis yang menginfeksi vagina sehingga lendir berubah warna menjadi kuning kehijauan dan berbau. Gejala lain yang biasanya muncul adalah rasa gatal dan nyeri pada vagina saat buang air kecil atau melakukan hubungan seksual.

Trikomoniasis disebabkan oleh parasit; maka obat yang dapat digunakan adalah antibiotik, yaitu metronidazole (flagyl) atau tinidazole yang berbentuk pil dalam dosis tunggal. Bukan hanya pasien, pasangannya juga harus melakukan pemeriksaan atau mengikuti pengobatan untuk menghindari penularan.

3. Gonore

Sama seperti trikomoniasis, gonore juga merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Wanita yang mengalami kondisi ini akan merasakan panas, gatal, dan nyeri saat buang air kecil sehingga vagina menjadi bengkak dan kemerahan. Keputihan yang muncul pada kondisi ini berasal dari nanah biasanya akan dikeluarkan bersama dengan urine.

Awalnya, penicilin adalah obat yang umum digunakan untuk gonore ringan. Namun, untuk gonore tingkat lanjut bakteri menjadi lebih kebal terhadap antibiotik ini sehingga lebih sulit untuk diobati. Selain penicilin, antibiotik lain yang digunakan untuk menyembuhkan gonore, meliputi:

Azitromisin

Tidak seperti penicilin, antibiotik ini memiliki efek samping yang lebih sedikit pada sistem pencernaan. Azitromisin merupakan obat lanjutan yang digunakan jika penicilin tidak mampu menyembuhkan gonore.

Doxycycline

Antibiotik ini digunakan sebagai alternatif jika azitromisin tidak mampu melawan bakteri. Namun, tidak dianjurkan digunakan untuk wanita hamil atau berencana untuk memiliki anak karena dapat menyebabkan bayi lahir dengan kondisi cacat.

Doxycycline diberikan satu dosis satu kali seminggu. Efek samping yang timbulkan adalah kulit jadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jadi, pasien harus menghindari sinar matahari selama pengobatan dengan menggunakan pelindung kulit atau pelembap tabir surya.

Ceftriaxone

Obat ini diresepkan bersama azitromisin untuk menyembuhkan gonore yang lebih parah. Kombinasi kedua antibiotik mampu menghambat pertumbuhan bakteri gonore.

Eritromisin

Penyakit gonore dapat ditularkan dari ibu kepada anaknya, jika sang ibu terkena penyakit ini selama masa kehamilan. Eritromisin hanya digunakan pada bayi yang lahir dan mendapatkan infeksi gonore dari ibunya dengan cara disuntikkan.

4. Klamidia

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Kadang penyakit ini tidak menimbulkan gejala, tapi keputihan yang berlebihan bisa menjadi tanda awal. Sama seperti gonore, penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual. Gejala yang muncul seiring dengan arahnya kondisi, meliputi rasa nyeri dan panas saat buang air atau melakukan hubungan seks, sakit perut disertai demam.

Pengobatan obat antibiotik kombinasi azitromisin dengan doxycycline dapat menyembuhkan klamidia hingga 90 persen. Selain itu, tersedia juga amoxicillin, tapi tidak umum digunakan untuk menyembuhkan klamidia. Antibiotik levofloxacin atau ofloxacin digunakan jika bakteri sudah resistan (kebal) terhadap antibiotik lain.

5. Infeksi jamur vagina

Jamur Candida yang hidup di sekitar vagina bisa terus berkembang biak dan menyebabkan infeksi jamur vagina. Keputihan yang muncul akibat kondisi ini biasanya lebih tebal dan berwarna putih, tapi tidak berbau. Selain itu, gejala ain yang ditimbulkan adalah rasa sakit dan panas pada vagina saat buang air kecil atau melakukan hubungan seksual.

Kondisi ini dapat diobati dengan obat antijamur dalam bentuk krim, salep, atau tablet. Contohnya miconazole, terconazole, clotrimazole, atau butoconazole. Obat-obatan tersebut digunakan untuk pengobatan jangka pendek selama tiga sampai tujuh hari, hasilnya mampu dapat membersihkan penyebab jamur vagina. Kemudian, tersedia juga flukozanol yang digunakan selama tiga hari untuk menangani gejala berat.

Baca Juga:

  • 10 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Wanita Tentang Keputihan (Wajib Tahu Jawabannya!)
  • Kenali Ciri-ciri Keputihan Normal yang Biasa Terjadi Pada Wanita
  • 6 Penyebab Sakit Perut yang Disertai Keluarnya Keputihan Berbau

Sumber

Benarkah Seks Bikin Tidur Lebih Nyenyak?

Benarkah Seks Bikin Tidur Lebih Nyenyak?

Berhubungan seksual dengan pasangan bisa dilakukan kapan saja sesuai keinginan dan kenyamanan Anda. Tetapi ternyata, melakukan hubungan seksual sebelum tidur bisa menjadi solusi bagi Anda yang kesulitan tidur di malam hari. Pasalnya, setelah berhubungan seks, tidur bisa lebih nyenyak. Apakah benar? Simak faktanya di sini.

Tidur lebih nyenyak, setelah berhubungan seks

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hubungan seksual sebelum tidur mungkin bisa menjadi kunci untuk tidur nyenyak. Penelitian ini dilakukan dengan mendata 460 orang dewasa antara usia 18-70 tahun.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 64 persen dari responden melaporkan tidur lebih nyenyak setelah hubungan seks. Namun, hubungan seksual yang mencapai orgasme.

Tak hanya melakukan hubungan seksual dengan pasangan, tapi masturbasi hingga orgasme sebelum tidur bisa membuat Anda terlelap. Hal ini juga merupakan hasil dari penelitian tersebut, yang melaporkan bahwa 50 persen dari responden mengalami hal ini.

Bagaimana bisa tidur lebih nyenyak setelah berhubungan seks?

Sebenarnya, ada beberapa hal yang membuat Anda dan pasangan jadi tidur lebih nyenyak setelah berhubungan seks.

1. Tubuh terasa lelah

Berhubungan seksual bisa membuat denyut jantung berdebar sehingga tubuh terasa jadi lebih lelah setelahnya. Ketika tubuh merasa lelah, tentu Anda akan jauh lebih mudah terlelap dalam tidur.

2. Merasa bahagia dan nyaman

Melakukan hubungan seks hingga orgasme, membuat tubuh melepaskan hormon oksitosin yang membuat otak Anda merasa lebih aman dan tenang. Hormon ini bisa dikatakan sebagai obat penenang.

Bercinta dengan pasangan juga dapat menurunkan kadar hormon stres yaitu kortisol. Saat Anda melakukan hubungan seks, Anda tidak memikirkan apa yang harus dilakukan pada hari berikutnya dan pikiran lain yang membebankan Anda. Pikiran Anda teralihkan dan akhirnya tingkat stres menurun.

Perubahan-perubahan hormonal ini membuat tubuh Anda dalam keadaan rileks, sehingga Anda lebih mudah untuk tidur.

3. Perubahan hormon

Saat orgasme, kadar hormon estrogen juga meningkat. Hal ini dapat meningkatkan siklus rapid eye movement (REM). Ketika seseorang mengalami lebih banyak siklus REM, maka kualitas tidurnya lebih baik dan sudah pasti nyenyak. Mimpi juga banyak muncul ketika siklus REM terjadi.

Maka itu, jauhkan ponsel dari genggaman dan dekati pasangan

Sebaiknya ganti waktu yang Anda habiskan untuk menatap layar ponsel dengan membangun keintiman yang berkualitas dengan pasangan. Pasalnya membangun hubungan intim dengan pasangan sebelum tidur lebih membuat Anda tidur nyenyak.

Sementara menghabiskan waktu dengan menatap layar ponsel sebelum tidur, dapat mengganggu kehidupan seks Anda. Sebuah penelitian melaporkan bahwa orang yang menganggap pasangannya terlalu terikat dengan ponselnya memiliki hubungan seksual yang kurang puas.

Selain itu, cahaya yang dipancarkan dari ponsel juga bisa mengganggu tidur Anda. Jadi, ketika saatnya untuk bersantai di malam hari, jauhkan ponsel Anda dan jadikan pasangan Anda sebagai prioritas, untuk menciptakan tidur yang lebih nyenyak.

Tidur nyenyak dapat bermanfaat untuk tubuh dalam menguatkan sistem kekebalan tubuh dan memiliki lebih banyak energi untuk beraktivitas di siang hari.

Baca Juga:

  • 6 Hal yang Paling Diidamkan Pria dari Wanita Saat Berhubungan Seksual
  • Hubungan Seksual di Usia Tua, Sehat atau Berbahaya?
  • Harus Seberapa Sering Berhubungan Seks Supaya Bisa Kurus?

Sumber